Penganut Atheisme Berkurang, Lalu?

0
2,112 views

Dalam kurun waktu 41 tahun sejak 1970, jumlah pengikut ateis dilaporkan menurun sampai 28 juta. Demikian laporan studi tahunan “Status of Global Missions” sebagaimana ditulis dalam www. vaticaninsider.lastampa.it.  Dengan jatuhnya rejim komunis di Eropa timur dan “revolusi budaya” di China, kebanyakan orang lebih cenderung menamakan dirinya “non religius”. Apapun namanya, data-data menunjukkan bahwa sejak pertengahan abad 21, jumlah pengikut ateis dan orang yang tidak percaya pada Tuhan cenderung menurun.

 

Hal tersebut berkebalikan dengan perkembangan agama di abad 21 ini. Ambil contoh, misalnya, jumlah pengikut Yesus Kristus, yang diperkirakan berjumlah 2.3 milyar, bertambah 83,000  penganut setiap harinya. Jumlah Umat Islam, terbesar kedua dengan jumlah  1.6 milyar, diperkirakan tumbuh sebesar 79,000 setiap harinya. Umat Hindu yang berjumlah 953 juta, dilaporkan tumbuh sebanyak 37,000 orang.

 

Di peringkat empat, jumlah Umat Budha sebanyak 468 juta bertambah sekitar 13,800 per hari. Selanjutnya,  dengan tumbuh  9,300 pengikut per hari, pengikut Taoisme diperkirakan telah berjumlah 457 juta,. Setelah itu ada berbagai agama-agama etnis yang tidak terhitung, yang diperkirakan berjumlah 269 juta pengikut, dan tumbuh sekitar 9,000 per hari.

 

Yang menjadi pertanyaan kemudian adalah apakah dengan semakin meningkatnya jumlah “orang beragama”, persoalan-persoalan kemanusiaan dapat semakin cepat diselesaikan? Itulah pertanyaan refleksi untuk semua penganut agama. Salah satu contoh persoalan kemanusiaan adalah apa yang pernah dirumuskan oleh 187 perwakilan Negara PBB, yang lazim disebut dengan sasaran pembangunan millennium (Millenium Development Goals – MDG).

 

Delapan sasaran pembangunan itu berangkat dari keprihatinan akan berbagai persoalan seperti kemiskinan dan kelaparan, pendidikan untuk semua, kesetaraan jender dan pemberdayaan perempuan, angka kematian anak dan kesehatan ibu yang masih tinggi, menyebarnya HIV/AIDS dan penyakit menular lainnya, masalah lingkungan hidup dan hal-hal terkait kemitraan global untuk pembangunan.

 

Target MDG yang telah dijalankan sejak September 2000, diharapkan sudah akan mencapai kesejahteraan rakyat dan pembangunan masyarakat pada 2015. Tahun 2015 tinggal 4 tahun lagi, akankah target itu tercapai? Adakah kaitan antara semakin meningkatnya “orang beragama” dengan capaian “kesejahteraan masyarakat”? Kita tunggu saja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here