1,5 Th Koma, Fr. Leo Wiyadi Pr Tergolek tak Berdaya di Njali, Sendang Sriningsih (1)

40
30,247 views

SUDAH sekitar 1,5 tahun terakhir ini, kondisi fisik Frater Leo Wiyadi Pr dalam kondisi memprihatinkan. Punggungnya “berlobang” karena sudah sekian lama tergolek tak berdaya, sementara wajahnya tidak menunjukkan reaksi apa pun saat diajak berkomunikasi dengan orang.

Ia sudah koma selama 1,5 tahun terakhir ini. Derita sakit tidak sadar diri ini terjadi sejak calom imam diosesan (praja) Keuskupan Tanjung Karang ini mengalami kecelakaan lalu lintas di Pematang Siantar, Medan, Provinsi Sumatra Utara.

Kecelakannya tidak terjadi di Lampung sebagaimana dibicarakan banyak orang di lansiran berita yang kurang akurat itu. “Fr. Leo Wiyadi mengalami kecelakaan di Pematang Siantar, Sumatra Utara,” kata Mgr. Harun menjawab Sesawi.Net.

Kecelakaan dan koma tiga bulan di RS

Kepada Sesawi.Net, Uskup Keuskupan Tanjung Karang Mgr. Yohanes Harun Yuwono menjelaskan sebagai berikut.

Frater Leo Wiyadi mengalami  kecelakan lalu lintas, ketika akan masuk tingkat VI. Itu terjadi ketika belum lama Fr. Leo menyelesaikan ujian tingkat V. Kecelakaan lalu lintas itu membawa dia masuk ke RS dan di situ para dokter yang merawat kemudian memberitahukan bahwa pasien Fr. Leo Wiyadi Pr telah mengalami koma.

Karena pihak rumah sakit sudah angkat tangan dan para dokter menyatakan tidak ada harapan bisa sembuh kembali pulih normal, maka pasien Fr. Leo Wiyadi akhirnya meninggalkan rumah sakit.  “Saya minta Rektor Rumah Residensi Frater-frater Diosesan yang belajar di Seminari Pematang Siantar mengambilnya dari Rumah Sakit,” terang Mgr. Yohanes Harun.

Fr. Leo Wiyadi saat masih sehat dan bugar. (Dok. Keluarga)

Karena kondisinya sudah sangat memprihatinkan dan atas permintaan keluarga, demikian penegasan Uskup Keuskupan Tanjung Karang Mgr. Yohanes Harun Yuwono, maka Fr. Leo Wiyadi akhirnya diizinkan pihak Keuskupan untuk dibawa pulang oleh keluarganya. Demikianlah yang terjadi, akhirnya Fr. Leo Wiyadi dibawa pulang  ke rumah asal mereka di Gayamharjo, tak jauh dari Gua Maria Sendang Sriningsih Njali di Prambanan, Kabupaten Sleman, DIY.

“Jadi, bukan Keuskupan yang memulangkan Fr. Leo, melainkan kami mengadopsi permohonan keluarga yang berkeinginan agar bisa bisa merawat Fr. Leo di tengah anggota keluarganya di Njali,” kata Bapak Uskup Keuskupan Tanjung Karang ini.

Mengapa hal itu diperbolehkan, tanya Sesawi.Net.

Menurut keterangan  RS saat itu, demikian keterangan Mgr. Yohanes Harun Yuwono, para dokter sudah angkat tangan. Mereka juga memberitahukan bahwa kondisi sakit karena efek kecelakaan itu sudah sangat parah. “Singkatnya, kondisi koma itu tidak akan bisa sembuh lagi,” kata Mgr. Yohanes Harun.

“Kami tidak tahu banyak tentang dunia kedokteran dan kesehatan. Kami mengikuti apa yang para dokter sarankan dan katakan apa adanya tentang kondisi pasien kepada kami,” terang Bapak Uskup.

Karena itu, Uskup lalu minta Rektor dan mengajak dokter serta perawat mengantarkan pulang Fr. Leo Wiyadi dari Pematang Siantar menuju ke rumah tempat asal mereka di Gayamharjo, Njali. “Ibu Fr. Leo yang meminta seperti itu, karena RS sudah angkat tangan dan tidak ada harapan bisa sembuh dan kembali bisa normal lagi seperti sedia kala,” kata Mgr. Harun.

“Jadi, ibunya Fr. Leo Wiyadi sendiri yang menghendaki ingin merawat anaknya di rumah asal mereka di Paroki Ndalem Njali, Prambanan,” tandasnya lagi. (Baca juga:  Mari Berdonasi untuk Fr. Leo Wiyadi (2)

Kondisinya memprihatinkan

Fr. Leo Wiyadi Pr –calon imam diosesan (praja) Keuskupan Tanjung Karang—adalah seminaris alumnus Seminari Menengah Stella Maris, Bogor.

Hari Jumat tanggal 4 Maret 2016 malam ini di medsos sudah beredar kabar yang menyebutkan, kondisi hidup Fr. Leo Wiyadi di rumahnya sangat memprihatinkan. Berita ini cepat menyebar di lingkaran sahabat lintas generasi para alumni Seminari Mertoyudan. Utamanya,  setelah Prof. Koerniatmanto Soetoprawiro –guru besar ilmu hukum tata negara Universitas Parahyangan Bandung—merilis kabar sedih tersebut di lingkaran sahabat Seminari Mertoyudan.

Ketika Sesawi.Net mencari konfirmasi kebenaran berita ini, Satrio BP yang pernah berkarya di Dephan dan peduli dengan hal ini langsung membenarkannya. “Informasinya A-1,” demikian katanya menjawab Sesawi.Net.

Fr. Leo Wiyadi lulus dari Seminari Menengah Stella Maris di Bogor tahun 2002 dan kemudian melamar menjadi imam diosesan untuk Keuskupan Tanjung Karang di Lampung.  Seperti yang sudah-sudah, setiap frater praja Keuskupan Tanjung Karang lainnya, Fr. Leo juga diutus belajar filsafat dan teologi di Seminari Tinggi Santo Petrus di Pematang Siantar, Sumatra Utara.

Dua kali mengunjungi Fr. Leo di Njali

Sudah terlanjur beredar berita kurang valid yang mengesankan Keuskupan Tanjung Karang sepertinya tidak peduli dengan kondisi Fr. Leo Wiyadi di Njali yang tergolek tak berdaya dengan kondisi seadanya di sana. Menanggapi hal ini, Uskup Tanjung Karang Mgr. Yohanes Harun Yuwono menyatakan kesan itu tidak benar.

Pihak Keuskupan Tanjung Karang tetap memberi perhatian kepada Fr. Leo yang merupakan calon imam diosesan untuk Keuskupan  yang kini dia ampu sebagai Uskup.

“Saya sendiri sudah dua kali datang ke Gayamharjo mengunjungi keluarga Fr. Leo Wiyadi di sana. Dua pekan lalu, saya kembali mengutus Romo Vikjen Keuskupan Tanjung Karang bersama tiga imam diosesan senior untuk misi kemanusiaan mengunjungi dan menengok Fr. Leo Wiyadi di Njali,” terang Bapak Uskup.

Fr Leo Wiyadi ortu by dok kel
Kedua orangtua kandung Fr. Leo Wiyadi di kampung halaman. (Dok. Keluarga)

Memanglah, kata Bapak Uskup,  kondisi fisik Fr. Leo Wiyadi sungguh memprihatinkan. Sangat kuat muncul  kesan  tidak ada harapan untuk bisa sembuh lagi dan kembali sehat, normal. Maka dari itu, ketika RS melepas pasien pulang karena semua dokter sudah angkat tangan lantaran tidak ada harapan kepastian bisa sembuh, maka Keuskupan merespon positif pihak keluarga untuk boleh merawat “anak” mereka di kampung halaman sendiri.

“Beberapa kali juga, para imam diosesan Keuskupan Tanjung Karang juga selalu menyempatkan diri menengok Fr. Leo Wiyadi dan keluarganya di Njali. Sungguh benar, hingga saat ini,  sudah 1,5 tahun Frater kami itu sudah koma dan tidak sadarkan diri,” kata Mgr. Harun.

Hingga malam ini, kelompok jaringan alumni Seminari Mertoyudan telah berinisiatif mengumpulkan dana kasih untuk bisa diberikan kepada keluarga Fr. Leo Wiyadi untuk membantu kebutuhan sehari-hari.

Ini persis harapan Sdr. Antonius KBY –alumnus Seminari Menengah Stella Maris di Bogor—yang telah merilis pernyataan sebagai berikut:

“Saudara-saudaraku seiman, Kami mewakili para imam dan frater, serta seluruh keluarga besar Alumni Seminari Menengah Stella Maris, Bogor, mohon bantuan doa untuk Frater Leo Wiyadi yang saat dalam keadaan koma selama 1,5 thn sejak kecelakaan di Lampung. (Koreksi Redaksi Sesawi.Net: di Pematang Siantar).”

“Frater Leo Wiyadi adalah lulusan Seminari Menengah Stella Maris angkatan masuk KPP thn 2002, dan merupakan frater Diosesan (praja) Keuskupan Tanjung Karang. Oleh keuskupan Tanjung Karang, frater Leo dikembalikan ke orangtuanya di Klaten, Jawa Tengah, dan dirawat oleh ibunya di rumah dengan segala kesederhanaan.”

(Koreksi Redaksi Sesawi.Net: Yang benar adalah Frater Leo dibawa pulang oleh keluarganya atas permintaan ibu kandungnya kepada Bapak Uskup dan atas pertimbangan kemanusiaan hal itu diberikan izin boleh merawat anaknya yang masih frater di keluarga asal mereka di kampung halamannya di Njali)

“Selain butuh doa untuk frater, Apabila, saudara2 ku hendak berziarah ke Jawa Tengah terutama ke Gua Maria Sendang Sriningsih, alangkah baiknya mampir ke rumah Frater Leo untuk menghibur dan membantu memberikan semangat hidup.”

“Rumah beliau di Dusun Gayamharjo, sangat dekat dengan Gua Maria Sendang Sriningingih di Njali. Para saudara bisa  bertanya ke masyarakat  sekitar sana, pasti mereka tahu. Bilang saja Frater Leo,  anaknya Pak Sudi.

“Kami keluarga besar Seminari Stella Maris telah mencoba membantu, dan kami harapkan kerelaan hati Bapak, Ibu, Saudara untuk juga  membantu, minimal mendoakan Frater Leo Wiyadi dalam Masa Prapaska ini. Semoga kerelaan hati Bapak, Ibu, dan saudara untuk Frater Leo,adik angkatan kami ini, mendapatkan kasih dan mujizat dari Kristus. Terima kasih telah membaca pesan kami ini, dan boleh disebarkan kepada saudara seiman. Berkah Dalem. A/n Seluruh Alumni Seminari Stella Maris Bogor.”

Naskah aslinya kami edit sedikit untuk kepentingan perbaikan ragam bahasa dan tertib berbahasa  Indonesia yang baik dan benar.

Kredit: Fr. Leo Wiyadi Pr tergolek di rumahnya di Gayamharjo, Njali. (Dok. Pribadi Uskup Tanjung Karang Mgr. Yohanes Harun Yuwono)

 

40 COMMENTS

  1. Mohon info mengenai nomor rekening apabila ingin menyumbang untuk keperluan Frater Leo Wiyadi.
    Terima kasih.
    Tuhan memberkati.

      • P Mathias, knp norek utk sumbangan dijapri? Bukankah sebaiknya dipublikasikan? Supaya semua orang yg mau sumbang, tidak perlu tanya2 lagi? Tolong di info ya norek nya. Tx.

        • Rekening Paguyuban Sesawi

          Mereka yang berminat ingin berdonasi melalui Sesawi.Net, silakan melakukan transfer ke rekening Paguyuban Sesawi (Sesama Sahabat Warga Ignatian) dengan menulis pada subject berita: Donasi Fr. Leo untuk keperluan pencatatan administrasi.

          Paguyuban Sesawi adalah komunitas alumni para mantan frater/pastor/bruder anggota Ordo Serikat Yesus (Jesuit) Provinsi Indonesia. Para anggota Paguyuban Sesawi sering menyebut diri sebagai Sesawier (s) dan tentunya mereka adalah para mantan frater, bruder, imam/pastor Jesuit yang pernah mendapatkan pendidikan Latihan Rohani (Retret Agung 30 Hari) di Novisiat SJ Girisonta, Karangjati, Ungaran, Jateng.

          Adapun rekening resmi Paguyuban Sesawi telah terdaftar atas nama dua orang yakni Liliana Wiyono dan Marcus Chrisinus Sunarto sbb:

          BCA KCP Menara Palma Jakarta
          Norek: 5425 061 761
          a/n Liliana Wiyono – Marcus Chrisinus Sunarto

  2. Syaloom.. Tuhan memberkati..
    Pak, mamah minta tolong kirim no hp keluarga frater Leo yg bisa d hubungi. Mamah mau berdoa ke telinga frater Leo lewat hp. Krna mamah sring mendoakan orang yg koma lewat hp.. Puji Tuhan orang yg d doakan mamah d selamatkan oleh Yesus. krna tiada yg mustahil bagi Yesus. Semoga Yesus dan Bunda Maria menjamah frater

  3. Fyi: kl memungkinkan DATA MEDIS fr Leo Wiyadi boleh dikonsultasikan ke dr Bagaswoto di bag radiologi intervensi RS dr Sarjito. Karena disana DSA teori temuan dr Terawan bisa dilakukan. Siapa tau harapan/mujijat bisa terjadi.Konsultasi saja kl sm dr Terawan di Jakarta gratis. Semoga bermanfaat

  4. Bisa minta no rekening bank sehingga saya bisa mentransfer uang guna utk sedikit membantu ekonomi keluarga fr. Leo Wiyadi Pr, salam… Gbu

  5. Patoki Ndalem itu pecahan dari paroki Wedi Klaten. Memang secara teritorial Desa Gayamharjo itu masuk kecamatan prambanan Sleman DIY.tapi akses masuk ke wilayah itu memang paling memungkinkan lewat Pandansimping, nDalem Gantiwarno Kab Klaten.demikian keterangan tambahan.

  6. Dokter itu tidak boleh pesimis..tugsnya membantuh orng sakit…sembuh tidaknya tergantung kehendak Tuhan yg penting sebagai dokter mereka harus berusaha melakukan apa yg harus mereka lakukan…!!! dn sebagai umat percaya kita kuatkan dgn doa…sebenarnya apa yg mustahil bagi Tuhan… Harusnya jgn membuat situasi pada keputusasaan…percuma kita pengimani Tuhan kita Yesus Kristus Dong…Tuhan Yesus dokter yg hebat jdi mari kita Percaya dgn sepenuh hati dan berusaha…kalo tidk sembuh dan harus menigglkan Dunia itu sdh kehendak TUhan…tapi selama masiih bernapas kita harus terus percaya ka bisa sembuh karena Tuhan itu Penuh kasih..

  7. Dear Bapa / romo / frater bisa minta nomor rekening koordinator dari seminari mertoyudan. Turut prihatin. Mari bersama2 kita doakan untuk Frater Leo dan keluarga agar diberi ketabahan dan semangat. Terima kasih. Tuhan memberkati

  8. Saya memiliki keyakinan yang kuat bahwa pada waktunya Allah kita Yesus Kristus akan berkenan menyembuhkan beliau. Dalam keterpurukan seperti itulah Kemuliaan Allah akan dinyatakan Puji Tuhan amin.

      • Rekening Paguyuban Sesawi

        Mereka yang berminat ingin berdonasi melalui Sesawi.Net, silakan melakukan transfer ke rekening Paguyuban Sesawi (Sesama Sahabat Warga Ignatian) dengan menulis pada subject berita: Donasi Fr. Leo untuk keperluan pencatatan administrasi.

        Paguyuban Sesawi adalah komunitas alumni para mantan frater/pastor/bruder anggota Ordo Serikat Yesus (Jesuit) Provinsi Indonesia. Para anggota Paguyuban Sesawi sering menyebut diri sebagai Sesawier (s) dan tentunya mereka adalah para mantan frater, bruder, imam/pastor Jesuit yang pernah mendapatkan pendidikan Latihan Rohani (Retret Agung 30 Hari) di Novisiat SJ Girisonta, Karangjati, Ungaran, Jateng.

        Adapun rekening resmi Paguyuban Sesawi telah terdaftar atas nama dua orang yakni Liliana Wiyono dan Marcus Chrisinus Sunarto sbb:

        BCA KCP Menara Palma Jakarta
        Norek: 5425 061 761
        a/n Liliana Wiyono – Marcus Chrisinus Sunarto

  9. Turut berdoa, semoga Frater Leo cepat sembuh. Mohon diberikan nomor Rekening biar kita ikut berpartisipasi meringankan beban keluarga Frater Leo. Mks.

    • Rekening Paguyuban Sesawi

      Mereka yang berminat ingin berdonasi melalui Sesawi.Net, silakan melakukan transfer ke rekening Paguyuban Sesawi (Sesama Sahabat Warga Ignatian) dengan menulis pada subject berita: Donasi Fr. Leo untuk keperluan pencatatan administrasi.

      Paguyuban Sesawi adalah komunitas alumni para mantan frater/pastor/bruder anggota Ordo Serikat Yesus (Jesuit) Provinsi Indonesia. Para anggota Paguyuban Sesawi sering menyebut diri sebagai Sesawier (s) dan tentunya mereka adalah para mantan frater, bruder, imam/pastor Jesuit yang pernah mendapatkan pendidikan Latihan Rohani (Retret Agung 30 Hari) di Novisiat SJ Girisonta, Karangjati, Ungaran, Jateng.

      Adapun rekening resmi Paguyuban Sesawi telah terdaftar atas nama dua orang yakni Liliana Wiyono dan Marcus Chrisinus Sunarto sbb:

      BCA KCP Menara Palma Jakarta
      Norek: 5425 061 761
      a/n Liliana Wiyono – Marcus Chrisinus Sunarto

      • Rekening Paguyuban Sesawi

        Mereka yang berminat ingin berdonasi melalui Sesawi.Net, silakan melakukan transfer ke rekening Paguyuban Sesawi (Sesama Sahabat Warga Ignatian) dengan menulis pada subject berita: Donasi Fr. Leo untuk keperluan pencatatan administrasi.

        Paguyuban Sesawi adalah komunitas alumni para mantan frater/pastor/bruder anggota Ordo Serikat Yesus (Jesuit) Provinsi Indonesia. Para anggota Paguyuban Sesawi sering menyebut diri sebagai Sesawier (s) dan tentunya mereka adalah para mantan frater, bruder, imam/pastor Jesuit yang pernah mendapatkan pendidikan Latihan Rohani (Retret Agung 30 Hari) di Novisiat SJ Girisonta, Karangjati, Ungaran, Jateng.

        Adapun rekening resmi Paguyuban Sesawi telah terdaftar atas nama dua orang yakni Liliana Wiyono dan Marcus Chrisinus Sunarto sbb:

        BCA KCP Menara Palma Jakarta
        Norek: 5425 061 761
        a/n Liliana Wiyono – Marcus Chrisinus Sunarto

    • Rekening Paguyuban Sesawi

      Mereka yang berminat ingin berdonasi melalui Sesawi.Net, silakan melakukan transfer ke rekening Paguyuban Sesawi (Sesama Sahabat Warga Ignatian) dengan menulis pada subject berita: Donasi Fr. Leo untuk keperluan pencatatan administrasi.

      Paguyuban Sesawi adalah komunitas alumni para mantan frater/pastor/bruder anggota Ordo Serikat Yesus (Jesuit) Provinsi Indonesia. Para anggota Paguyuban Sesawi sering menyebut diri sebagai Sesawier (s) dan tentunya mereka adalah para mantan frater, bruder, imam/pastor Jesuit yang pernah mendapatkan pendidikan Latihan Rohani (Retret Agung 30 Hari) di Novisiat SJ Girisonta, Karangjati, Ungaran, Jateng.

      Adapun rekening resmi Paguyuban Sesawi telah terdaftar atas nama dua orang yakni Liliana Wiyono dan Marcus Chrisinus Sunarto sbb:

      BCA KCP Menara Palma Jakarta
      Norek: 5425 061 761
      a/n Liliana Wiyono – Marcus Chrisinus Sunarto

  10. Maaf saya mau bertanya akibat dari kecelakaan yg menjadikan fr Leo menjadi koma.
    Yg saya tanyakan sakit apa yg di derita fr Leo akibat dari kecelaan yg menyebabkan koma..
    Terima kasih

    • Rekening Paguyuban Sesawi

      Mereka yang berminat ingin berdonasi melalui Sesawi.Net, silakan melakukan transfer ke rekening Paguyuban Sesawi (Sesama Sahabat Warga Ignatian) dengan menulis pada subject berita: Donasi Fr. Leo untuk keperluan pencatatan administrasi.

      Paguyuban Sesawi adalah komunitas alumni para mantan frater/pastor/bruder anggota Ordo Serikat Yesus (Jesuit) Provinsi Indonesia. Para anggota Paguyuban Sesawi sering menyebut diri sebagai Sesawier (s) dan tentunya mereka adalah para mantan frater, bruder, imam/pastor Jesuit yang pernah mendapatkan pendidikan Latihan Rohani (Retret Agung 30 Hari) di Novisiat SJ Girisonta, Karangjati, Ungaran, Jateng.

      Adapun rekening resmi Paguyuban Sesawi telah terdaftar atas nama dua orang yakni Liliana Wiyono dan Marcus Chrisinus Sunarto sbb:

      BCA KCP Menara Palma Jakarta
      Norek: 5425 061 761
      a/n Liliana Wiyono – Marcus Chrisinus Sunarto

  11. Turut mendoakan supaya Fr Leo mendapat mukjijat dan Tuhan. Bagi Tuhan tak ada yg tak mungkin.
    Minta info ni rekening nya

    • Rekening Paguyuban Sesawi

      Mereka yang berminat ingin berdonasi melalui Sesawi.Net, silakan melakukan transfer ke rekening Paguyuban Sesawi (Sesama Sahabat Warga Ignatian) dengan menulis pada subject berita: Donasi Fr. Leo untuk keperluan pencatatan administrasi.

      Paguyuban Sesawi adalah komunitas alumni para mantan frater/pastor/bruder anggota Ordo Serikat Yesus (Jesuit) Provinsi Indonesia. Para anggota Paguyuban Sesawi sering menyebut diri sebagai Sesawier (s) dan tentunya mereka adalah para mantan frater, bruder, imam/pastor Jesuit yang pernah mendapatkan pendidikan Latihan Rohani (Retret Agung 30 Hari) di Novisiat SJ Girisonta, Karangjati, Ungaran, Jateng.

      Adapun rekening resmi Paguyuban Sesawi telah terdaftar atas nama dua orang yakni Liliana Wiyono dan Marcus Chrisinus Sunarto sbb:

      BCA KCP Menara Palma Jakarta
      Norek: 5425 061 761
      a/n Liliana Wiyono – Marcus Chrisinus Sunarto

  12. Fr.Leo..Tuhan tau engkau mau melayani Dia…Pasti Dia akan memberikan kesembuhan itu…Kami akan mendoakanmu…TUHAN YESUS SELALU MEMBERIKAN YANG TERBAIK BUATMU FRATER. BUNDA MARIA AKAN SELALU MENJADI IBUMU MENEMANIMU DALAM SAKITMU

  13. Smg Allah Bapa yg berbelas kasih memberikan mukjizat dan pertolongan untuk Fr Leo dan dimudahkan serta diringankan beban keluarga yang sedang merawatnya.Api cinta dari kami Umat Katolik yang selalu mendoakan untuk yang terbaik.Berkah Dalem

  14. Pak Mathias , bagaimanakah saya bisa menghubungi saudara/saudari Romauli.
    Saya membutuhkan bantuannya.
    Terima kasih

    God Bless Frater Leo

  15. saya rasa pihak gereja mau membantu maksimal buat fr.LEO…apapun kondisinya gereja jangan diam….jangan pas senang dan berguna bagi gereja di subyo2…begitu ada masalah sebagai contoh fr.leo di abaikan….JANGANLAH AJARAN KASIH HANYA SEBATAS MULUTTTTTTTTTT,

    • fr leo sudah membaik.
      arah sendang sriningsih sbb: dari Yogya menuju Solo akan melewati 1. candi prambanan dan kemudian jembatan pandan simping.
      selepas jembatan, maka 500 meter ke depan sebelah kanan akan ada papan petunjuk lalin menuju Sendang Sriningsih.
      Ikuti jalur itu sampai mentok abis menuju gunung.
      Ada dua jalur dekat pasar: kanan menuju sendang sriningsih, kiri menuju rumah leo wiyadi
      tanyakan penduduk di situ maka semua tahu lokasinya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here