163 Tahun Kongregasi Imam Misionaris Hati Kudus (MSC)

0
700 views
Biara MSC Karombasan di Manado, Sulut. (Ist)

PADA tanggal 8 Desember 1854, Paus Pius ke IX mengumumkan dogma Maria Dikandung tanpa Dosa aAsal (Maria Immaculata Conceptio). Paus Pius IX menulis pada awal Constitutio Apostolica untuk mengumumkan dogma tersebut sbb:

Allah yang tak terselami (yang jalan-Nya adalah penuh kasih dan kebenaran, yang kehendak-Nya adalah mahakuasa dan yang kebijaksanaan-Nya menjangkau dari kekal sampai kekal, dan yang mengatur segala-sesuatu begitu indahnya)  yang telah melihat dalam keabadian keadaan yang memelas dari seluruh umat manusia yang diakibatkan oleh dosa Adam, telah menetapkan, dengan rencana-Nya yang tersembunyi selama berabad–abad, untuk menyempurkan karya-Nya yang pertama yang penuh kebaikan itu dengan suatu misteri yang lebih mengagumkan lagi melalui Penjelmaan Sang Sabda.

Hal ini ditetapkan-Nya agar supaya manusia yang telah menyimpang dari rencana belas kasih Allah dengan melakukan dosa akibat godaan setan yang jahat, tidak binasa; dan agar supaya apa yang telah hilang akibat dosa Adam akan diperbarui secara lebih mulai oleh Adam Kedua. Sejak awal mula, bahkan sebelum adanya waktu, Allah Bapa yang kekal telah memilih dan mempersiapkan bagi Putera Tunggal-Nya yang terkasih, seorang ibu yang melaluinya Putera Allah akan menjelma, dan yang darinya, dalam kegenapan waktu, Ia akan lahir ke dalam dunia ini. Allah telah mengasihi dia melebihi segala ciptaan dan Allah sangat berkenan kepadanya secara istimewa. Oleh karena itu, Allah melimpahkan berkatnya kepadanya jauh melampaui segala malaekat dan orang kudus yang dicurahkan kepada sang ibu ini dari kemurahan ilahi-Nya bahwa ia dibebaskan dari segala noda dosa, ia bersih dan sempurna, memiliki kepenuhan kesucian dan kekudusan, yang tidak mungkin kita pahami sepenuhnya.

(Given at St. Peter’s in Rome, the 8th  day of December, 1854, in the 8th year of our pontificate).

Pater Jules Chevalier, pendiri Kongregasi MSC. (Ist)

Pastor Jules Chevalier

Rencana pengumunan dogma itu sudah diketahui sebelumnya oleh seluruh Gereja di Eropa sehingga seorang imam praja dari Keuskupan Agung Bourges yang bernama P. Jules Chevalier Pr memulai suatu Novena 9 hari sebelum pengumunan dogma itu.

Tepat pada tanggal 8 Desember,  Jules Chevalier bersama temannya Emile Maugenest menyelesaikan novena itu.

Novena tersebut ditujukan kepada Bunda Maria yang akan diberikan gelar Maria Immaculata oleh Paus Pius IX itu, dengan maksud Jules Chevalier akan mendirikan sebuah tarekat yang akan diberi nama Misionaris Hati Kudus. Dan kalau tarekat itu berhasil didirikan, maka Maria akan diberi gelar oleh Chevalier dan tarekatnya sebagai Maria Bunda Hati Kudus.

Dan menurut Sang Pendiri MSC, yang bermana P. Jules Chevalier itu, maka tanggal 8 desember 1854 itu Tarekat MSC mulai berdiri.

Dan tahun 2017  ini adalah HUT Tarekat yang ke 163.

Namun kalau dipikir secara logis, selesainya novena itu pasti belum ada tarekat MSC, karena Pastor Chevalier Pr dan Pastor Muagenest Pr masih harus menjalani tahun novisiat selama satu tahun dan pada akhir tahun itu mengucapkan profesi religius sebagai MSC, dan saat itulah baru ada Kongregasi MSC dengan anggota dua orang itu.

Romo Paulus Pitoy MSC. (Ist)

Tetapi Pater Pendiri mengatakan bahwa Tarekat MSC berdiri ketika pada akhir Novena itu ada tanda nyata dari surga sebagai jawaban atas Novena kepada Bunda Maria. Itu karena saat itu pula datanglah seorang yang membawa sejumlah uang yang cukup untuk memulai sebuah karya misi di Issoudun, kampung dan paroki tempat mereka berada.

Hari kemarin,  para anggota MSC di mana pun berada mengadakan perayaan Ulang Tahun Tarekat. Saya  ikut perayaan di Biara MSC Karombasan yang di hadiri oleh Bapak Uskup Manado, Mgr. Benedictus Rolly Untu MSC dan Uskup Emeritus Mgr. Josef Suwatan MSC yang tinggal di biara itu.

Misa dipimpin oleh Asisten General dari Indonesia P. Paulus Pitoy MSC.

Sebelum misa diadakan refleksi bersama dengan membaca Surat dari Pemimpin Umum yang baru terpilih bulan September lalu, Pastor Absalon dari Amerika Tengah. Dan sesudah misa, makan bersama, dengan minum anggur merah yang dibawa oleh Uskup Rolly.

Dirgahayu Tarekat MSC

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here