SHARE

Sebagai  orangtua, pernahkah Anda sebentar melakukan pemeriksaan batin khusus atas tingkah laku anak yang menyebalkan? Coba ingat kembali pengalaman saat anak membuat kita jengkel. Setelah diingat, didengar, dilihat, dan dirasakan dalam hati, mati satu persatu, rasakan semua perasaan yang muncul.

Pemeriksaan batin pada dasarnya membiarkan “sapaan” Tuhan lewat hati kita. Namun tidak ada salahnya kita belajar dari buku tentang pengalaman orang tua yang lain tentang pendidikan anaknya. Pengetahuan itu berfungsi mempersiapkan munculnya “sapaan “ Tuhan saat pemeriksaan batin. Pengetahuan itu dapat menjadi “mesin pengingat” akan pengalaman kita sendiri dalam mendampingi anak.  Nah, pengetahuan apa yang bisa memperkaya wawasan kita untuk melakukan pemeriksaan batin khusus itu?

Salah satu pengetahuan yang dapat memperkaya kita ditulis oleh Ayah Edy, dalam bukunya “Mendidik anak zaman sekarang ternyata mudah lho …. (asalkan tahu caranya)” (2008). Ayah Eddy memberikan daftar panjang pandangan orang tua terhadap anaknya. Berikut adalah hasil “jajak pendapat” pada orangtua yang ia lakukan dalam sebuah workshop. Menurut pandangan orang tua, anak-anak dilihat sebagai berikut:

·         Nakal

·         Tukang jajan

·         Gak nurut

·         Males belajar

·         Suka ngambek

·         Suka maksa dibelikan sesuatu

·         Suka teriak-teriak

·         Suka bertengkar, rebutan, atau pukul-pukulan

·         Suka membantah dan banyak alasan

·         Susah makan

·         Susah tidur atau suka tidur malam

·         Nggak bisa diam

·         Maunya main terus

·         Senangnya main game atau nonton TV

·         Tidak mau bantu orang tua

·         Manja atau tidak mandiri

·         Suka menyuruh atau memerintah

·         Tidak bisa mengerti kesulitan orangtua

Daftar ini dapat membantu kita mengingat kejengkelan dan kemarahan kita sebagai respons atas “kenakalan” anak-anak. Untuk selanjutnya, pengalaman itu akan kita olah demi perkembangan kita dan anak-anak.

Nah, Litani “kenakalan anak” ini dapat membantu kita sebagai orang tua untuk mengingat peristiwa apa saja yang perlu kita renungkan. Hal itu membantu kita menghadirkan kembali peristiwa “kejengkelan” kita terhadap anak dan melakukan pemeriksaan batin khusus. Tentu itu semua dilakukan untuk kebaikan anak dan kita. Mau coba?

2 COMMENTS

  1. pengalaman saya n anak menjelang tidur bercerita kejadian hari ini, pengalaman menyenangkan dan tidak, lalu kami bawa dlm doa bersama keinginan atau penyesalan kami. puji Tuhan anak saya tergolong yg gampang diberi pengertian. kenakalan kecil dan berulang2 ada sih namanya juga anak2, tapi kami niatkan belajar tiap hari untuk menjadi semakin baik.
    tq pak mispan.

  2. Syukur pada Tuhan ibu mempunyai kebiasaan bagus dalam pemeriksaan diri bersama anak. Semoga kebiasaan bagus ini berlangsung terus dan semakin mendewakan, baik untuk anak maupun untuk seluruh keluarga. GBU.

LEAVE A REPLY