70 Umat Paroki Bongsari Semarang Semangat Ikuti KEP

By on February 16, 2012 | 814 views
bongsari1

SYUKUR kepada Allah yang Maha Pengasih, setelah digodok selama hampir tiga (3) bulan, akhirnya Paroki  St. Theresia  Bongsari di Semarang  berhasil mengumpulkan 70 orang dari berbagai wilayah di paroki asuhan romo-romo Yesuit di Semarang Barat mengikuti Kursus Evangelisasi Pribadi (KEP). Retret perutusan diselenggarakan sebagai penutup dari serangkaian acara KEP yang dipimpin oleh Romo Maryono SJ.

Ini merupakan program kelanjutan KEP angkatan pertama yang pernah diadakan tahun 2010.

Awalnya,  panitia sempat mencemaskan jumlah peserta. Mungkinkah melaksanakan KEP dengan peserta yang hanya 30 orang? Pertanyaan itu kami jawab tegas: bahkan kalau pesertanya hanya berjumlah tidak lebih dari 30, kursus evangelisasi pribadi ini tetap akan dilaksanakan.

Akhirnya, ketika “hari-H” tiba ternyata tercatat 70 orang dipastikan ikut berpartisipasi dalam program kegiatan paroki bertajuk KEP ini.  Pertemuan  pertama  dihadiri lebih dari 70 pesera. Kendati demikian, dari peserta terdengar ungkapan ungkapan.

“Nanti tidak bisa 100 % hadir karena banyak kegiatan lainnya. Sekarang lagi musim hujan, bagaimana nanti sore kalau hujan?  Ruangan pasti akan panas karena  tidak berAC. Peserta tidak mau ikut ujian, peserta usia menjelang 80 tahun keberatan ujian tertulis, karena mata sudah susah membaca” adalah litani keluhan yang sempat saya dengar dan terima.

Pokoknya,  segudang keberatan yang intinya tidak mau 100 % mengikuti.

Namun dalam perjalanan kursus, semua bertolak belakang. Banyak peserta berusaha 100 % hadir.  Ada seorang bapak mengatakan, ketika berangkat dengan sepeda motor ternyata rintik-rintik hujan. “Saya berdoa semoga hujan baru akan mulai  ketika saya  saya sudah sampai di kelas,” tulis seorang peserta.

Ruangan yang semula belum ber AC malah mendapat sumbangan 8 PK AC dari umat yang berhati dermawan. Peserta yang menjelang 80 tahun ternyata mau ikut ujian, menjuarai kunjungan keluarga lebih dari 10 tempat, 100 % hadir bahkan pada retret ini menjadi salah seorang yang memberikan sharing tentang kegembiraan dan semangat yang ia peroleh.

Retret penutupan ini dipimpin Romo Maryono SJ. Retret penutupan berlangsung di Rumah Retret Gedanganak, Ungaran Selatan.

Photo credit: Bapak Burhan, Paroki Bongsari Semarang.

Print Friendly

avatar

About Martin Teiseran

Alumnus ATMI Solo angkatan pertama tahun 1970. Pernah merintis karir sebagai guru PNS di Atambua dan kemudian aktif di dunia otomotif dan menulis artikel otomotif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>