Foto “Hosti Berdarah” di Gereja Kidul Loji Yogyakarta (2)

By on April 20, 2012 | 13,765 views
KL

KEMBALI kami haturkan ke hadapan sidang pembaca beberapa jepretan foto hasil bidikan seorang romo (pastur) yang tengah bertugas pastoral di Yogyakarta.

Redaksi Sesawi.Net dan Paguyuban Sesawi juga menghaturkan banyak terima kasih atas budi baik pastur ini atas izinnya boleh menyeringkan jepretannya di lingkup internal Sesawier.

—————————————————————————————————————————————————————-

 

 

 

Photo credit: Heel

Link:

Foto “Hosti Berdarah” di Gereja Kidul Loji Yogyakarta (1)

“Hosti Berdarah” di Gereja Santo Fransiskus Xaverius Kidul Loji, Yogyakarta

Perayaan Iman itu Bernama Adorasi Ekaristi

Print Friendly

avatar

About Mathias Hariyadi

@MHSesawiNet http://mytitch.blogspot.com; http://kbkkindonesia.com mhariyadi@sesawi.net mhariyadi@yahoo.com

8 Comments

  1. avatar

    ignatius

    April 21, 2012 at 14:10

    CARA MENERIMA KOMUNI DENGAN LIDAH

    Sebagaimana dianjurkan Bapa Suci Paus Benedictus XVI agar menerima komuni dengan lidah dan berlutut, ternyata cara ini belum dapat dilaksanakan kecuali pada misa di Vatican, di mana umat yang menerima komuni langsung dari Sri Paus pelaksanaannya ternyata dengan berlutut dan dengan menggunakan lidah. Hal ini dapat dilihat pada perayaan misa baik Paskah maupun Natal di televisi. Kenapa sampai saat ini cara seperti ini di Indonesia tidak dijalankan, bahkan sering umat yang menghendaki menerima komuni dengan lidah sering ditolak dengan kasar. Contohnya pernah terjadi pada misa kudus di Gereja Kidul Loji Yogyakarta. Sebagai akibatnya terjadi pelecehan terhadap komuni kudus/sakramen Maha Kudus oleh seorang imam setempat. Apakah ini ada nhubungannya dengan peristiwa hosti berdarah yang terjadi di Gereja Kidul Loji? yang artinya periatiwa sakral penerimaan komuni kudus tidak dijalankan dengan pantas/ tidak dihormatinya sakramen Maha Kudus.Apalagi juga sering terjadi KETERLAMBATAN misa, bahkan pernah terjadi Misa pertama hari Minggu terlambat 15 menit??? Maka marilah kita bertobat, terutama sekali untuk Gereja Franxiscus Xaferius Kidul Loji Yogyakarta.
    Mengapa tubuh Kristus terluka dan harus disalibkan lagi? Marilah kita memuliakan dan menghormati tubuh Kristus.

    • avatar

      zaura

      February 11, 2013 at 12:59

      @Pak Ignatius : betul sekali pak…memang seharusnya menerima komuni adalah melalui lidah dan berlutut. saya juga baru tau akhir2 ini dan sayang sekali hal ini tidak diterapkan di gereja2 katolik saat ini di Indonesia. Padahal cara menerima komuni dilidah dan berlutut adalah benar. Dan dari peristiwa tsb Yesus sebenarnya sedang memberi peringatan… sekali lagi, Tubuh Kristus adalah suci… hanya bisa berdoa kiranya Allah memberikan pencerahan akan hal ini

  2. avatar

    thomassaptohardono

    April 21, 2012 at 21:37

    Waduhhh…pelecehan Sang Maha Kudus Oleh Imam ???? Kapan ya kejadiannya, oleh Romo siapa ya ? ..Kok bisa ya tersimpan begitu rapat, trus bentuk pelecehannya seperti apa ya ?. Saya warga paroki ST FX Kidul loji, belum pernah mendengar “berita” tsb. Coba kutanya pada rekan rekan di lingkungan lain , juga pada belum denger tuh. Apa sedemikian katroknya warga paroki ini. Ada berita sedemikian hebat tidak mendengar, sangat kacian bener. DUH KATROKNYA. Padahal untuk berita ” jatuhnya tubuh Yesus yang berdarah” di gereja ST FX Kidul loji dengan cepat beredar di internet/Facebook.Sementara sang prodiakon,-mas Sadmoko- yang memberikan hosti kepada remaja yang sedang mempersiapkan sakramen Krismanya, belum bercerita banyak, baru kepada beberapa bapak di Dewan Paroki. Artinya sangat sulit menutupi adanya kejadian pelecehan hosti kudus.So, saya kok meragukan adanya peristiwa tsb. Terkecuali kalo kejadian tsb. terjadi sebelum saya lahir, dan orang orang tua yang yang mengetahui sudah pada wafat.
    Pada banyak misa harian maupun hari besar,terutama-orang luar daerah dan orang yang sudah sepuh- yang menerima komuni dengan lidah langsung jugs dilayani dengan baik tuh. Rasanya para diakon dan prodiakon tidak diajarkan untuk menolak memberikan komuni langsung ke lidah.Perasaanku ANEH AJA kalo ada petugas yang menolak, apalagi dengan KASAR. Bagiku : NO WAY. Penghormatan terhadap Hosti Kudus sudah diajarkan sejak dini di gereja ini.Buktinya ketika anak kecil yang meraung raung minta hosti seperti yang dimakan ibunya, ketika dimintakan hosti yang belum diberkati, tidak diberi.TIDAK BOLEH.Ini bentuk penghormatan kepada Hosti, yang tidak boleh diberikan kepada orang yang tidak berhak, kepada sembarang orang, hosti betul betul dijaga kehormatanNYA
    Tentang pertobatan, sejak dini juga sudah diajarkan di gereja ini.Para romo romo Yesuit dulu sangat akrab dengan umatnya.Ketika omong omong ujung ujungnya adalah : Mau mengaku dosa nggak ?. Yuk saya tunggu di ruang pengakuan dosa atau di kamar saya. Lagi lagi umat diajarkan untuk bertobat.Tradisi pertobatan juga terus diajarkan oleh romo romo Projo sekarang ini.Jadi untuk tradisi PERTOBATAN…JALAN TERUS.
    Mengenai keterlambatan…aduh, romo juga manusia yang punya rasa cape karena padatnya acara. ITU SANGAT MANUSIAWI. jangan karena keterlambatan sekali, dijadikan alasan PENYEBAB “yesus terjatuh kesekian kali” di gereja ST FX Kidul Loji Yk.
    Khusus ajakan untuk bertobat bagi GEREJA SANTO FRANSIKUS XAVERIUS YOGYAKARTA saya sebagai salah satu umatnya sangat mendukung dan menyambut dengan lapang dada dan bersuka ria, karena YESUS TELAH BERKENAN HADIR dan MEMILIH GEREJA SANTO FRANSISKUS XAVERIUS YOGYAKARTA sebagai tempat untuk menunjukkan KARYA NYATANYA. TUBUH DAN DARAHNYA TELAH DITAMPAKKAN DIHADAPAN UMATNYA…Berbahagialah orang yang mendengar, melihat dan percaya. Namun berbagialah orang yang baru mendengar tapi percaya.BUANGLAH KERAGUAN DAN SYAK WASANGKA. Yesus memang low profile and Cool. Berkarya ditempat yang tidak diduga oleh manuasia. Manusia Istimewa berkarya di tempat istimewa, gereja tua di Daerah Istimewa Yogyakarta. Salam dan Berkah Dalem untuk Saudara saudara seiman dalam Kristus , Amin,

  3. avatar

    Adri

    April 28, 2012 at 16:57

    Renungan saya Jesus harus jatuh untuk kesekian kalinya bukan hanya di gereja Kidul Loji saja di paroki saya juga pernah atau mungkin diparoki lain juga .Saya berhrap hl itu tidak terulang lgi.

  4. avatar

    Anastasia Reni Widyastuti

    May 1, 2012 at 12:07

    Menerima komuni dengan berlutut dan langsung diberikan ke mulut/lidah, sudah pernah dilakukann di Paroki St.Yusup Ambarawa, tapi itu dulu. Saya lupa sampai kapan hal itu dilaksanakan. Jadi Umat berlutut di depan Altar yang telah tersedia meja panjang dan Pastor membagi Hosti. Saat ini menerima hosti dengan tangan dan sambil berdiri, menurut pendapat saya adalah merupakan hal yang sesuai dengan perkembangan makin banyaknya umat katolik. Sehingga Pastor dibantu Prodiakon untuk membagikan hosti. Kalau model lama dipertahankan dikhawatirkan Pastor kecapekan dan waktunya juga lama. Dengan cara apapun kita menerima hosti yang penting adalah sikap menghormati Hosti tersebut. Amin.

  5. avatar

    Robertus Mon

    May 17, 2012 at 22:11

    Kita sebagai pengikut KRISTUS,tidak usah bingung-bingung,tidak perlu untuk dikomentari,inilah itulah, sebab apa yang terjadi di gereja katolik FRANSISKUS Loji,merupakan kehendak ALLAH sendiri yang dinyatakan dalam diri YESUS berupa ROTI.Tinggal kita sendiri bagaimana menyikapi atas MIJIZAT itu.B E R T O B A T ????? ATAU…..?????

  6. avatar

    felix

    June 11, 2012 at 12:17

    saya pernah komuni juga di SaintAntonius Kt.Baru,juga dgn lidah dan juga “tidak diperbolehkan”, scr teknis tangan saya mmg kotor, sebab tdak smpat cuci tangan di toilet gereja kotabaru, karena buru2, motor sempat mogok juga sebelum brangkat ke gereja dr rmh kami. Lho? kok malah disuruh sm salah satu prodiakon…seorang bapak-bapak Prodiakon waktu itu katanya”Mas tangan saja, mas, pake tangan saja mas….” yo wis to yo…tanganku reged, malah kena Hostinya juga….yo wis…sambil dlm hati aku berdoa…”Yesus, sory yo…mohon ampun tenan aku…tanganku reged, tapi malah Prodiakonnya nesu, karena aku ga pakai tangan pas menyambut TubuhMU…yo wis nek aku pancen keliru dan DOSA,…aku mohon pengampunan ya TuhanJesus…Amien” dah aku cuman berdoa sprti itu….

    Kadang banyak saudara-saudara seiman, hanya melihat/menilai/menghakimi oranglain dari “luar” saja, ya ini memang menjadi refleksi diri kita masing2. Tuhan Jesus saja tdk pernah menghakimi MariaMagdalena…kenapa kita yg ngaku-ngaku muridNYA sering kali menghakimi sesama kita, apalagi pas acara perayaan di Gereja…????

  7. avatar

    yohanes supandi

    November 7, 2013 at 23:29

    Tuhan yesus bukalah mata hatiku supaya mampu melihat dan mendengar pesan mukzijatmu…Amin..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>