Indonesian Youth Day 2012 di Sanggau, Kalbar: Ziarah Iman Menembus Batas (1)

By on November 2, 2012 | 2,385 views
Reuni Indonesian Youth Day di Sanggau

RASA haru bercampur bahagia dan bangga ketika mengetahui hasil SAGKI 2010 bahwa para uskup  menyetujui usulan  mengenai pelaksanaan Indonesian Youth Day bagi OMK seluruh Indonesia. Bahagia karena di bayangan saya begitu meriahnya perayaan kegembiraan pertemuan OMK ini dan bangga bahwa kami  terlibat dalam  rapat pleno anggota komisi kepemudaan KWI  yang di selenggarakan di Puncak tahun 2010 lalu, tepat sebelum SAGKI.

Pada saat itu kami semua: awam, romo, suster, dan pemerhati kaum muda sepakat bahwa perlunya kegiatan pertemuan nasional bagi OMK. Itu kalau harus mengingat bahwa begitu besar kerinduan OMK untuk    bisa berkumpul bersama saudara seiman dari seluruh Indonesia.

Pada saat itu juga, Keuskupan Sanggau, Kalimantan Barat bersedia  menjadi tuan rumah IYD 2012 yang baru  pertama kalinya diadakan di Indonesia. Dan memang benar, hasil sidang agung tsb memutuskan IYD 2012 akan dilaksanakan di Keuskupan Sanggau, Kalbar.

Dua tahun persiapan segera dilakukan. Salah satunya adalah mulai dibentuknya panitia nasional di KWI  dan panitia lokal di Sanggau. Memang tidak   mudah untuk melaksanakannya, berkomunikasi dengan  cara seperti ini. Akan tetapi nyatanya IYD dapat dilaksanakan dan sedang berlangsung dari 20-26 oktober 2012.

Ternyata jarak tidak menjadi kendala yang merintangi upaya untuk menggelar pertemuan massal ini.

Keuskupan Palangka Raya

Kami berasal dari Keuskupan Palangka Raya, sebuah keuskupan di Kalimantan Tengah dengan jumlah paroki sebanyak 22. Secara geografis Provinsi Kalteng berada di sebelah selatan Provinsi Kalbar. Kalau dilihat di peta sangat dekat, akan tetapi kenyataannya sungguh berbeda.

Tidak ada penerbangan langsung Palangka Raya-Pontianak. Semuanya harus melalui jalur transit. Ada yang transit di Jakarta dan ada juga yang di wilayah Kalteng itu sendiri tetapi penerbangannya hanya untuk hari-hari tertentu saja.

Jalur darat Palangka Raya sudah  bisa menembus hingga ke Pontianak. Hanya saja perlu memakan waktu lebih dari  2-3 hari perjalanan darat.

Persiapan IYD yang cukup lama selama hampir 2 tahun ini juga ternyata membuat kami di keuskupan was-was. Karena Romo Komkep yang mengikuti alur proses IYD ini dipindahtugaskan ke pulau lain. Sempat hopeless dan tak tahu harus bagaimana karena setelah itu Komkep kita sempat vakum.

Akhirnya sekitar 8 bulan sebelum IYD dilaksanakan atau awal tahun ini, Bapa Uskup memutuskan salah seorang Romo untuk  menjadi ketua Komkep yang baru.

Lalu mulailah kami menyebarkan informasi ini ke setiap paroki yang ada. Ternyata OMK kami begitu antusias hingga fixed  berjumlah 63 orang termasuk romo dan frater mendaftarkan diri untuk kegiatan ini.

Salib IYD 2012

Ada beberapa tahapan IYD yaitu pra IYD, IYD dan pasca IYD. Meskipun tidak maksimal tapi kami berusaha mengikuti proses dengan setia. Dalam pra IYD ada yang dinamakan Salib IYD.

Mengenai salib IYD ini, setiap keuskupan diwajibkan membuatnya dari bahan khas daerah setempat dan akan diberkati oleh Bapa Uskup.

Kemudian ada yang disebut Perutusan Salib IYD yaitu bahwa salib ini digulirkan dari paroki ke paroki lain. Mengingat kondisi geografis keuskupan dan waktu yang tidak memungkinkan dilaksanakannya Perutusan Salib IYD maka kami hanya bisa mengumpulkan OMK dari berbagai paroki di Katedral Santa Maria Palangka Raya untuk  mengikuti misa pemberkatan Salib IYD oleh Bapa Uskup.

Salib IYD Keuskupan Palangka Raya dari bahan rotan, di mana rotan merupakan produk khas daerah.

Jalur darat menuju Sanggau

Kami memutuskan mengikuti IYD melalui jalur darat.

Starting point di Keuskupan Palangka Raya pada tanggal 18 Oktober, namun beberapa paroki harus menempuh sehari lebih awal untuk sampai ke Palangka Raya. Perjalanan dilanjutkan menuju Nanga Bulik yang merupakan daerah perbatasan dengan Kalbar. Perjalanan ini memakan waktu normal 10-12 jam.

Start pukul 9 pagi dan sampai di tujuan pukul 9 malam. Selama perjalanan ini kami menjemput teman-teman paroki lain yang sejalur dengan arah perjalanan kami. Teman-teman dari paroki terdekat Nanga Bulik telah menunggu kami. Ketika datang kami disambut tarian-tarian, lagu-lagu oleh OMK dan umat Nanga Bulik.

Perasaan haru yang luar biasa menambah asupan semangat kami untuk berkumpul dan berjumpa teman-teman OMK seluruh Indonesia di Sanggau nantinya. Bertemu dengan saudara satu keuskupan saja begitu luar biasanya apalagi jika bertemu dengan saudara dari seluruh Indonesai?!

Tak dapat dibayangkan begitu meriahnya kebersamaan ini. (Bersambung)

Photo credit: Indonesian Youth Day 2012 (www.indonesianyouthday.net)

Artikel terkait: Indonesian Youth Day 2012 di Sanggau, Kalbar: Ziarah Iman Menembus Batas (2)

Print Friendly

avatar

About Lusia Natalia Dewi Darajati

Alumnus penerima beasiswa Yayasan Bhumiksara tahun 2005; karyawan Badan Pusat Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.

One Comment

  1. avatar

    Destry Daisy

    November 3, 2012 at 06:27

    Event IYD 1 sgt brkesan dihatiku scra pribadi, mulai dr panitia yg bgtu ramah menyambut para peserta IYD, t4 n para tuan rmh leave in yg bgtu antusias menyambut kami, smpai panitiax diSanggau yg begitu ramah menyambut kmi. Begitu indah n berkesan buat ibu2 yg sdh melayani kmi pd wktu makan. Yg sy sgt kagum , takjub krn para ibu2 mampu menyiapkn n menyajikan makanan buat kita peserta n panitia, klo bsa diberi penghargaan Rekor MuRi, hahahaha….Salut buat para panitia n peserta IYD 1 n semua yg sdh trlibat didlmx……Cayooo OMK…..100% Katolik 100% Indonesia….Ewako Makassar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>