Paus Minta Para Pemuka Agama Katolik “Turun” Layani Orang Miskin

By on August 2, 2013 | 1,239 views
paus fransiskus simpel berkati bayi

Paus Fransiskus meminta para pemuka agama katolik untuk meninggalkan wilayah nyaman dan kemapanannya, keluar dan melayani kaum miskin serta mereka yang memerlukan.

“Kita tidak bisa terus diam di dalam lingkungan umat, di dalam masyarakat ketika begitu banyak orang menantikan pewartaan,” katanya dalam kotbah pada misa di katedral Rio dalam kunjungannya ke Brasil.

Sejak terpilih sebagai Bapa Suci pada Maret lalu, sebagai Paus yang bukan orang Eropa dalam 1.300 tahun sejarah kepausan, Fransiskus memacu para pastor, biarawati dan uskup untuk mengurangi perhatian pada karir mereka di gereja tetapi lebih mendengar jeritan dan tangisan orang yang kelaparan baik material maupun spiritual.

“Tidak cukup dengan hanya membuka pintu untuk menyambut, tetapi kita harus melangkah keluar pintu dan menemui rakyat,” katanya.

Dikenal sebagai “Kardinal daerah kumuh” di negara asalnya Argentina karena kebiasaannya blusukan ke daerah kumuh dan mengunjungi orang miskin, Fransiskus menyerukan ajakan kepada para imam untuk keluar dan berada di antara umat yang memerlukannya.

“Adalah di ’favela’ dan ’vila miseria” kita mesti mencari dan melayani Kristus,” katanya mengutip mendiang Bunda Theresa dari Kalkuta yang menggunakan nama-nama Brasil untuk menyebut rumah-rumah gubuk.

Fransiskus menolak tempat tinggalnya di Vatikan di istana Apostolik dan memilih tinggal di rumah tamu Vatikan yang sederhana serta makan di ruang makan umum.

Jutaan orang Brasil menyaksikan Paus sejak kedatangannya pada Senin untuk menghadiri jambore Orang Muda katolik yang dikenal dengan Hari Orang Muda.

Dalam kotbahnya di Katedral moderen yang berbentuk kerucut itu Paus Fransiskus meminta para imam dan biarawati untuk memberikan layanan kepada mereka yang memerlukan di jalanan dan di lingkungan-lingkungan yang sulit.

“Marilah kita melaksanakan tugas pastoral yang diperlukan, dimulai di daerah pinggiran, tempat terjauh dan mereka yang biasanya tidak ke gereja,” katanya.

Pada Jumat malam di pantai Copacabana yang terkenal, Paus mendesak anak muda untuk ikut mengubah dunia, tempat dimana makananan dihambur-hamburkan sementara jutaan orang kelaparan, tempat dimana kekerasan rasial masih menghampiri manusia dan dimana politik lebih dekat dengan korupsi ketimbang pelayanan.

Paus juga memerintahkan agar kaca mobil di bagian samping dibuka dan kendaraannya berhenti beberapa kali untuk memberi kesempatan ia mencium bayi-bayi dan kanak-kanak, menjabat tangan, bahkan turun beberapa kali untuk berjalan sehingga membuat bingung para petugas keamanannya.

Hari Orang Muda berakhir pada Minggu dan Paus akan memimpin misa sebelum bertolak kembali ke Roma pada malam harinya.

 

Print Friendly

avatar

About admin

Admin portal berita katolik Sesawi.Net ini adalah seorang wartawan, eks Jesuit.

One Comment

  1. avatar

    Yohannes Suraja

    August 3, 2013 at 08:13

    GEREJA KAUM MISKIN

    Bapa Paus mengingatkan agar para pemuka Gereja melayani kaum miskin yang sesungguhnya : miskin ekonomis sehingga tidak memenuhi kebutuhan pokok sandang, pangan, papan, dan pendidikan.Umat yang miskin demikian butuh perhatian pemuka Gereja setempat.Rama paroki perlu menaruh perhatian kepada mereka yang miskin, mendatangi dan menyapa mereka. Anak-anak jangan sampai tidak sekolah, karena melalui pendidikan mereka dapat berubah.Pengetahuan, keterampilan, dan sikap hidup dan kerja yang baik yang mereka kuasai dan miliki karena sekolah dan pendidikan sungguh berarti bagi masa depan yang lebih baik. Kemiskinan yang dialami keluarga-keluarga perlu dianalisis penyebabnya, dan diusahakan mereka dapat bekerja.Sebab dari pekerjaan orang dapat hidup dan berkembang.Tentu penyebab kemiskinan kompleks dan macam-macam. Pastor dapat menggandeng para pengusaha, pihak sekolah, dan perguruan tinggi untuk memikirkan, menganalisis, dan menentukan jalan keluar. Pengetahuan dan keterampilan apa yang mereka butuhkan, sekolah dan perguruan tinggi tentu dapat mendidik dan melatih. Pengusaha dapat digandeng untuk menggunakan tanggungjawab sosialnya memberi pekerjaan, atau mungkin malah mengembangkan usaha baru, dengan mempekerjakan mereka setelah terdidik dan terampil. Ini sekedar pendapat. Tentu pada praktiknya, lebih rumit, komplek, dan aneka kesulitan menghadang. Kita semua harus bergandengan tangan untuk menyejahterakan semua dengan program yang matang, dan usaha mewujudnyatakan dengan tekun dan telaten. Gereja kaum miskin, suatu saat menjadi Gereja damai sejahtera. Tuhan memberkati usaha dan niat baik Gereja-Nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>