“Gone Girl”, Suami Kok Jadi Ancaman?

0
446 views
Film "Gone Girl" dengan bintang utama aktris Inggris nan rupawan Rosamund Pike dan lawan mainnya Ben Affleck. (Ist)

GAWAT bilamana istri sudah telanjur mempersepsi suaminya sendiri sebagai ancaman.  Tapi inilah yang dipikirkan oleh Amy Elliott Dunne (Rosamund Pike), penulis terkenal berparas rupawan dengan kecantikan berkelas.

Pikiran aneh yang sangat obsesional ini menggelayuti benak dan alam bawah sadar Amy, ketika suaminya Nick Dunne (Ben Affleck) mulai berpaling ke perempuan lain bernama Andie Fitzgerald (Emily Ratajkowski) dan kadang berperilaku aneh. Sejak itu, hubungan mesra mereka sebagai pasangan suami-istri menjadi dingin. Nick berperilaku dingin terhadap Amy. Dan sebaliknya, Amy pun juga mulai ‘membangun’ persepsinya sendiri bahwa kini suaminya telah berubah menjadi ancaman bagi hidupnya.

Rosamund Pike memerankan sosok bernama Amy Elliot Dunne dan Ben Afleck sebagai Nick Dunne. (Ist)

Bangkrut

Awal ketidakharmonisan itu terpicu oleh bangkrutnya kondisi keuangan keluarga muda yang masing-masing telanjur punya mimpi tinggi ingin menjadi ‘orang besar’. Sayang mimpi besar itu akhirnya kandas, karena Nick justru kehilangan pekerjaannya. Kondisi itu memaksa dia harus meninggalkan New York yang berkelap-kelip dan pindah hidup ke kota kelahirannya di North Carthage, Missouri.

Perpindahan lokasi tempat tinggal ini rupanya mengubah hidup Nick dari yang semula sangat bergairah tiba-tiba seperti lampu dian kehabisan minyak: lesu darah dan semangat hidup padam. Begitu pula dengan Amy yang semula sangat menikmati hingar-bingarnya New York karena selalu menjadi perhatian media massa, namun kini harus hidup menyepi jauh dari publikasi pers di kota kecil di Missouri.

Awal hubungan mereka dimulai karena saling jatuh cinta.

Sebuah perpindahan gaya hidup yang sangat kontras antara New York dan North Carthage di Missouri. Rupanya, ketidaksiapan mental inilah yang kemudian melemparkan pasangan muda seketika langsung menjadi layu; gaya hidup yang sangat berbeda, ketika mereka dulu bisa menikmati publikasi media di New York dan kini harus merenda hari-hari sepi di Missouri.

Amy hilang

Untuk menopang hidup keluarganya, bersama saudara kembarnya  bernama Margo Dunnes (Carrie Coon),  Nick mengelola sebuah kafe di North Carthage.  Ia berhasil meraup sukses sampai akhirnya bencana keluarga itu mendadak meletup di kehidupan rumah tangganya: Amy hilang. Detektif polisi  Rhonda Boney (Kim Dickens) sejak awal mencurigai Nick di balik hilangnya sang istri. Itu karena  melalui buku catatan hariannya, Amy pernah menulis keinginannya untuk membeli pistol dan menyimpannya di bawah bantal untuk berjaga-jaga. Kecurigaan itu semakin menjadi-jadi, ketika atas beberapa data tentang istrinya, Nick selalu menyikapi dengan jawaban: tidak tahu.

Memang, Nick sungguh tidak tahu benar detil  ‘isi hati’ istrinya yang diam-diam telanjur telah menjadi seorang megalomania. Maklumlah, Amy adalah nama besar di jagad perbukuan dan mendapat julukan sebagai The Amazing Amy  karena bukunya menjadi best-seller.  Barulah di belakang menjadi jelas bahwa Amy sendirilah yang ternyata ‘merancang’ hilangnya The Amazing Amy ini dengan merekayasa bukti-bukti forensik yang semuanya mengarahkan suaminya sendiri Nick Dunne sebagai tertuduh.

The Amazing Amy yang hilang mendapat atensi besar dari media massa karena Amy masuk kategori ‘korban’ kekerasan dalam rumah tangga dan kasus itu membetot simpati publik.

Trial by the press

Trial by the press. Begitulah yang terjadi. Media massa  telah berlaku sadis terhadap Nick hingga kemudian menjulukinya sebagai sosok pribadi yang ‘anti-sosial’  lantaran mengaku serba tidak tahu tentang istrinya. Sebaliknya, di mata media massa,  sosok Amy adalah ‘korban’ perilaku KDRT suaminya. Karena diposisikan sebagai ‘korban’ KDRT –dan lazimnya terjadi di masyarakat Amerika—maka Amy pun lalu mendulang  gunung simpati publik. Ketika ia diberitakan hilang tak berbekas namun meninggalkan  jejak-jejak bukti forensik indikasi telah terjadi KDRT, maka pers pun menghukum Nick sebagai biang dari segala kebobrokan hidup rumah tangga ini.

Sejatinya, Amy dari sononya adalah pribadi yang baik. Namun, perjalanan waktu dalam hidup rumah tangganya yang mulai goyah karena jatuh bangkrut,  pribadi Amy secara berangsur berubah. Ia menjadi sosok pribadi yang ‘aneh’.

Kill or to be killed, demikian alam bawah sadar Amy yang telah mempersepsi suaminya sendiri sebagai ancaman bagi hidupnya.

Ini terjadi, ketika dirinya mulai terobsesi oleh bayangan pemikirannya sendiri bahwa sekali waktu nanti, Nick akan tega membunuhnya.  Ketika hubungannya dengan mulai Andie terbongkar, maka Nick akan bereaksi sangat marah. Ia tidak akan terima ‘ditegur’ dan bara marah itu membawanya ke perilaku ganas tak terkendali: membunuh istrinya sendiri. Karena itu, Amy mengambil keputusan: lebih baik membunuh daripada dibunuh oleh Nick.  Jadilah ia punya keinginan membeli pistol dan menyimpannya di bawah bantal untuk berjaga-jaga.

Plot berjenjang

Film produksi tahun 2014 dengan judul Gone Girl ini memiliki kisah cerita berjenjang. Ia tidak linear, semacam garis lurus yang porsi hitam-putihnya bisa dilihat dengan jelas. Ada bidang abu-abu yang samar dan itu bisa ‘membutakan’ ketajaman pikiran penonton saat mengikuti jalinan cerita Gone Girl ini.

Ada pertanyaan yang selalu mengganggu saya selama menonton Gone Girl. Lalu, pihak mana yang mesti disalahkan dalam kisah hilangnya The Amazing Amy ini?

Hampir separuh dari film ini memberi saya pada kesimpulan penting: Nick adalah biang kerok segala kekisruhan ini. Tapi pikiran ini salah, ketika pada akhirnya kedok Amy terbongkar: tenyata ia sendirilah yang telah merekaya peristiwa hilang The Amazing Amy. Amy jugalah yang telah membunuh sadis pengusaha papan atas sekaligus mantan pacarnya zaman SMA bernama Desi Collings (Neil Patrick Harris) dengan cara menggorok lehernya dengan pisau cutter. Lebih gendeng lagi, insiden terbunuhnya Collings ini juga direkayasa seolah-olah Amy telah diperkosa oleh sang mantan, lalu berusaha membela diri dan ia pun ‘berhak’ membunuh ‘si pemerkosa’ ini.

Aktris Inggris nan rupawan: Rosamund Pike.

Singkat cerita, Amy pun ditemukan selamat dan kembali ke pangkuan Nick. Kali ini, Nick-lah yang kemudian menjadi senewen, karena akhirnya ia mengenali siapa sesungguhnya ‘isi hati’ Si Amazing Amy ini: pembunuh kejam yang piawai ‘mengarang’ cerita.

Film Gone Girl ini bicara tentang isu ‘moralitas’ perkawinan dari dua sisi berbeda. Isu ini mengemuka, ketika mulai ada kisah percintaan di luar perkawinan yang melibatkan salah satu pasangan. Lalu, krisis keuangan keluarga yang menjadikan pola hidup masing-masing pasangan ikut berubah; alam bawah sadar ‘isi pikiran’  istri yang telanjur obsesional mempersepsi salah kaprah tentang sosok suaminya menurut ‘selera’ pikirannya sendiri.

Menikmati Gone Girl sungguh tidak mudah. Menjadi menarik karena di sini ada Rosamund Pike yang kecantikannya sungguh menawarkan citarasa aristokrat. Juga, Ben Affleck yang kwalitas aktingnya sudah tidak bisa diragukan lagi.

Ben Affleck dan Rosamund Pike bermain cemerlang di film drama keluarga penuh intrik “Gone Girl”.

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here