Sabda Hidup: Sabtu, 22 April 17

0
726 views

HARI SABTU DALAM OKTAF PASKAH

warna liturgi Putih

Bacaan

Kis. 4:13-21; Mzm. 118:1,14-15,16ab-18,19-21; Mrk. 16:9-15. BcO 1Ptr 4:12-5:14

Bacaan Injil: Mrk 16:9-15

9Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan. 10Lalu perempuan itu pergi memberitahukannya kepada mereka yang selalu mengiringi Yesus, dan yang pada waktu itu sedang berkabung dan menangis. 11Tetapi ketika mereka mendengar, bahwa Yesus hidup dan telah dilihat olehnya, mereka tidak percaya. 12Sesudah itu Ia menampakkan diri dalam rupa yang lain kepada dua orang dari mereka, ketika keduanya dalam perjalanan ke luar kota. 13Lalu kembalilah mereka dan memberitahukannya kepada teman-teman yang lain, tetapi kepada merekapun teman-teman itu tidak percaya. 14Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya. 15Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.

Renungan

SERINGKALI orang sulit mempercayai suatu berita yang tidak masuk akal baginya. Terhadap berita tersebut ia bisa cuek, menganggap itu berita palsu atau juga mengabaikan berita tersebut. Tidak jarang ia menolak mendengar berita itu disampaikan.

Para murid pun degil hatinya ketika mendengar kabar dari orang-orang yang telah bertemu dengan Yesus yang bangkit. Maria Magdalena sebagai saksi pertama menyampaikan kabar tersebut tetapi mereka tidak percaya. Dua orang murid lain menyampaikan berita itu juga tapi tetap tidak dipercaya. Akhirnya Yesus sendiri menemui dan mereka baru percaya.

Memang mengakui yang tidak ada di pikiran kita itu sulit adanya. Namun bukan berarti yang tidak ada dalam pikiran kita bukan kenyataan. Ada banyak kenyataan yang tak tertampung di dalam pikiran kita. Maka kita pun perlu membuka hati untuk percaya walau itu tidak masuk dalam pemikiran kita.

Kontemplasi

Pejamkan mata sejenak. Bayangkan dirimu mendapat suatu berita yang tidak masuk dalam kerangka pikirmu.

Refleksi

Bagaimana cara mempercayai sesuatu yang tidak masuk dalam kerangka pikir kita?

Doa

Tuhan banyak kenyataan yang belum kuketahui. Semoga aku mempunyai kerendahan hati untuk mempercayai kenyataan yang tidak masuk dalam kerangka pikirku. Amin.

Perutusan

Aku akan menerima warta yang tak masuk dalam kerangka pikirku. -nasp-

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here