Misa bersama Dua Pastor Baru Teman Angkatan Tahun 2002 di Seminari St. Fransiskus Xaverius Kakaskasen Tomohon

1
699 views
Misa perdana sekaligus reunian alumni Seminari Menengah St. Fransiskus Xaverius Kakaskasen, Tomohon.

DUA pastor baru. Dua jalan panggilan berbeda –satu di jalur panggilan religius dan satunya di jalur panggilan awam—namun keduanya tetap merasa diri satu tetap Cor Unum et Anima Una (sehati dan sejati). Slogan ini menjadi warna pada reuni para alumni Seminari Menengah St. Fransiskus Xaverius Tomohon tahun masuk 2002.

Acara reuni sederhana ini berlangsung Kamis (11/5) lalu.

Quarta setara dengan kelas satu SMA di sekolah setingkat pada umumnya. “Waktu masuk 2002, itu kurang lebih 15 tahun lalu.  Kami yang diterima sebanyak 44 orang,” kenang Klemens Suawah selaku Ketua Angkatan Q02.

Mulai pukul 12.00 WITA satu per satu anggota angkatan mulai berdatangan. Reunian ini bertempat di salah satu resort di Desa Mokupa,  ± 18 km arah selatan dari pusat kota Manado.

“Agenda acaranya sederhana dan santai. Puncak acaranya nanti Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh dua imam baru rekan angkatan kami yang sudah konfirmasi hadir,” kata Rommy Worang selaku seksi liturgi dalam acara tersebut.

Kedua imam dari angkatan Q02 ini terdiri dari satu imam diosesan Keuskupan Manado yang ditahbiskan April tahun lalu (9/4/16) dan satu lagi imam dari tarekat Misionaris Hati Kudus Yesus (MSC) yang baru saja ditahbiskan akhir April lalu (29/4/17).

Keduanya ditahbisan oleh Mgr. Josef Suwatan MSC, Uskup Keuskupan Manado.

Olahraga bersama

Acara dibuka dengan olahraga bersama. Bola kaki menjadi menu keakraban pertama bagi mereka yang sudah belasan tahun tak pernah olahraga bersama ini. “Ado so abis kita no padahal cuma lapangan kacili. Da pa inga ja main di lapangan besar di Seminari (aduh saya sudah lelah, padahal hanya bermain di lapangan kecil. Teringat waktu bermain di lapangan besar di Seminari),” ucap salah satu dari mereka.

Sudah sekian tahun lamanya tidak mengali sesi olahraga bersama seperti dulu di Seminari Menengah St. Fransiskus Xaverius Kakaskasen di Tomohon.

Seusai pertandingan persahabatan yang berakhir dengan skor imbang 2-2 ini acara dilanjutkan di seputar kolam renang yang berada di lokasi resort. Pancaran air dan pancaran sukacita nampak di wajah mereka selagi lemparan nostalgia masa-masa di “Penjara Suci” (seminari) diungkap satu per satu.

Perayaan ekaristi

Puncak acara reunian ini adalah Perayaan Ekaristi. Selepas mentari beranjak ke belahan bumi lain perayaan ekaristi dimulai.

Merayakan ekaristi bersama dua pastor baru teman seangkatan.

RP Christiano Lala MSC menjadi selebran utama didampingi RD Maxi Manewus.

Dalam homilinya,  Pastor Maxi menyapa satu per satu rekan angkatannya. Kurang lebih 20-an orang yang hadir pada misa yang pertama kalinya diadakan oleh angkatan Q02 ini.

“Benar. Ini misa Perdana. Untuk pertama kalinya angkatan kami berkumpul bersama dan misa dipimpin oleh kedua rekan angkatan kami. Kapan lagi mau terulang?,” ungkap Rommy.

“Kita ini angkatan Quarta 2002, dua orang jadi Imam, dua jalan panggilan hidup, tapi tetap Cor Unum et Anima Una ya… Sehati, Sejiwa ya,” ajak Pastor Maxi.

Merayakan kebersamaan bersama tua teman seangkatan yang kini menjadi pastor, sedangkan lainnya menjadi awam.

“Saya salut dan terharu dengan semangat teman-teman untuk adakan kegiatan ini. Ada yang datang dari Surabaya, ada yang dari Talaud, saya sendiri dari Gorontalo,” ujar Pastor Maxi.

Mereka yang hadir memang datang dari berbagai penjuru, misalnya Aldo Rambitan. “Sebenarnya Rabu sore (10/5) saya sudah terbang ke Manado tapi tiket canceled dan harus berangkat Kamis (11/5) pagi dari Surabaya. Besok siang langsung balik Surabaya,” katanya dengan penuh semangat.

Pastor Maxi sendiri datang dari Gorontalo pagi hari sebelum acara. Pastor Chris sendiri menyempatkan hadir di tengah padatnya jadwal misa perdana di masa “bulan madu” seorang neomis (imam baru).

Sekali bertemu selalu tak lupa mengumandangkan semangat Cor Unum et Anima Una yang terus dihidupi oleh Confraternitas Kimentur.

Sesudah perayaan ekaristi,  masing-masing yang hadir mendapat berkat dari para imam muda ini. Turut hadir bersama juga Ketua CK, James Tiwatu bersama dua rekan pengurus CK lainnya.

Sebelum makan malam diadakan acara pemotongan kue kemudian para Imam melayani semua yang hadir dengan suapan pelayanan. Pusparagam lagu turun-temurun di Seminari Kakaskasen pun mengiringi sesi suap menyuap ini.

Acara ditutup dengan jamuan makan malam di tepi pantai diterangi sinar rembulan. Suasana keakraban ala alumni Seminari Kakaskasen pun terasa begitu kental.

Confraternitas Kimentur

Ikatan Alumni SMA Seminari Menengah St. Fransiskus Xaverius Kakaskasen itu sendiri sudah mempunyai komunitas besar yang dinamakan Confraternitas Kimentur atau lebih dikenal dengan CK.

Pada bulan Desember tahun lalu,  CK baru saja disahkan sekaligus pelantikan pengurusnya.

Angkatan Q02 ini merupakann bagian CK.

Kredit foto: Varis Tinangor

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here