Berbeda Itu Indah, Mengalami Perjumpaan dengan Komunitas Iman Berbeda Itu Asyik

0
761 views
Para imam dan suster biarawati belajar dan bergaul dengan komunitas beda agama dan keyakinan. (Ist)

INI adalah pengalaman kami selama mengikuti program pembinaan lanjut melalui kursus dan retret bertema “Spiritualitas Perjumpaan dengan Saudara Berkeyakinan Lain” di Rumah Retret Girisonta, Karangjati, Ungaran, Kabupaten Semarang, tanggal 10-18 Juni 2017 ini. Selama mengikuti program bina lanjut ini, para peserta sengajak diajak ‘melihat keluar’ untuk berkesempatan bisa bergaul dengan komunitas beda iman dan keyakinan.

Inilah kisahnya

Pada tanggal 12 Juni 2017 lalu, Romo  Eduardus Didik Chahyono SJ, selaku Wakil Ketua Komisi Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan Kevikepan Semarang dan Sdr. Lukas Awi Tistanto bersedia menemani 16 orang katolik datang bersilahturami dengan beberapa komunitas iman dan keyakinan berbeda di Semarang. Kami di sini adalah para imam, suster biarawati berbagai tarekat religius, dan sejumlah umat awam.

Bersama Romo Didik SJ dan Lukas, kami datang menyambangi komunitas dan beberapa pihak beda keyakinan dengan kami. Maka datanglah kami berkenalan dan bersilahturami dengan mereka di beberapa titik perjumpaan di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Bertemu pemimpin Komunitas Hindu

Kunjungan pertama terjadi di Pura Agung Girinatha.

Bapak I Nengah Wirta Darmayana selaku Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Kota Semarang bersama pengempon pura berbincang akrab dengan kami: para imam dan suster berbagai tarekat religius. Pak Nengah mengaku bergembira atas  kunjungan kami ini, karena dapat meretas perbedaan dan menjernihkan segala prasangka.

Menurut dia, perjumpaan dan kerjasama antar umat beragama perlu terus diusahakan dan dikembangkan untuk mewujudkan perdamaian. Pak Nengah yakin, anggota masyarakat yang hidup rukun dan mampu bekerja sama untuk mewujudkan kebaikan dalam masyarakat jumlahnya lebih banyak daripada kelompok-kelompok khusus yang bersikap intoleran.

Mengunjungi Ponpes

Kunjungan silahturahmi babak kedua berlanjut di Pondok Pesantren Al-Ishlah. Di Ponpes ini, kami datang bersilahturami dengan Pak Kyai Amin Maulana Budi Harjono, pemimpin sekaligus pengelola Pondok Pesantren Al-Ishlah.

Kyai Budi Harjono menegaskan bahwa kelompok orang yang cenderung berkata dan bertindak keras terhadap sesamanya itu bagaikan buih di bibir pantai. Jumlahnya tidak seberapa. Masih ada lautan yang lebih luas yang menawarkan kekedalaman, jernih, dan segar.

Di Ponpes ini, kami semua diundang  menuju dan berjumpa secara mendalam dengan kelompok masyarakat yang lebih baik. Dengan penuh semangat dan optimistik, Kyai Budi Harjono mengajak melihat Indonesia secara lebih luas yang masih menampakkan keindahan keberagaman budaya dan masyarakatnya.

Ke Vihara Watugong

Setelah menikmati Tarian Sufi di Ponpes, kunjungan para pastor dan suster biarawati berikutnya adalah menuju komunitas umat Buddhis. Di sini kami beristirahat sejenak di Wihara Watugong, seraya menikmati keindahan dan ketenangan tempat ibadah Umat Buddhis ini.

Berbuka bersama dengan Walikota Semarang

Rangkaian silahturami dipuncaki dengan menghadiri acara Buka Bersama dengan Walikota Semarang Bapak Hendrar Prihadi di rumah dinasnya.  Bersama tokoh lintas iman Kota Semarang, Bapak Hendrar Prihardi hendak menyampaikan pesan secara jelas bahwa masyarakat menghendaki terwujudnya kerukunan, kebersamaan dan kerjasama seluruh umat beragama.

Hal inilah yang memungkinkan masyarakat dapat bekerja dengan baik mencapai kesejahteraan bersama yang lebih baik.

Bulan Suci Ramadhan menjadi saat tepat untuk bertobat dan memperbaharui diri.

Rangkaian silahturahmi ini merupakan bagian dari olah rohani yang tengah dilakoni para imam dan suster berbagai tarekat religius saat mengikuti program bina lanjut di Rumah Retret Girisonta.

Mengalami perjumpaan dengan kelompok berbeda

Ikut dalam program ini selaku pendamping adalah Romo JB Heru Prakosa SJ, dosen di Fakultas Teologi Wedhabhakti Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Bersama romo alumnus Kolese de Britto Yogyakarta ini, para  peserta diajak mendalami dan mengalami sendiri suasana dialog antar pemeluk beda agama sembari menyelami kekayaan rohani dari agama berbeda yang ada di Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here