Pelita 20.06.2017: Menjadi Sempurna

0
200 views
Ilustrasi (Courtesy of The Telegraph)
Bacaan Matius 5:43-48
KAMU telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian? Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian? Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di surga adalah sempurna.
Kotbah Yesus di bukit (lih. Mat.5-7) memiliki tujuan akhir *haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu di sorga adalah sempurna.* Yesus tidak miminta para murid menjadi biasa-biasa atau seperti orang kebanyakan, teapi harus luar biasa. Apa artinya? Jika lazimnya orang membenci atau melawan musuh, Tuhan menuntut untuk mengasihi atau mencintai. Apakah mungkin dan bisa? Sangat mungkin dan sangat bisa.
Stefanus (martir pertama) berdoa dan mengampuni para penganiayanya. Yohanes Paulus II, mengunjungi mengampuni orang yang dahulu menembaknya di penjara. Itulah ajaran kasih Kristus. Semoga kita pun mampu menjadi murid yang penuh belas kasih.
Resah hati karena bersalah,
gundah rasa karena dimabuk cinta.
Berserahlah kepada Allah,
berkah-Nya selalu beserta.
dari Papua dengan cinta,
Berkah Dalem – rm.is

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here