50 Th Imamat Uskup Emeritus Mgr. Michael Cosmas Angkur OFM: Setia dan Sederhana

0
365 views
Perayaan syukur 50 tahbisan imamat Mgr. Michael Cosmas Angkur OFM.

MERAYAKAN 50 tahun imamat, Uskup Emeritus Mgr. Emeritus Michael Cosmas Angkur OFM mendapat pujian atas cara hidupnya yang setia dan sederhana dalam menghayati panggilan imamat. Pujian  itu dilontarkan oleh Uskup Keuskupan Bogor saat ini: Mgr. Paskalis Bruno  Syukur OFM dan Uskup Agung Keuskupan Ende Mgr. Vincentius Sensi Potokota Pr.

“Beliau mengambil moto uskup ‘In Verbo Tuo’.  Artinya, “Apa yang Kau sabdakan Tuhan, aku laksanakan.’ Dan Ia berusaha untuk setia selama 50 tahun, kurang lebih 30 tahun sebagai imam dan 20 tahun sebagai uskup,” kata Mgr. Paskalis dalam kotbah pada misa

Puncak syukuran 50 tahun imamat Mgr. Michael Angkur OFM terjadi di Lewur, Paroki Golowelu, Keuskupan Ruteng, Jumat (14/7/2017).

Uskup Keuskupan Bogor saat ini: Mgr. Paskalis Bruno Syukur OFM.

Tidak pernah diam

Uskup Keuskupan Bogor itu menilai pendahulunya sebagai pribadi yang  tidak pernah tinggal diam. Contohnya,  saat masih menjabat Provinsial OFM waktu itu, beliau membuka misi baru di Timor Leste di mana saat itu  banyak tarekat tidak mau karena situasi yang kurang aman.

Meski minim anggota OFM, Mgr. Michael berani menyatakan mau memulai. Bahkan, hingga di masa pensiunnya sekarang, ia terus berkarya dengan membangun komunitas di Gorontalo, Labuan Bajo.  “Saya memberi gelar beliau itu sebagai orang yang ‘welwutir‘, tidak tinggal diam. Jadi selalu bergerak,” ungkap Mgr. Paskalis.

Perayaan ekaristi syukur memperingati Pesta Emas HUT Tahbisan Imamat Mgr. Michael Cosmas Angkur OFM.

Kekaguman juga diungkapkan oleh Uskup Agung Keuskupan Ende Mgr. Vincentius Sensi Potokota Pr. Ia menekankan kesederhanaan hidup Mgr. Emeritus Michael Angkur OFM karena cara hidup seperti itu –terutama dalam hal materi–merupakan keutamaan hidup yang penting bagi setiap pelayan Gereja di tengah dunia dewasa ini.

Hidup sederhana

“Kalau pengabdian yang ditampilkan oleh Yubliaris kita untuk mencari keuntungan, sudah pasti ia bukan seorang OFM sejati, dan sudah pasti ia tidak pantas menjadi uskup,” tegas Uskup Sensi dalam sambutan pada perayaan emas imamat Mgr. Emeritus Michael Angkur OFM.

Ia menceritakan, sang yubliaris telah menunjukkan kesederhaan itu semasa menjabat Uskup Keuskupan Bogor bahkan hingga masa pensiunnya. Dan itu patut dijadikan teladan bagi para gembala Gereja.

Misa meriah namun juga sederhana di Lewur, Paroki Golowelu di Keuskupan Ruteng.

“Sekurang-kurangnya bagi saya. Suatu keteladanan episkopal yang luar biasa ditekuninya sampai usia emeritus pensiun,” pungkas Uskup Agung Ende itu.

Mgr. Emeritus Michael Cosmas Angkur OFM merayakan syukuran 50 tahun imamat di Kampung Lewur, Paroki Golowelu, Keuskupan Ruteng, Rabu (12/7) sampai dengan Jumat (14/7/2017).

Perayaan selama tiga hari itu diisi antara lain dengan atraksi adat Manggarai Caci, perayaan ekaristi dan resepsi bersama.

Perayaan ekaristi puncak, Jumat (14/7) dipimpin langsung oleh yubilaris bersama para konselebrantes Uskup Keuskupan  Ruteng Mgr. Hubertus Leteng Pr, Uskup Agung Keuskupan Ende Mgr. Vincentius Sensi Potokota Pr, dan puluhan imam dari Keuskupan Ruteng dan Keuskupan Bogor.

Kesaksian dari Uskup Agung Ende Mgr. Vincentius Sensi Potokota tentang Mgr. Angkur OFM.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here