Seminarium Marianum Keuskupan Malang: Dua Ibu Jadi Pembimbing Retret Seminaris (1)

0
215 views
Retret bersama pembimbing dua ibu untuk para siswa Seminarium Marianum Keuskupan Malang.

SETIAP tahun di bulan Juli sebelum memasuki tahun ajaran baru,  Seminarium Marianum Keuskupan Malang selalu mengadakan Retret atau Pembinaan. Retret tahunan diperuntukkan untuk kelas X, XI , dan XII selalu tematis disesuaikan dengan program berkesinambungan. Sedangkan bagi Seminaris Baru KPP (Kelas Persiapan Bawah) yang diterima dan masuk Seminari adalah satu pekan berikutnya tanggal 23 Juli 2017.

Retret tahun ini, 12-14 Juli 2017  sangat istimewa karena diberikan oleh Ibu Maria Desirée Muntu dan Ibu Helena Nur Santi Djiwandono. Mereka adalah ibu-ibu yang super sibuk, tetapi memiliki perhatian yang besar terhadap pendidikan calon imam baik itu Seminari Menengah maupun Seminari Tinggi Keuskupan Malang.

Pembimbing retret adalah seorang ibu, bukan pastor atau suster.
  • Ibu Maria Desirée  Muntu adalah seorang konsultantmanajement, dosen,  pendiri lembaga pelatihan untuk eksekutif maupun pekerja muda,  aktivis gereja, dan ibu rumah tangga.
  • Ibu Helena Nur Santi Djiwandono adalah seorang peneliti, dosen, konsultan bidang komunikasi, aktivis gereja, dan pembicara di aneka seminar.

Mereka berdua dengan keahlian masing-masing memberi perhatian penuh kepada Seminarium Marianum Keuskupan Malang dengan mendampingi  program  retret dan pelatihan-pelatihan.

Mereka adalah para “Srikandi” Gereja Katolik  masa kini yang mau terlibat dengan pendidikan para calon imam, khususnya Seminari Menengah dan Seminari Tinggi Keuskupan Malang.

“Saya sangat senang boleh terlibat dalam pembinaan para Seminaris Marianum. Kalau tengah  bersama dengan para Seminaris, saya merasa hepi, jadi muda lagi deh. Saya optimis Seminarium Marianum menjadi tempat ideal dimana empat formator bisa mendampingi secara personal satu per satu para seminaris,” begitu omongan Ibu Desi.

Menimba ilmu dari kaum awam, termasuk para ibu.

 “Coba seandainya para formator itu tidak punya passion mendidik, pastilah akan berantakan.  Saya mengapresiasi dan mendukung Romo Rektor bersama para formator yang kompak dan visioner banget”, ungkapnya lagi.

Lain lagi komentar Ibu Santi yang ahli bidang komunikasi di beberapa perusahaan. “Wah keren pendidikan karakter di Seminarium Marianum menjadi utama. Banyak kegiatan di Seminari porsi pengolahan karakter orang muda sekaligus calom imam masa kini perlu banyak dukungan. Ya saya terpanggil untuk terlibat di dalamnya. Tetap semangat.”

Seminaris berkarakter

Asik juga Tema Tahun ajaran Baru 2017-2018: Seminaris Berkarakter Yesus Kristus.

Tema ini menjadi bagian dari tema lima tahun “Kegembiraaan Anak-anak Allah” yang diperdalam dengan sub tema: “Keluarga Urip, Panggilanku Urup” (Keluargaku Hidup, Panggilan Berkobar-kobar) , “Hidupku Okay, Panggilan Happy” dan “Nata Urip, Nggayuh Idaman” (Menata Hidup menggapai cita-cita). Setelah menata kehidupan dengan baik dan tetap gembira, diharapkan mampu memiliki karakter hidup yang dijiwai oleh Karakter Yesus Kristus.

Dinamika Retret Seminaris Berkarakter Yesus Kristus terasa menyenangkan. Retret diwarnai dengan perayaan ekaristi, adorasi, puji-pujian, game, debat, dan ekspresi diri.

Bangga menjadi seorang seminaris

Seperti Timotius

Dalam pembukaan Retret Romo Rektor Ign. Adam Suncoko memberi pesan demikian.

“Anak-anak kita sekarang seperti Timotius yang diteguhkan oleh Paulus seperti dalam dalam Kitab Suci.  Janganlah seorangpun menganggap engkau rendah karena engkau muda. Jadilah teladan bagi orang-orang percaya: dalam perkataanmu, dalam tingkah lakumu, dalam kasihmu, dalam kesetiaanmu  dan dalam kesucianmu. Selamat bermenung, Jadilah orang muda bekarakter Yesus Kristus, seperti Timotius dan Paulus. (I Tim 4:12)”

Proses retret diawali dengan mengenal karakter pribadi masing-masing, lalu mengenal karakter Yesus Kristus. Selanjutnya para seminaris diajak untuk membangun karakter Yesus Kristus berhadapan dengan realitas konkrit kepribadian, lingkungan, dan media sosial.

Baca juga:    Paroki Lumajang, Keuskupan Malang: Pastor pun Menari di Pendopo Kabupaten

Di Puncak acara retret tentu saja mereka membuat tindak lanjut yang ditampilkan dalam Kolase Karakterku bersama Angkatan. “Retret awal tahun ajaran tahun ini terasa maknyus…  mantab. Aku bisa menemukan karakterku yang menonjol dikuatkan dengan Karakter Yesus Kristus,”demikian ungkap seorang seminaris dari Jakarta.

Seminaris dari Ambon ikut menyeletuk: “Rek aku nggak rugi masuk Seminarium Marianum Keuskupan Malang.  Hidupku ditempa menjadi oke. Marianum Yes! Yes! Terima kasih Tuhan Yesus, para romo, Bu Desi dan Bu Santi, top BGT!” (Bersambung)

Dinamika kelompok.
Seorang ibu awam pun bisa menjadi pendamping bagi pendidikan karakter para seminaris, calon frater/imam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here