Dia Tidak Hanya Menyamar

0
139 views

“Sebaliknya Ia telah mengosongkan diri, mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.” (Fil 2,7)

BEBERAPA waktu yang lalu, seorang Kapolsek di daerah Pati menyamar sebagai seorang pekerja seks komersial. Beliau mengajak seorang teman polisi wanita, yang bernama Bripda MIC.  Sekitar pukul 19.00, mereka mendatangi sebuah warung kopi esek-esek yang diduga sebagai tempat praktek prostitusi. Kapolsek tersebut memakai daster dan temannya memakai rok mini. Mereka menawarkan diri sebagai PSK karena desakan ekonomi. Saat menyamar, Bripda MIC sempat ditawar seorang pria seharga Rp. 350.000. Kedua polisi tersebut mampu membuktikan bahwa tempat tersebut memang dipergunakan untuk prostitusi. Maka keesokan harinya, warung kopi tersebut digerebek, mucikari dibekuk dan barang-barang bukti diamankan.

Ketika menyamar sebagai seorang PSK, kedua polisi tersebut pasti idak akan mengenakan seragamnya; meninggalkan atribut atau tanda jabatannya; tidak menunjukkan kedudukan atau jabatannya. Mereka memakai daster dan rok mini; berpakaian seperti halnya para PSK pada umumnya. Mereka berhasil, karena penyamaran mereka tidak diketahui orang lain.

Penyamaran seperti ini pernah dilakukan juga oleh polisi atau orang lain. Ada juga polisi yang menyamar sebagai korban kecelakaan dan tukang ojek, sehingga mereka menemukan pelayanan anggota polisi lain yang tidak benar; ada juga anggota DPR menyamar sebagai pengunjung obyek wisata dan menemukan kecurangan. Berbagai macam penyamaran tersebut dimaksudkan untuk melihat secara langsung dan menemukan bukti-bukti dari berbagai tindakan jahat dan tidak benar serta memberikan solusinya. Mereka menyamar untuk memberantas kejahatan yang ada di tengah masyarakat.

Yesus adalah Putera Allah. Namun Dia tidak hanya menyamar menjadi manusia. Dia Putera Allah yang sungguh-sungguh menjadi manusia. Dia bersedia mengosongkan Diri-Nya; meninggalkan statusnya yang begitu luhur dan agung dan rela menjadi Manusia biasa; Manusia yang lahir dalam sebuah keluarga, dengan segala kekurangan dan keterbatasannya; bahkan manusia yang mengalami sengsara, penderitaan begitu hebat dan akhirnya mati di kayu salib. Dia bersedia menanggung semua perlakuan hina dan tidak baik dari banyak orang, demi menyelamatkan manusia dari kuasa dosa dan kuasa jahat; agar manusia bisa kembali berbahagia bersama dengan Allah dalam Kerajaan Surga.

Dalam pengalaman dan peristiwa apa saja, semangat untuk mengosongkan diri dan mengambil rupa hamba itu juga pernah aku alami di dalam hidupku selama ini? Berkah Dalem

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here