Percik Firman: Tetap Setia Menjadi Murid Yesus

0
221 views

Rabu, 13 September 2017

Peringatan Wajib Santo Yohanes Krisostomus (Uskup dan Pujangga Gereja)

Bacaan: Lukas 6: 20-26

“Berbahagialah kamu, jika karena Anak Manusia orang membenci kamu, dan jika mereka mengucilkan kamu, dan mencela kamu serta menolak namamu sebagai sesuatu yang jahat” (Luk 6:22)

Saudari/a ku ytk.,

HARI ini Gereja merayakan Peringatan Wajib Santo Yohanes Krisostomus (349-407). Ia seorang uskup dan pujangga Gereja. Ia terkenal dengan sebutan “Si Mulut Emas”. Mengapa? Karena dia adalah seorang pengkhotbah yang amat cerdas. Jika Yohanes Krisostomus berbicara dan berkotbah, semua orang akan terpana mendengarkannya. Kata-katanya sejuk, menyentuh hati, dan menyemangati.

Sebagai seorang Uskup Agung, Yohanes  Krisostomus mengasihi semua orang dan berusaha merangkul semua kalangan. Meski demikian ia tidak pernah kehilangan ketegasannya. Ia tidak pernah ragu untuk menegur mereka yang berbuat salah;  bahkan ratu sekalipun. Ia pernah menegur Ratu  Eudoxia, istri dari Kaisar Arcadius, karena gaya hidup yang amat mewah dan sangat boros. Teguran ini tidak disukai sang Ratu dan anak buahnya, lalu mereka menyebarkan fitnah terhadap Yohanes. Sidang Sinode menjatuhi hukuman pengasingan kepada sang Uskup dan ia diusir dari Konstantinopel (Istambul, Turki).

Itulah salah satu konsekwensi menjadi murid Yesus. Menyuarakan kebenaran seringkali tidak didengarkan. Mewartakan kebaikan malah ditolak. Meskipun demikian, kebenaran dan kebaikan harus tetap ditegakkan. Itulah juga yang ditegaskan Tuhan Yesus dalam bacaan Injil hari ini. Yesus memuji dan mengagumi para pengikut-Nya yang tetap setia pada imannya. Diungkapkan tadi, “Berbahagialah kamu, jika karena Anak Manusia orang membenci kamu, dan jika mereka mengucilkan kamu, dan mencela kamu serta menolak namamu sebagai sesuatu yang jahat.”

Mengenang dan merenungkan riwayat serta keteladanan hidup Santo Yohanes  Krisostomus, ada banyak kata-kata mutiara yang diwariskannya kepada kita. Kata-kata itu merupakan hasil permenungannya. Berikut saya sampaikan beberapa hal yang bagus untuk permenungan kita saat ini terkait dengan kehadiran kita di gereja, hidup doa, dosa dan pertobatan:

“Ketika kalian berada di depan altar di mana Kristus hadir, jangan lagi beranggapan bahwa kalian berada di antara manusia; tetapi yakinlah bahwa bala tentara malaikat serta malaikat agung berdiri di sampingmu, dan dengan gemetar karena hormat berada di hadapan Pencipta Langit dan Bumi yang Mahakuasa. Oleh sebab itu, ketika kalian berada dalam Gereja, hadirlah di sana dalam keheningan, dengan khidmad, dan khusuk.”

“Tidak ada seorang yang dapat beralasan tidak berdoa dengan dalih dipenuhi kesibukan sehari-hari atau tidak dapat berada di gereja. Di mana pun, tidak peduli di mana kamu menemukan dirimu, kamu dapat menegakkan sebuah altar kepada Allah dalam hatimu dengan cara berdoa .”

“Merasa malulah kamu ketika berbuat dosa, bukan ketika kamu bertobat. Di sini ada dua hal yaitu dosa dan pertobatan. Dosa adalah luka, pertobatan adalah obat. Dosa diiringi dengan rasa malu; pertobatan diiringi dengan keberanian. Iblis telah menipumu tentang kenyataan ini dan justru memberimu keberanian untuk berbuat dosa serta rasa malu untuk bertobat.”

“Apakah kamu berbuat dosa? Masuklah ke Gereja dan bertobatlah dari dosa-dosamu, karena di sini menyediakan Tabibnya, bukan untuk menghakimimu, di sini tidak ada proses investigasi, dan seseorang menerima pengampunan dosanya.”

Pertanyaan refleksinya: Maukah Anda setia menjadi murid Tuhan Yesus apapun konsekwensinya? Apakah mulut Anda selama ini telah digunakan dengan penuh tanggung jawab untuk menyampaikan hal-hal yang baik dan benar? Bagaimana pengalaman Anda terkait dengan kehadiran di gereja, hidup doa, dosa dan pertobatan Anda selama ini? Selamat merenungkan.

Di kebun ada banyak siput
Merayap di bawah pohon jati
Setia ikut Yesus siapa takut
Dialah Juru Selamat sejati.

Berkah Dalem dan salam teplok dari Roma.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here