Pelita Hati: 23.09.2017 – Berbuah Ketekunan

0
601 views

Bacaan Lukas 8:4-15

KETIKA  orang banyak berbondong-bondong datang, yaitu orang-orang yang dari kota ke kota menggabungkan diri pada Yesus, berkatalah Ia dalam suatu perumpamaan: Dan sebagian jatuh di tanah yang baik, dan setelah tumbuh berbuah seratus kali lipat.” Setelah berkata demikian Yesus berseru: “Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!” Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya, apa maksud perumpamaan itu.  Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan.” (Luk.8:4.8-9.15)

Tumbuh atau tidaknya tanaman tidak hanya tergantung pada benih yang ditaburkan, melainkan juga ditentukan oleh jenis dan kualitas tanah apalagi jika dirawat dengan baik. Tanah yang baik untuk mengibaratkan hati manusia yang selalu terbuka terhadap sabda Allah dan akan mengeluarkan buah dalam ketekunan. Dengan demikian, sebagai murid-murid Tuhan, kita tidak hanya menjaga diri dalam doa dan mendengarkan sabda tetapi harus berbuah kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri (Gal.5:22-23). Semua buah-buah roh itu akan tampak ketika kita hidup dalam kasih, melakukan kebaikan, pelayanan dll. Inilah tanda bahwa hidup kita adalah tanah yang baik. Sudahkah kita memberi diri untuk melayani?  Yang Tuhan minta adalah kesediaan dan kesanggupan kita untuk melayani dan melakukan kebaikan, pada akhirnya Tuhanlah yang  akan menyempurnakan.

Burung Kenari di atas dahan,
berkicau riang saling bersahutan.
Mampukan kami ya Tuhan,
mengembangkan benih-benih kebaikan.

dari Papua dengan cinta,
Berkah Dalem rm.is

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here