Menang Kompetisi di Italia: Lima Emas utuk Gratia Choir Unika Soegijapranata Semarang

0
2,181 views
Paduan Suara Mahasiwa Gratia Choir Unika Soegijapranata Semarang sabet lima medali emas di ajang kompetisi di Italia, September 2017. (Ist)

PADUAN Suara Mahasiswa Universitas Katolik Soegijapranata Semarang, Gratia Choir, berhasil mendapatkan lima Gold Diploma, satu Silver Diploma, Special Prize for Best Performance of Italian Composer’s Work, dan Second Place at Grand Prix Competition. Prestasi itu ditorehkan Gratia Choir dalam dua lomba paduan suara internasional yang diselenggarakan di negara Italia, 21-29 September 2017.

Dalam rangka 11th Rimini International Choral Festival, Gratia Choir mengikuti lomba lomba paduan suara pada tanggal 21-24 September 2017. Lomba ini diikuti berbagai kelompok paduan suara dari berbagai negara, seperti Slovakia, Slovenia, Swedia, Polandia, Rusia, Guetemala, Italia, Hongaria, Portugal, Lithuania, Latvia, Spanyol, Estonia, dan Indonesia.

Ada tiga kategori yang diikuti, yaitu kategori Folklor, Gospel, Spiritual; kategori Mixed Choir; dan kategori Sacred Music. Di hadapan tiga dewan juri –ketiganya profesor musik berkelas internasional–, Gratia Choir berhasil mendapatkan Gold Diploma lv 1 dengan nilai 87,40 untuk kategori Folk, Gospel, Spiritual; Gold Diploma lv 1 dengan nilai 85,21 untuk kategori Mixed Choir; dan Silver Diploma untuk kategori Sacred Music dengan nilai 82,48.

Penampilan Gratia Choir di ajang kompetisi internasiona di Italia dengan meraih prestasi lima medali emas, September 2017. (Ist)

Lomba di Florence

Sambil menyelam minum air, begitu kata pepatah. Setelah dari kota Rimini, Gratia Choir mengikuti lomba paduan suara di kota Florence pada tanggal 26-29 September 2017. Peserta dari Rusia, Guatemala, Polandia, Italia, dan Indonesia. Dalam rangka Andrea del Verrocchio International Choral Festival di Florence, prestasi kembali ditorehkan. Gratia Choir berhasil mendapatkan Gold Diploma lv 1 dengan nilai 86,46 untuk kategori Popular, Folk, Gospel, Barbershop, Jazz dan Modern Ansamble sebagai juara pertama.

Kemudian juga mendapatkan Gold Diploma lv 1 dengan nilai 86,67 untuk kategori Youth and University Choirs sebagai juara pertama. Untuk kategori Sacred Music, Gratia Choir juga mendapatkan Gold Diploma lv 1 dengan nilai 86,88. Dewan juri juga menetapkan Gratia Choir mendapatkan Special Prize for Best Performance of Italian Composer’s Work dan Second Place at Grand Prix Competition.

Piagam penghargaan atas prestasi Paduan Suara Mahasiswa Gratia Choir Unika Soegijapranata Semarang di ajang kompetisi di Florence, Italia, September 2017. (Ist)
Meraih prestas di ajang kompetisi paduan suara Rimini International Choral Competition di Italia, September 2017. (Ist)

Buah kerja keras

Alfonso Andika Wiratma, sang pelatih sekaligus dirigen, mengungkapkan rasa syukur pada Tuhan dan kebanggaan atas kekompakan Gratia Choir. “Untuk sampai ke Italia ini, kami bersyukur didukung banyak pihak. Teman-teman berlatih hampir setiap hari sejak Januari 2017. Buah kerja keras mereka akhirnya bisa dinikmati,” tutur Andika sambil terharu.

Dengan ditemani Tecla Brenda Candrawati selaku pendamping, Andika membawa 33 orang timnya. Untuk kategori sakral, mereka menyanyikan lagu Stetit Angelus, Ave Maria, Gloria Patri, dan Domine Deus.

Untuk kategori folklor Gratia Choir melantunkan lagu Hela Rotane, Ugo-Ugo, Luk-Luk Lumbu, dan Yamko Rambe Yamko.  Sedangkan untuk kategori mix, Gratia Choir yang menyanyikan empat buah lagu yaitu Pange Lingua, Io Mi Son Gio Vinetta, Mate Saule, dan Cantate Domino.

Audiensi dengan Bapak Dubes RI untuk Tahta Suci Vatikan HE Antonius Agus Sriyono di Roma. (Ist)

“Kami harus menjaga kondisi kesehatan teman-teman. Tidak mudah adaptasi dengan cuaca yang memasuki musim gugur dan makanan Italia. Untung  kami membawa beras dari tanah air he…he…he…,” papar Brenda.

Ungkapan syukur

Sebagai ungkapan syukur, didampingi Romo Yohanes Gunawan, Gratia Choir merayakan misa dan berziarah ke Basilika Santo Petrus di Vatikan, Minggu (1/10). Seusai misa, berdoa secara pribadi di dalam basilika. Ada yang berdoa di depan patung Pieta karya Michael Angelo, berdoa di depan makam Paus Yohanes Paulus II, dan berdoa di depan Sakramen Mahakudus.

Lalu rombongan diajak Romo Gunawan menuruni basilika menuju ke makam para paus di bawah basilika. Di depan makam Santo Petrus, Romo Gunawan menjelaskan, “Di sinilah Santo Petrus dimakamkan. Kita sedang berada di depan makam paus pertama. Anda sebagai orang muda Katolik perlu bersyukur diberi anugerah Tuhan bisa sampai di sini. Sekarang silakan berdoa secara pribadi di sini,” tuturnya.

Di halaman Basilika Santo Petrus Vatikan, Gratia Choir menyanyikan beberapa lagu dan menarik perhatian para peziarah dari berbagai negara. Mereka menyanyikan lagu Indonesia Raya, lagu daerah dari Papua Yamko Rambe Yamko, dan himne Unika Soegijapranata.

Banyak peziarah yang mengerubungi dan minta foto bareng seusai lagu selesai.

Melakukan audiensi dengan Bapak Dubes RI untuk Tahta Suci Vatikan HE Antonius Agus Sriyono di KBRI Vatikan di Roma. (Ist)

Audiensi KBRI Vatikan

Gratia Choir mengadakan audiensi dengan Dubes RI untuk Vatikan, Bapak Antonius Agus Sriyono, di kantor KBRI Vatikan, Senin (2/10). Di aula KBRI, diadakan diskusi mengenai Pancasila, ke-Indonesiaan, dan tantangan orang muda pada zaman ini.

“Saya berpesan agar adik-adik mahasiswa bangga menjadi orang Indonesia. Dan teruslah mengembangkan talentamu, tumbuhkan budaya bergaul, dan terlibat dalam masyarakat. Jangan menjadi orang Katolik yang eksklusif,” pesan Bapak Agus Sriyono.

Pada akhir audiensi Romo Yohanes Gunawan memimpin doa dan memberikan berkat untuk staf KBRI, Gratia Choir, dan santapan siang menu Indonesia yang sudah  disiapkan staf KBRI.

Berpose sejenak di KBRI Vatikan di Roma, Italia. (Ist)
Tampil memukau para wisatawan di Lapangan Santo Petrus Vatikan. (Ist)
Paduan Suara Gratia Choir Unika Soegijapranata Semarang berpose dengan latar belakang obelisk dan Basilika Santo Petrus Vatikan. (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here