Gereja St. Petrus dan Paulus – Paroki Minomartani Yogyakarta: Inilah Sukacita Umat dalam Pelayanan

0
266 views
Sukacita umat Paroki St. Petrus dan Paulus Minomartani Yogyakarta dalam pelayanan. (Alfred

ATMOSFER sukacita umat Katolik Paroki St. Petrus dan Paulus Minomartani ini membahana, saat sejumlah anggota umat paroki dipercaya menjadi anggota Dewan Paroki, Pengurus Wilayah, dan Lingkungan untuk kurun periode 2017-2020. Yang menjadikan mereka sukacita tentu saja kehadiran Bapak Uskup Agung KAS Mgr. Robertus Rubiyatmoko yang bersama kedua pastor paroki berkenan melantik masa bakti semua anggota pengurus tersebut.

Aroma sukahati dan cerita itu terjadi pada hari Minggu tanggal 19 November 2017. Bagi semua umat Paroki Minomartani, hari Minggu itu terasa beda.

Paroki Minomartani memiliki delapan Wilayah dan 28 Lingkungan.

Menjadi lain, karena mayoritas pengurus paroki yang baru dilantik itu adalah kaum muda dengan rentang usia 22-58 tahun. Pada Hari Orang Miskin Sedunia ini, mereka mendapat mandat dan tanggungjawab ikut dalam reksa pastoral paroki.

Wajah baru para anggota Dewan Paroki dan lainnya yang dilantk pada Hari Orang Miskin Sedunia ini menjadi sebuah peristiwa penuh syukur bagi Gereja Santo Petrus dan Paulus Minomartani. Syukur bahwa banyak orang muda, banyak “wajah” baru yang mau melibatkan dan memberikan diri mereka bagi Gereja.

Hari itu suasana dipenuhi dengan rasa  syukur bahwa para wajah baru ini diajak untuk menghayati spiritualitas pelayanan kepada orang miskin, lemah dan tersingkir sebagaimana diharapkan Sri Paus melalui Hari Orang Miskin Sedunia. Pelayanan kepada orang miskin ini merupakan pelayanan yang hanya memberi, pelayanan yang tak mengharapkan balasan apa pun.

Selamat melayani Tuhan, Gereja, dan sesama dalam kepengurusan anggota Dewan Paroki, Pengurus Wilayah dan Lingkungan di Paroki St. Petrus dan Paulus Minomatani Yogyakarta. (Alfred Jogo Ena)

Dipanggil untuk berbuah

Dalam homilinya yang amat memotivasi, Mgr. Robertus Rubiyatmko  juga menegaskan bahwa jika sudah menyanggupi ya harus berani nglakoni alias menjalankan jawaban ya atau kesanggupan itu sebagaimana hamba yang menerima lima dan dua talenta. Panggilan untuk melayani Gereja itu panggilan untuk berbuah bagi diri sendiri, keluarga, Gereja dan masyarakat.

Panggilan untuk melayani, demikian Monsinyur, itu sejalan dengan panggilan untuk mengembangkan talenta yang diberikan Tuhan. Dan pemberian itu sesuai dengan kesanggupan manusia: ada yang lima, dua dan satu. Bagaimana kita menjawabnya? Itulah tanggungjawab kita.

Tanggungjawab, komitmen dan kesetiaan pada jawaban YA itulah panggilan kita untuk berbuah sesuai dengan karunia yang diberikan Tuhan kepada kita. Dengan tanggungjawab dan niat baik untuk konsisten pada tugas dan panggilan, kita akan mampu menghasilkan kelipatan dari lima talenta, dua talenta dan bahkan satu talenta dalam enam bidang pelayanan (Liturgi dan Peribadatan, Pelayanan Kemasyarakatan, Paguyuban dan Persaudaraan, Pewartaan dan Evangelisasi, Rumah Tangga, Penelitian dan Pengembangan), delapan Wilayah dan 27 Lingkungan.

Hari Orang Miskin: Dipanggil untuk Peduli

Pelantikan anggota Dewan Paroki, Pengurus Wilayah dan Pengurus Lingkungan sejalan dengan maksud penetapan Hari Orang Miskin Sedunia pertama yang jatuh pada Minggu ke-33. Selaras dengan bacaan Injil tentang talenta, Sri Paus dalam kotbahnya juga menegaskan bahwa kita semua dipanggil oleh Allah dengan talenta yang khusus. Di mata Allah, kita semua bertalenta, maka tak ada seorang pun yang mengklaim dirinya tidak bertalenta. Karena jika ia mengabaikannya, berarti ia mengabaikan karunia Allah sendiri.

Lalu mengapa pelantikan dewan dan pengurus wilayah serta lingkungan dilakukan bertepatan dengan Hari Orang Miskin sedunia?

Menurut Romo Andita MSF selaku Pastor Paroki (dalam kesempatan sosialisasi) setidaknya ada dua tujuan yang hendak dicapai bersama.

  • Pertama tema sentral tentang orang miskin adalah kepedulian sesama.
  • Kedua, tema pokok pelayanan anggota dewan, pengurus wilayah dan lingkungan adalah kepedulian dan kesetiaan pada kesanggupan untuk melayani.

Kepedulian dan kesanggupan ini menjadi roh yang menggerakkan semua yang terpanggil untuk melayani dengan hati dan kaki yang siap bergerak menjalankan pelayanan. Kepedulian erat berkaitan dengan tanggungjawab. Dan tanggungjawab erat kaitan dengan hasil pelayanan yang hendak dicapai.

Kepedulian dan tanggungjawab menjadi “roh” yang menggerakkan hamba untuk mengembangkan talenta/karunia yang diberikan Tuhan. Diharapkan pelantikan dengan moment yang special semacam ini akan memberikan semangat hamba yang diberi lima dan dua talenta untuk memajukan dan mengembangkan jemaat/umat Allah seluruh paroki, yang merupakan bagian dari Gereja KAS dan Gereja semesta.

Selamat bertugas untuk para dewan, pengurus wilayah Paroki Santo Petrus dan Paulus Minomartani masa bakti 2017 – 2020.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here