Ngaku Pastor KWI, Penelpon Gelap Desak Operator Beri Nomor Kontak Para Imam

0
2,359 views
Ilustrasi

PADA hari Jumat (12/1/2-18) malam, seorang imam (pastor) yang berkarya di lingkungan Kantor Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan menjadi Sekretaris Eksekutif sebuah komisi di KWI menghubungi Redaksi.

Pastor ini mengungkapkan sebuah ‘insiden’aneh telah terjadi di komunitas para imam setarekat dengannya.

Empat hari lalu, tepatnya hari Senin tanggal 8 Januari 2018, kata imam religius ini dari lingkungan kerja KWI ini, ada seorang penelpon tak dikenal telah menghubungi pastoran komunitas  dimana dia tinggal bersama para kolega imam lainnya. Pastoran komunitas imam ini ada di Jakarta Utara.

Pinjam Nama KWI, Penelpon Gelap Ancam Suster Biarawati di Jateng

Mengaku Sekretaris Eksekutif KWI

Kepada operator pastoran komunitas para imam ini, kata sang Romo di KWI, penelpon anonim itu dengan amat meyakinkan telah mengaku diri sebagai Pastor X yang bekerja sebagai Sekretaris Eksekutif KWI.

Sang penelpon gelap ini lalu memaksa operator pastoran agar segera memberi  informasi atas semua kontak nomor HP semua pastor yang menjadi anggota komunitas pastoran tersebut.

“Untuk maksud dan tujuan apa, semua itu tidak jelas,” tutur sang pastor beneran yang bekerja di lingkungan KWI ini.

Kalau Romo X yang menjadi Sekretaris Eksekutif KWI ingin minta kontak nama semua rekan pastor satu komunitas dengan dia, kata Sang Romo beneran ini, “Mestinya ia minta saja langsung sama saya, toh kami sama-sama ‘satu atap’ di KWI.”

Tak jelas motif apa di balik telepon gelap dengan paksaan minta kontak semua nomor HP ini.

Empat hari kemudian, terjadi lagi ‘insiden’ kurang lebih sama dimana seorang operator sekolah katolik di Jateng dipaksa memberikan daftar kontak HP semua suster biarawati yang berkarya di sekolah itu.

Penelpon gelap itu juga mengaku diri sebagai “Pastor Albert” dari KWI.

Padahal saat ini, tidak ada seorang pastor bernama Albert di lingkungan KWI.

Ketika operator ini minta agar “Pastor Albert dari KWI” ini meninggalkan pesan karena para suster baru sibuk mengajar, maka penelpon gelap ini lalu mengeluarkan kata-kata sumpah serapah sembari menggertak dengan mengatakan: “Awas ya kalau terjadi dengan sekolahmu, maka saya di KWI tidak mau tahu.”

Melihat dua ‘insiden’ yang modusnya kurang lebih sama –yakni dengan minta paksa nomor kontak HP para suster dan para pastor di biara/pastoran—maka diimbau agar para pastor, suster, dan bruder selalu waspada kalau ada penelpon tak dikenal mengaku-aku ‘orang Gereja’ baik dari KWI atau lembaga gerejani yang lain.

Soalnya, 2018 ini Tahun Politik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here