Singkawang Sambut Imlek dan Cap Go Meh dengan Hiasan Serba Merah Keemasan

0
263 views
12 Shio tampak menghiasi malam di Singkawang sejak tiga pekan sebelum datangnya Imlek 2018. (Courtesy of FB Fu Fui Khiong)

KOTA “Seribu Kelenteng” Singkawang akan menjadi  salah satu destinasi wisata prioritas di Kalimantan Barat,  saat Cap Go Meh nanti. Ini karena Singkawang, seperti tahun-tahun sebelumnya, akan menggelar pesta budaya tradisional khas kota ini yang di antaranya adalah pertunjukan tatung. 

Singkawang kini sudah menjadi buah bibir, terutama setelah Imlek pada saat pesta Cap Go Meh.

Keindahan dan eksotisme pesta budaya tradisional khas Singkawang inilah yang di hari-hari menjelang akhir Februari ini akan menjadi buah bibir yang menarik untuk diperbincangkan.

Eksotisme kota ini  berasal dari sebutan San Kew Jong yang dalam bahasa Hakka akan diucapkan dengan lafal Shan Kou Yang dengan arti ‘Gunung Mulut Laut’.  Lalu, kota yang akrab disebut “Kota dengan Seribu Kelenteng“ ini sebentar lagi akan menjadi magnet besar yang mampu membetot atensi para pelancong lokal dan mancanegara yang menyesaki seluruh akses di Singkawang.

Aneka lampion menghiasi Kota Singkawag di waktu malam hari. (Sr. Maria Seba SFIC)
Kota Singkawang berpendar dengan cahaya dan panorama indahnya lampion di segala ruas jalan. (Sr. Maria Seba SFIC)

Cap Go Meh di Singkawang

Peristiwa budaya lokal unggulan di “Kota Amoy” yang kesohor adalah Perayaan Imlek dan Cap Go Meh. Salah satu identitas khas saat  Imlek adalah perayaan semarak dengan pemandangan sangat khas seperti aroma bau shio, lampion, barongsai, pemberian angpau, bunyi aneka macam petasan, dan kembang api.

Imlek juga identik dengan dekorasi yang didominasi oleh elemen warna merah dan emas yang sepanjang tiga pekan terakhir ini sudah banyak ditemui  pada dekorasi rumah dan dinding.

Aneka lampion menghiasi depan rumah, toko, dan semua bangunan di Singkawang. (Sr. Maria Seba SFIC)
Tugu Naga di pusat kota Singkawang. (Sr. Maria Seba SFIC)
Kepala naga untuk pertunjukan barongsay. (Sr. Maria Seba SFIC)

‘Hong Kong’-nya Indonesia

Menjelang Imlek, Singkawang yang konon sering dijuluki ‘Hong Kong’-nya Indonesia ini semakin terlihat mempercantik diri. Menurut berita yang beredar, sudah ada 10.000 lampion hias dengan lampu-lampu telah memenuhi sudut-sudut Kota Singkawang.

Ada juga hiasan berbentuk 12 Shio di beberapa ruas jalan. Tak ketinggalan pula beberapa ikon budaya yang tak luput dari sorotan media karena pesona keindahan dan keunikannya seperti:

  • Gemerlapnya Bundaran 1001 AI.
  • Patung Tugu Naga Emas.
  • Gereja Ayam yang dibangun tahun 1925 sebagai bangunan cagar budaya.
  • Bioskop Metropole yang berdiri sejak tahun 1954.
  • Fasilitas tempat wisata terbaru yakni Waterboom- Taman Cinta.
  • Aneka lokasi wisata kuliner yang mampu mengoyang lidah pengunjung.
Bioskop Metropole yang sudah berdiri sejak tahun 1954 di Singkawang.
Gereja Ayam yang menjadi ikon penting di Kota Singkawang sejak tahun 1925 yang kini menjadi Gereja Paroki Singkawang. (Dok OFMCap/Sr. Maria Seba SFIC)

Menurut Ketua Panitia Imlek dan Cap Go Meh Singkawang 2018, Leonardi Chai, seperti dilansir media online kalbar.sahabatrakyat.com, panitia berupaya mengemas perayaan tersebut agar menjadi tontonan spektakuler.

Pada pesta budaya tradisional khas Singkawang ini, kata Leonardi, panitia akan menggelar berbagai perlombaan dalam rangka Perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2018.

Itu antara lain lomba hias kampung, hias tempat tinggal, hias ruko dan lomba hias mobil, kompetisi barongsai se-Kalbar, pemilihan Ako-Amoy dan perlombaan karaoke.

Bundaran 1001 – AI Singkawang (tampak siang dan malam hari) yang berada di pertigaan Jl. Ahmad Yani, Jl. Tani dan Jl. Padang Pasir semakin mempercantik kota Singkawang.

Tatung

Namun, pesta Cap Go Meh di Singkawang akan terasa kurang lengkap tanpa kehadiran para tatung. “Kita akan perhatikan penampilan para tatung dan hal itu akan kita kemas dengan kualitas yang baik agar enak ditonton, menarik, dan indah,” ujar Leonardi Chai.

Selain atraksi dan pawai tatung CGM (Cap Go Meh), ada pula atraksi  menarik lainnya yang turut menyemarakkan Perayaan Cap Go Meh. Yaitu, hadirnya 9 naga (Qiu Lung) dengan 9 aneka warna.

Ke-9 naga ini  rencananya akan ditempatkan di Stadion Kridasana Singkawang.

Lokasi wisata baru Waterboom Taman Cinta di Singkawang. (Sr. Maria Seba SFIC)
Aneka patung shio menghiasi beberapa sudut kota Singkawang. (Sr. Maria Seba SFIC)
Pemandangan lampion menghiasi Singkawang di siang hari. (Sr. Maria Seba SFIC)

Dua hari menjelang perayaan Cap Go Meh (hari ke-12 setelah Imlek) pada tanggal 28 Februari 2018 malam akan berlangsung  pawai lampion.

Lalu pada perayaan puncak hari H Cap Go Meh akan ada prosesi mengantar 9 naga ke langit yaitu prosesi bakar naga di Stadion Kridasana pada pukul 15.30 WIB.

Program acara Perayaan Cap Go Meh 2018 di Singkawang.
Festival Imlek dan Cap Go Meh di Singkawang.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here