Ragi Farisi dan Ragi Herodes

0
482 views

MELALUI perikop pada hari ini, Yesus mengingatkan kepada kita semua agar dalam menjalani hidup ini, hendaknya kita:

  • jangan memiliki mental seperti orang Farisi yang hidup penuh dengan kemunafikan, nampak saleh tapi hatinya penuh dengan kebusukan. Pandai berteori tapi nihil dalam pelaksanaannya. Mudah mengkritik tapi saat ditegur menjadi murka, karena merasa diri paling hebat, paling benar dan paling dihormati
  • menjauhi sikap seperti Herodes yang sangat ambisius dan haus akan kekuasaan. Berperilaku kejam, tidak segan-segan melakukan intimidasi bahkan tindak kekerasan kepada siapa saja yang menghalangi hasratnya. Segala macam cara dihalalkan demi meraih semua yang diidam-idamkan.

Sadari bahwa Iblis tidak pernah tinggal diam, ia ingin agar kita melanggar hal-hal di atas sehingga jatuh ke dalam dosa. Secara halus, ia merayu dan membujuk kita agar meraih prestasi yang gemilang, baik di dalam hal kerohanian maupun keduniawian. Nampaknya indah, tapi bila tidak diwaspadai, maka kita akan terpedaya dan terperangkap masuk ke dalam rencananya yang jahat. Ia mengarahkan kita sedemikian rupa sehingga pada akhirnya diri kita dikuasai oleh prestasi, yang menyebabkan kita menjadi sombong, gila hormat dan mabuk kekuasaan.

Kita adalah mahluk yang rentan dan lemah terhadap godaan iblis. Oleh sebab itu, marilah kita selalu mendekatkan diri kepada Tuhan agar kita dimampukan menjadi pribadi yang tahan uji terhadap bujuk rayu iblis. Dengan demikian kita dapat menjauhkan diri dari ragi Farisi dan ragi Herodes yang merusakkan hidup kita. Semoga dengan kesetiaan dan ketaatan kita kepadaNya di sepanjang hidup kita, kelak kita dianugerahi mahkota kehidupan abadi yang telah dijanjikanNya.

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here