Renungan Selasa 13.2.18, Mrk.8:14-21: Ragi Farisi dan Herodes Zaman Now

0
286 views
Ilustrasi: Ketergantungan gadget. (Courtesy of Mother Nature)

BEBERAPA waktu yang lalu, kata sandi atau password WiFi di lokasi gereja Wedi diganti. Melihat reaksi anak anak yang terbiasa menggunakan fasilitas WiFi  di lokasi gereja tampak kebingungan.

Mereka bingung karena tidak bisa mengakses internet. Mereka bertanya kepada orang orang yang biasa di gereja.

Ini adalah potret kehidupan kita. Kalau orang hidupnya sudah dikuasai oleh alat teknologi komunikasi, pada saat itu alatnya tidak berfungsi orang itu kebingungan. Istilah dalam bahasa Jawa adalah  mbanyaki alias kebingungan sana-sini.

Yesus dalam bacaan Injil pada hari ini mengingatkan para murid-Nya supaya berhati-hati terhadap ragi orang Farisi dan Herodes. “Awaslah terhadap ragi orang Farisi dan Herodes.

Ragi berfungsi untuk mempengaruhi seluruh adonan untuk menjadi roti. Ragi sungguh berfungsi untuk membuat tempe atau tape. Ragi orang Farisi dan Herodes adalah ragi yang mempengaruhi perilaku hidup orang Yahudi menjadi munafik atau rusak.

Pertanyaan reflektif yang bisa kita renungan adalah: apa ‘ragi-ragi’ orang Farisi dan Herodes di zaman sekarang ini?

Kemajuan teknologi komunikasi zaman ini mempengaruhi perilaku manusia. Manusia menjadi individualis. Sehabis misa atau doa,  yang pertama kali dibuka adalah alat komunikasi. Bangun dari tidur yang dipegang juga alat komunikasi. Orang akan bingung bila HP nya tidak ada pulsanya, manakala dibanding dengan nilai ulangannya jelek.Kalau tidak hati-hati kita sudah diperbudak oleh alat komunikasi yang kita miliki. Alat komunikasi jadi ‘raginya’ orang Farisi dan Herodes.

Kelekatan kelekatan terhadap barang tertentu yang membuat hidup kita diperbudak olehnya, itulah ragi orang Farisi dan Herodes. Perokok berat mulai gelisah, kalau rokoknya tinggal sebatang. Rokok menjadi ragi orang Farisi dan Herodes.

Mari kita menjadi ragi Kristus.

Ragi yang mempengaruhi orang untuk bertindak penuh dengan kasih, penuh dengan pengampunan, penuh dengan belas kasihan.

Ragi Tuhan Yesus mempengaruhi seluruh hidup [email protected]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here