Pelita Hati: 15.02.2018 – Totalitas Hati

0
847 views

Bacaan Lukas 9:22-25

Dan Yesus berkata: “Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.” Kata-Nya kepada mereka semua: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku. Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya. (Luk 9:22-24)

SAHABAT-SAHABAT pelita hati,

pelita sabda hari ini menyampaikan prasyarat untuk mengikuti Tuhan, yaitu:

  1. Mau menyangkal diri dan memikul salib hidupnya. Menyangkal diri berarti mengekang apa yang menjadi kepentingan dan kesenangannya. Terkadang kita harus rela menahan keinginan hati demi membela dan melayani sesama dan terutama demi pemuliaan Tuhan. Sedangkan memikul salib berarti berani menghadapi kesulitan dan risiko dalam kehidupan.
  2. Tuhan menuntut totalitas hati kita untuk rela ‘mengorbankan nyawa’ kita demi Tuhan. Tak berarti bahwa harus mengakhiri hidup sekarang ini tetapi berani membela kebenaran, keadilan dan kebaikan di atas kepentingan diri bahkan jika kita harus mengalami perjuangan dan penderitaan. Seberat apa pun penderitaan kita pastilah tidak sebanding dengan pengorbanan dan penderitaan Tuhan.

Semoga di masa prapaskah ini kita berani memperbaharui komitmen hati untuk mendarmabaktikan hidup dan iman kita bagi Tuhan.

Naik kapal ke Manokwari,
melewati tanjung Kasuari.
Hilangkan rasa dengki dan iri,
murnikan hati dari lubuk sanubari.

Salam kasih dari Bumi Cendrawasih,
Berkah Dalem, rm.istoto

Kredit foto: Ilustrasi (Ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here