32 Anak Terima Komuni Pertama di Gereja St. Maria de Paroki Toasebio Jakarta

0
159 views
32 anak penerima Komuni Pertama di Gereja St. Maria de Fatima Paroki Toasebio saat Hari Raya Tubuh dan Darah, Minggu 22 Juni 2019. (Benny HS)



KOMUNI pertama adalah hal yang paling penting dalam hidup seorang Katolik. 

Bertepatan dengan Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus (23/06/09) di Gereja Santa Maria de Fatima Paroki Toasebio Jakarta, pada misa pukul 09.30 para orangtua membawa dan mengantar anak-anaknya untuk menerima Komuni Pertama yang telah sangat mereka rindukan.

Misa diawali dengan perarakan calon penerima Komuni Pertama yang didampingi kedua orangtuanya masing-masing dengan membawa lilin. 

Pastor Salvador Cruz Rojo SX memberikan Komuni Pertama kepada 32 orang anak. 18 orang anak berasal dari SD Ricci I, dan sisanya dari sekolah yang tersebar di sekitar paroki.

Calon penerima komuni pertama diantar dan didamping oleh kedua orangtuanya masing-masing.

Dua kelompok pembinaan

Dalam proses pembinaan, mereka dibagi dalam dua kelompok.

  • Kelompok pertama ialah yang mendapatkan pembinaan dan pengajaran di SD Ricci 1. Pembinaan berlangsung setiap hari Jumat setelah jam pulang sekolah dan dibimbing khusus oleh Ibu Ina Sumarto.
  • Sedangkan kelompok kedua ialah yang mendapatkan pendampingan dan pengajaran di Gereja Santa Maria de Fatima. 

Selain kelas pembinaan selama kurang lebih 6 bulan, mereka juga telah melalui beberapa tahap proses persiapan antara lain melalui Triduum dan rekoleksi. Anak-anak juga telah menerima Sakramen Rekonsiliasi atau Pengakuan Dosa pertama. Hal ini juga bertujuan untuk mengajak anak-anak menyesali dosa-dosanya, mengakukannya dan menerima absolusi. 

Terlibat menjadi petugas liturgi.

Pada misa pagi itu, anak-anak penerima Komuni Pertama juga terlibat sebagai petugas liturgi. Di antaranya ada yang bertugas sebagai pembaca Liturgi Sabda, pembawa persembahan, dan pembaca ujud-ujud doa umat.

Menurut Pastor Salvador, Tuhan Yesus ingin selalu dekat dengan kita dan menjadi satu dengan kita. Kristus menghendaki agar kita selalu mengenang-Nya. Saat Ia memberikan Tubuh dan Darah-Nya untuk menebus dosa-dosa kita. Pengorbanan-Nya yang tak ternilai harganya ini menjadi tanda cinta-Nya yang tak terbatas kepada kita semua.

Suasana misa pun berjalan penuh khidmat, doa dari seluruh umat yang hadir, mengantar anak-anak ini untuk pertama kalinya menerima tubuh Kristus dalam rupa Hosti Kudus.

Menjadi petugas Liturgi Sabda dan Doa Umat.

Setelah menerima Tubuh dan Darah Kristus pertama, anak-anak diharapkan semakin mencerminkan teladan Yesus. Di sinilah peran dan tugas orangtua untuk senantiasa mendampingi serta membimbing dan mengarahkan anak-anak agar semakin meningkatkan hidup beriman.

Pendidikan iman anak-anak juga harus tetap diperhatikan oleh orang tua, seperti kesetiaan dalam merayakan misa mingguan. Sangat diharapkan juga apabila orangtua berkenan mendorong anak-anaknya untuk menjadi anggota putera-puteri Gereja atau bergabung di kelompok pelayanan lainnya. 

Ya Tuhan, ajarilah anak-anak kami untuk semakin mencintai Ekaristi yang merupakan puncak hidup umat Kristiani, khususnya Komuni Kudus. Sehingga anak-anak akan semakin rajin dan setia merayakan Ekaristi serta menghayatinya dengan lebih baik. 

Terima Komuni Pertama.
Anak-anak penerima komuni pertama menjadi petugas pembawa persembahan.
  • Kredit foto: Benny HS.
  • Liputan: Ridwan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here