61 Th Paroki Atsj, Papua: Senam Mama-mama Hamil di Pedalaman Keuskupan Agats bersama Sr. Priska KFS (5)

0
282 views
Ilustrasi: Mengajak mama-mama yang tengah hamil tua melakukan senam sehat guna mengurangi risiko proses persalinan. Inilah yang dilakukan suster biarawati KFS Sr. Priska selama menjalani karya kesehatan di Paroki Atsj, Keuskupan Agats di Papua. (Sr. Priska KFS)

BERSAMA Sr. Lidya KFS, rekan sesama suster biarawati anggota Kongregasi Suster Fransiskanes Sambas (KFS) di Pontianak, Sr. Priska KFS datang pertama kali ke Tanah Papua awal Desember 2013.

Setelah jenak melepas lelah di “pusat kota” di Asmat, barulah mereka berdua menuju Atsj.

Di Paroki Atsj –sekitar empat jam perjalanan naik speeboat dari pusat kota Asmat—kedua suster Kongregasi KFS Pontianak itu mengawali karya agung mereka di Keuskupan Agats, Papua.

61 Tahun Paroki Atsj Keuskupan Agats, Papua: Di bawah Naungan Pohon Kelapa (4)

Menjawab tantangan

Bahwa Paroki Atsj dipilih sebagai medan pelayanan baru, hal itu menjadi pilihan terbaik karena di situ ada ‘tantangan riil’ yang mesti mereka hadapi. Kedua hal itu adalah tingginya angka kematian bayi karena berbagai sebab dan rendahnya kualitas pendidikan.

Mortalitas bayi sedemikian tinggi karena nutrisi buruk dan tentu saja pemahaman kesehatan juga kurang baik. Rendahnya kualitas pendidikan terjadi karena banyak kendala yakni anak-anak sekolah tidak bisa ‘hadir’ di sekolah karena harus membantu orangtuanya mencari nafkah di hutan.

Karena itulah, Atsji kemudian dipilih.  Bapak Uskup Keuskupan Agats Mgr. Aloysius Murwito OFM bersama Sr. Sylvia KFS –Provinsial Kongregasi KFS waktu itu—dalam kerjasama dengan KBKK sepakat mengacu Atsj sebagai lokasi pilot project karya kemanusiaan para suster KFS.

Bangunan lama yang terkesan kurang terawat dan kotor inilah yang nantinya direhab untuk menjadi biara bagi dua orang suster KFS yang berkarya di Paroki Atsj, sekitar empat jam perjalanan dengan speedboat dari pusat kota di Asmat menuju kawasan pedalaman Keuskupan Agats, Papua. (Mathias Hariyadi)

Tim kecil KBKK bersama penulis telah menginisiasi studi lapangan di Atsj di bulan Juni 2013. Enam bulan sesudahnya, barulah keputusan bulat itu diwujudkan di lapangan.

Ditemani Sr. Sylvia, kedua suster medior KFS itu akhirnya datang ‘mendarat’ di Paroki Atsj –medan baru karya pastoral KFS di Keuskupan Agats, Papua.

Menempati bangunan lama

Awalnya, dua bangunan itu terkesan tak terawat dan sangat kumuh. Di tempat itulah nanti, demikian kata Mgr. Aloysius Murwito OFM di medio Juni 2013, kedua suster KFS itu akan memulai karya muliaya di tengah masyarakat lokal Asmat di Atsj.

Setelah direhab dan percantik dengan biaya kurang lebih Rp 110 juta, maka bangunan lama itu kini menjadi lebih layak huni.

Biara susteran KFS Komunitas Marie-Joseph di Paroki Atsj Papua. (Sr. Priska KFS)

Sr. Priska KFS akan mengampu karya kesehatan dengan fokus antara lain pemeliharaan kesehatan para mama –kaum ibu—yang tengah hamil. Sedangkan, Sr. Lidya KFS akan mengampu karya pendidikan anak-anak asrama.

Anak-anak harus dipaksa tinggal di asrama agar terjadi kontinyuitas belajar.

Pembaca mesti tahu hal ini. Untuk bisa bersekolah dan tinggal di asrama asuhan Sr. Lidya KFS yang berada di belakang samping kompleks Gereja St. Paulus Paroki Atsj ini, para remaja Asmat itu harus punya nyali besar berani menyeberang ‘lautan’ Sungai Bets dengan lebar badan kali  super lebar berkisar  bisa 500-an meter lebih.

Di perairan sungai super lebar ini,  tentu saja tidak hanya ada aneka jenis ikan, namun juga buaya.

Berikut ini, rekaman dokumentasi sejarah karya mulia yang diinisiasi dua suster KFS Pontianak di pedalaman Atsj – Keuskupan Agats, Papua.  Kini, karya mereka diteruskan oleh Sr. M. Roberty KFS dan Sr M. Marcella KFS.

Sr. Priska KFS dari Klinik Bersalin Amkur, Pemangkat, Singkawang di Kalbar mengirim dokumentasi sejarah karya KFS di Keuskupan Agats ini kepada Sesawi.Net untuk para pembaca sekalian.

Mengajak para mama yang tengah hamil tua berdoa dan memberi pengetahuan tentang perlunya menjaga kesehatan. Inilah yang dilakukan oleh suster biarawati KFS di Atsj, kawasan pedalaman Keuskupaan Agats di Papua. (Sr. Priska KFS)
Senam kesehatan bersama mama-mama.
Pendidikan kesehatan dilakukan dengan penuh keceriaan.
Sr. Priska KFS melakukan karya pastoral di bidang kesehatan.
Mengajak anak-anak asrama biasa makan sehat.
Bersama mama-mama yang tengah hamil tua.

(Berlanjut)

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here