Artikel Kesehatan: Lebih Hidup Lagi

0
66 views
Dr Lisbeth Quesada Tristan (Ist)

UNTUK merayakan kehidupan Dr. Quesada di San Jose, Ibukota Kosta Rika, Karibia, melakukannya dengan membantu sesama manusia yang telah hampir meninggal. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk membuat waktu yang mereka miliki di dunia ini, meskipun tinggal sebentar, tetapi harus nyaman, tanpa rasa sakit, riang dan lembut.

Apa yang menarik?

Kisah inspiratif tersebut disampaikan kepada para delegasi dari Negara-negara Anggota WHO, dalam pidatonya saat menerima penghargaan Sasakawa (The Sasakawa Health Prize). Pemberian penghargaan ini dimulai pada tahun 1984 atas inisiatif dan dengan dana yang disediakan oleh Ryoichi Sasakawa, Ketua Yayasan Industri Pembuatan Kapal Jepang dan President of the Sasakawa Memorial Health Foundation.

Penghargaan Sasakawa terdiri dari patung dan dana sebesar US$ 100.000, untuk karya inovatif yang luar biasa dalam pengembangan layanan kesehatan, untuk mendorong pengembangan lebih lanjut dari layanan tersebut.

Setelah pendidikannya di AS, ia kembali ke negaranya sebagai dokter muda dan mendedikasikan karirnya untuk perawatan paliatif anak, untuk membantu orang yang sekarat, sehingga mereka diperlakukan dengan hormat, profesionalis dan cinta.

Pada tanggal 1 Oktober 1990, Dr. Lisbeth Quesada Tristan membangun Unit Perawatan Paliatif Anak (Fundación Pro Unidad de Cuidado Paliativo) di Rumah Sakit Anak Nasional (Hospital Nacional de Niños) di San Jose, Kosta Rika.

Layanan seperti ini adalah yang pertama kali ada di Kosta Rika dan bahkan seluruh Amerika Latin, yang menyediakan perawatan paliatif untuk pasien di rumah dan rumah sakit.

Perawatan paliatif adalah layanan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien, baik dewasa maupun anak, dan keluarga mereka, karena pasien menderita penyakit yang mengancam jiwa. Layanan ini akan  mencegah dan mengurangi penderitaan melalui identifikasi kondisi medis awal, penilaian derajad penyakit secara lengkap dan pengelolaan rasa sakit atau nyeri.

Selain itu, juga untuk masalah lain, baik fisik, psikososial atau spiritual. Masalah medis sebagai penyebabnya meliputi penyakit kanker, kegagalan fungsi organ penting, tuberkulosis yang resistan terhadap obat, penyakit kronis tahap akhir, kelahiran prematuritas atau kelemahan umum, karena usia lanjut yang ekstrem.

Perawatan paliatif mencakup layanan perawatan di rumah pasien, yang dapat meningkatkan kualitas hidup pasien dan keluarga mereka. Di samping itu, juga dapat menghemat uang untuk mengurangi biaya masuk rumah sakit yang tidak perlu.

Kualitas hidup pasien dan keluarga mereka, dalam menghadapi masalah yang berhubungan dengan penyakit yang mengancam jiwa, baik fisik, psikososial atau spiritual, terbukti  sangat meningkat dengan perawatan paliatif ini.

Resolusi Majelis Kesehatan Dunia 67,19 tentang penguatan perawatan paliatif, yang diadopsi pada tahun 2014, menekankan perlunya membuat kebijakan perawatan paliatif secara nasional, khususnya untuk memastikan akses yang aman ke obat opioid untuk menghilangkan rasa sakit atau nyeri yang hebat.

Selain itu, juga dilakukannya pelatihan berkesinambungan untuk semua petugas kesehatan dalam perawatan paliatif, dan integrasi perawatan paliatif ke dalam sistem layanan kesehatan yang ada.

Morfin tablet kerja cepat (oral immediate-release morphine) adalah obat yang penting dalam terapi paliatif. Undang-undang tentang opioid dan peraturan peresepan di semua negara, seharusnya menyeimbangkan aspek pencegahan dan penggunaan opioid ilegal, dengan memastikan aksesibilitas pasien ke obat morfin, untuk mengurangi rasa sakit atau nyeri tingkat sedang dan berat.

Pasien anak memiliki lebih sedikit akses ke perawatan paliatif. Padahal, pasien anak berada pada risiko yang lebih tinggi daripada orang dewasa, untuk mengalami kesulitan mendapatkan obat penghilang rasa sakit yang memadai.

Sekitar 98% pasien anak yang membutuhkan perawatan paliatif tinggal di negara berpenghasilan rendah dan menengah, dengan hampir setengah dari mereka tinggal di Afrika.

Artikel Kesehatan: Eliminasi Dengue (Demam Berdarah-DB)

Perawatan paliatif masih menunjukkan perbedaan mencolok secara global. Kurangnya akses ke perawatan paliatif dan obat penghilang nyeri adalah salah satu ketidaksetaraan terbesar dalam kesehatan global.

Sebagian besar pasien di negara berpenghasilan tinggi memiliki akses, tetapi hanya sebagian kecil pasien di negara berpenghasilan rendah dan menengah yang memiliki akses serupa.

Setiap tahun diperkirakan 40 juta orang membutuhkan perawatan paliatif, dengan 78% di antaranya tinggal di negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Kebutuhan akan perawatan paliatif tidak pernah surut. Justru hal ini akan terus tumbuh dengan meningkatnya penyakit kronis dan bertambahnya orang yang dapat hidup hingga usia yang lebih lanjut.

Di seluruh dunia, hanya sekitar 14% orang yang membutuhkan perawatan paliatif, yang dapat menerimanya. Penghargaan Sasakawa pada 25 Mei 2018 untuk perawatan paliatif bagi pasien anak oleh Dr. Lisbeth Quesada Tristan di Kosta Rika, telah membuat hidup anak sakit berat menjadi lebih hidup lagi.

Sudahkah kita tergerak membantu?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here