“Ashes in the Snow”, Merekam Peristiwa dengan Memori dan Gambar

0
322 views
Film "Ashes in the Snow". (Ist)

DENGAN sarana apa, misalnya, catatan tentang kekejaman sejarah sebuah rezim totaliter di Uni Soviet itu mesti sampai ke generasi berikutnya?

Itulah yang membetot perhatian seorang remaja bernama Lina Vikas (Bel Powley) yang atas desakan ibunya diminta terus “merekam” sejarah melalui memori dan karya lukisnya.

Justru karena ia punya memori yang baik serta berbakat melukis, maka kekejaman sejarah Uni Soviet di eram rezim Joseph Stalin bisa dia “tulis” dalam bentuk gambar dan gambar-gambar itulah yang kemudian diwarikan ke generasi berikutnya.

Catatan sejarah

Ashes in the Snow  rupanya bukan hanya sekedar film. Ia adalah catatan historis atas kisah sejarah yang nyata. Ashes in the Snow bicara tentang orang-orang Lithuania yang dipaksa dibawa ke kamp kerja paksa di Siberia oleh rezim bengis Stalin, ketika ia mulai berkuasa di Uni Soviet.

Kekerasan sikap Lina itu “turun” dari watak ibunya yang punya prinsip kuat: membela kebenaran dan tidak mau tunduk pada rezim yang tiran.

Konflik batin

Ashes in the Snow menjadi menarik, karena di situ ada konflik batin yang akut seperti dialami oleh petugas keamanan bernama Nikolai Kretzsky (Martin Wallström).

Ia semula dianggap sebagai polisi culun dengan wajah ‘memelas”, namun kemudian bisa menjadi garang dan bahkan menjadi “malaikan pencabut nyawa” saking kejamnya.

Sejatinya, Kretzky masuk kategori “orang baik” namun keadaan telah memaksanya menjadi brutal . Itu karena pengaruh indoktrinasi  Komandan Komarov (Peter Franzén) yang sangat tanpa nurani. Kebrutalan Kretzky semakin memuncak, setelah ia dia dipromosikan menjadi komandan kamp kerja paksa di kawasan Siberia yang super dingin.

Nuraninya kemudian “menegurnya” sehingga di akhir cerita ia bunuh diri karena dilanda rasa bersalah.

Sementara, Lina yang sudah kehilangan ibunya akhirnya berhasil bebas keluar Siberia dengan membawa serta adiknya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here