Batuputih, Sumatera Selatan: 180 OMK Tiga Paroki, Jadilah Kepo dan Baper

0
219 views
180 OMK dari tiga paroki di Keuskupan Agung Palembang dalam sebuah program acara di Batuputih. (Ist)

SEBUAH tenda besi beratap terpal terpasang kokoh di depan gereja. Cuaca siang itu terasa terik. Tampak sejumlah orang muda bergerombol sambil bercengkrama di beberapa tempat sembari menggendong tas ransel masing-masing pada Sabtu (16/2) bulan lalu.

Mereka hadir untuk mengikuti kegiatan Temu Orang Muda Katolik (OMK) dalam bingkai perayaan Hari Kasih Sayang bertajuk, “Bersatu karena Kisah, Berbagi karena Kasih dalam Persaudaraan Sejati”.

Tiga paroki

Kegiatan OMK yang berlangsung pada tanggal 16-17 Februari 2019 ini dipusatkan di Balai Paroki Sang Penebus Batuputih, Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan.

Acara ini merupakan salah satu agenda rutin bersama yang diselenggarakan setiap tahun oleh OMK Paroki St. Petrus dan Paulus Baturaja dan OMK Paroki Sang Penebus Batuputih,

Menjadi istimewa karena kegiatan yang diikuti oleh 180 orang muda ini juga dihadiri OMK dari Paroki St. Maria Tugumulyo, Musi Rawas.

Ketiganya merupakan paroki yang berada di wilayah Keuskupan Agung Palembang.

Temu 180 OMK dari tiga paroki di Keuskupan Agung Palembang.

Temu OMK yang dikemas dengan bentuk live in yaitu tinggal di rumah umat di lingkungan sekitar Gereja Paroki Sang Penebus Batuputih ini dibuka dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh penulis –Romo Titus Jatra Kelana– didampingi Romo Anton Liberto selaku Moderator OMK Dekanat II Keuskupan Agung Palembang dan Diakon Anton Manik.

Jadilah kepo dan baper

Dalam homilinya, Romo Liberto mengajak OMK untuk jadi orang muda yang kepo dan baper.

“Orang Muda Katolik harus militan dalam menjalankan perutusannya di manapun berada. Semangat itu diwujudkan dengan kepo dan baper. OMK harus punya semangat untuk kembangkan potensi yang dianugerahkan Tuhan di dalam diri kita masing-masing. Selain itu OMK juga harus mampu membawa perubahan ke arah hidup yang semakin baik. Sadarilah dengan sungguh bahwa kita semua berharga di mata Tuhan”, tegas imam Direktur Panti Asuhan Rumah Yusup Baturaja ini mantap.

Perayaan Ekaristi yang dikemas dalam nuansa orang muda ini diiringi dengan lagu-lagu yang dipersembahkan oleh koor OMK asrama putra dan putri Panti Asuhan Rumah Yusup, Baturaja.

Usai Perayaan Ekaristi, kegiatan dilanjutkan dengan malam keakraban yang diisi dengan gerak dan lagu, permainan lempar selendang serta materi tentang ajakan agar OMK senantiasa “Hidup dalam Kasih Allah” yang disampaikan oleh Diakon Anton Manik.

Paparan dari Sr. Fransita FSGM tentang tipe-tipe kepribadian.

Menutup rangkaian kegiatan hari pertama, Sr. M. Fransita FSGM dari Komunitas susteran FSGM St. Antonio Baturaja hadir memimpin doa malam reflektif dengan Ibadat Lilin Kasih.

Kenali tipe-tipe kepribadian

Hari kedua diawali dengan kegiatan masing-masing di tengah keluarga. Usai kegiatan bersama keluarga, acara  kemudian dilanjutkan dengan pendalaman materi tentang “Membangun Karakter Kepribadian” yang disampaikan oleh Sr. M. Fransita FSGM.

Biarawati yang kini melayani di bidang pastoral care Rumah Sakit St. Antonio Baturaja ini mengawali paparannya dengan penjelasan tentang definisi kepribadian.

“Menurut Gordon Willard Allport, kepribadian adalah organisasi yang dinamis dari sistem psiko-fisik. Individu yang menentukan tingkah laku dan pemikirannya secara khas,”  jelasnya.

Lebih lanjut biarawati Fransiskan yang pernah berkarya di Rumah Retret La Verna Pringsewu, Lampung, ini menekankan bahwa orang muda perlu mengerti tipe-tipe kepribadian manusia secara umum dan mengenali tipe kepribadian yang identik dengan pribadi masing-masing.

Ia menegaskan bahwa secara umum ada empat tipe kepribadian manusia, yaitu sanguinis, plegmatis, koleris dan melankolis yang memiliki kekhasan masing-masing.

Dalam konteks OMK, pengenalan akan tipe-tipe kepribadian ini penting agar masing-masing bisa saling memahami dan melengkapi mewujudkan kerjasama yang baik antarindividu, sehingga OMK bisa semakin berkualitas.

Mengunjungi kaum lansia dan orang sakit sebagai bentuk kepedulian OMK.

Usai penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan bakti sosial yang diwujudkan dalam dua bentuk, yaitu kunjungan kasih bagi umat lansia dan yang sedang sakit serta kegiatan aksi cinta lingkungan dengan gotong-royong kebersihan lingkungan.

Sejumlah OMK yang terbagi dalam tiga kelompok bersama para suster FSGM dan Prodiakon melaksanakan kunjungan kasih ke rumah umat lansia dan yang sedang sakit di lingkungan-lingkungan yang ada di wilayah Batuputih.

Mereka yang melaksanakan kunjungan kasih datang menyapa, berdoa bersama serta menerimakan Komuni Kudus bagi yang sakit dan lansia.

Kerja bakti bersih-bersih lingkungan.

Saat sejumlah OMK mengadakan kunjungan kasih, OMK lainnya tampak antusias mengadakan kegiatan aksi cinta lingkungan. Berbekal peralatan kerja seperti, cangkul, sekop, sabit, sapu lidi dan gerobak mereka memulai kegiatan kebersihan lingkungan yang dipusatkan di beberapa tempat, yaitu di sekitar jalan raya di depan kompleks Gereja, sekitar Balai Paroki, dan di sekitar kompleks makam dan Gua Maria Batuputih.

Menghormati leluhur yang sudah meninggal.

Laurensius Simarmata salah satu OMK dari Tugumulyo Musi Rawas mengapresiasi kegiatan ini karena menjadi wadah bagi OMK untuk saling mengenal satu sama lain dan membangun kerja sama untuk memberikan yang terbaik bagi Gereja dan masyarakat.

“Kegiatan ini menjadi kesempatan istimewa bagi kita semua untuk bisa berkumpul, bersukacita dan saling mengenal dalam kasih persaudaraan sejati. Semoga OMK semakin bersemangat, kita harus selalu berkarya dan memberikan yang terbaik bagi Gereja dan masyarakat”, tegasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here