Belajar dari Pengalaman Hidup Sehari-hari

0
158 views
Belajar kearifan lokal di Desa Mandalagiri - Ciamis pada keluarga lokal Sunda bersama teman mahasiswa Unika Atma Jaya dalam program outreach live in 15-17 Desember 2017. (Ist)

SEORANG bijaksana berkata, “Anda bisa membeli pendidikan, tetapi hikmat adalah pemberian dari Tuhan.”

Di sebuah kampung, hidup seorang nenek tua. Seperti orang-orang kampung pada umumnya, nenek itu tidak berpendidikan tinggi.

Zaman dulu, ia cuma tamat Sekolah Rakyat. Namun nenek itu menjadi tempat curahan hati masyarakat di kampung itu. Ia seorang yang bijaksana. Ia melakukan hal-hal yang baik bagi orang-orang di sekitarnya.

Suatu hari, seorang pemuda mendatangi nenek itu. Ia punya masalah yang berat, sehingga ia melakukan konsultasi kepada nenek itu.

Setelah berbincang-bincang beberapa lama, ternyata nenek itu menemukan bahwa persoalan berat itu ada di dalam pemuda itu. Nenek itu mengusulkan agar pemuda itu mengambil langkah-langkah untuk menyelesaikan masalahnya.

Namun pemuda itu cuek saja. Ia merasa bahwa ia orang yang pandai yang memiliki pendidikan yang tinggi. Karena itu, ia merasa tidak perlu menyelesaikan persoalan yang ada dalam dirinya. Lama-kelamaan, pemuda itu mengalami kesulitan hidup yang lebih parah. Sementara nenek tua itu semakin mendapatkan perhatian dari orang-orang lain.

Mampu ubah hidup

Pendidikan yang tinggi belum menjadi jaminan orang memiliki hidup yang lebih baik. Pendidikan yang tinggi semestinya mampu mengubah hidup manusia. Bukannya menjadi semakin sombong, tetapi semestinya seperti ilmu padi, semakin berisi, semakin merunduk.

Kisah di atas memberi kita inspirasi untuk meningkatkan kualitas hidup kita dengan pendidikan tinggi yang kita miliki. Pemuda itu menganggap remeh temuan sang nenek tua itu. Ia menyepelekannya, karena ia memiliki pendidikan yang tinggi yang menggunakan analisa-analisa yang tinggi.

Kita menjalani pendidikan yang tinggi pertama-tama untuk memberikan nilai yang lebih pada diri kita. Kita diharapkan memiliki hidup yang lebih baik. Kita diharapkan memiliki tingkah laku yang mumpuni dalam menjalani hidup ini. Ketika kita menyombongkan diri kita, justru keruntuhan yang akan terjadi dalam hidup kita.

Karena itu, orang beriman mesti senantiasa mau mendengarkan pengalaman orang-orang yang ada di sekitarnya. Pengalaman adalah guru yang sangat berharga bagi hidup manusia.

Pengalaman mengajarkan banyak hal baik bagi perjalanan hidup kita. Perjalanan sering menuntun hidup kita ke arah yang lebih baik.

Mari kita terus-menerus belajar dari pengalaman hidup sebagai guru yang memberi ketenangan hidup.

Tetap semangat, sahabat-sahabat. Tuhan memberkati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here