Belasan Orang Kudus Siap Jadi Santo-Santa Baru, Termasuk Satu Yesuit

0
4,895 views

SETELAH menerima Praefect (ketua penanggungjawab) Urusan Kanonisasi Santo-Santo Kardinal Angelo Amato SDB, rasanya tidak akan lama lagi Paus Benediktus XVI akan segera memproklamirkan sejumlah orang kudus masuk dalam barisan Santo-Santo baru.

Tentu bukan perkara gampang Gereja Katolik berani  memasukkan sejumlah nama orang suci dalam daftar orang kudus baru. Perlu beberapa tahun lamanya –bahkan sampai ratusan tahun—hingga akhirnya Tahta Suci meyakini orang-orang pilihan Tuhan ini memang layak dan sepantasnya disebut orang kudus.

Salah satu kriterianya adalah apakah calon orang-orang kudus ini sampai memberi pengaruh iman yang  kuat pada Gereja melalui fenomena “supra inderawi” yang lazim disebut mukjizat? Kalau dari beberapa tes atas kebenaran telah terjadi mukjizat melalui nama orang-orang kudus ini benar-benar sampai terverifikasi benar dan terbukti secara ilmiah, maka barulah Gereja mau “membuka diri” untuk  memasukkan mereka dalam daftar panjang Santo-Santa.

Nah, berikut ini adalah daftar  nama orang-orang saleh katolik yang  layak disebut “kudus” karena faktor kriteria:

A.    Terjadi mukjizat terkait dengan namanya:

  1. Giovanni Battista Piamarta, seorang imam Italia dan pendiri Kongregasi Keluarga Kudus Nazareth dan Kongregasi Suster-suster Pelayan Tuhan. Pastur berdarah Italia ini hidup dalam kurun waktu 1841-1913.
  2. Jacques Berthieu, seorang martir Perancis dan Yesuit (1938-1896).
  3. Maria del Carmen, pendiri Kongregasi Suster-suster Misionaris Pengajar. Lahir di Spanyol dengan nama kecil  Maria Salles y Barangueras, biarawati ini hidup pada kurun waktu 1848-1911.
  4. Maria Anna Cope (lahir dengan nama kecil Barbara), seorang suster Jerman dari Kongregasi Suster-suster Fransiskanes Ordo Ketiga dan berpusat di Syracuse, New York. Almarhum hidup pada kurun waktu 1838-1918.
  5. Kateri Tekakwitha, seorang katolik awam dari Amerika yang  hidup pada kurun waktu 1656-1680.
  6. Pedro Calungsod, seorang awam dan katekis Filipina yang menjadi martir. Dia hidup pada kurun waktu 1654-1672.
  7. Anna Schaffer, seorang awam berdarah Jerman yang hidup pada kurun waktu 1882-1925.
  8. Louis Brisson, seorang pastur Perancis dan pendiri Kongregasi Oblates Fransiskus de Sales; hidup pada kurun waktu 1817-1908.
  9. Luigi Novarese, seorang pastur projo Italia dan pendiri  Tarekat Para Pekerja Salib dan hidup pada kurun waktu 1914-1984.
  10.  Maria Luisa (lahir dengan nama kecil Gertrude Prosperi), seorang rahib Italia dari Ordo Santo Benediktus dari Trevi (1799-1847).
  11.  Bunda St. Louis (terlahir dengan nama Maria Luisa Elisabeth de Lamoignon, janda dari Mole de Champlatreux), dari Perancis dan pendiri Tarekat Religius Suster-suster St. Louis (1763-1825).
  12.  Maria Crescencia (terlahir dengan nama Maria Angelica Perez), orang suci dari Argentina dan anggota Kongregasi Suster-suster Daughters of Our Lady of the Orchard (1897-1932).

B.     Karena kesaksian iman dan mati sebagai martir

  1. Nicola Rusca, pastur projo berdarah Swiss dan mati sebagai martir; hidup pada kurun tahun 1563-1618.
  2. Luis Orencio (terlahir Antonio Sola Garriga) bersama 18 teman setarekat dari Kongregasi . Mereka antara lain Antonio Mateo Salamero (romo projo) dan Jose Gorostazu Labayen (awam) yang menjadi martir di Spanyol tahun  1936. Alberto Maria Marco y Aleman bersama 8 temannya dari Orde Karmelit  dan Agustin Maria Garcia Tribaldos bersama 15 anggota Institute of Brothers of Christian Schools. Semua dibunuh sebagai martir di Spanyol kurun waktu 1936 and 1937.
  3.  Mariano Alcala Perez and 18 temannya anggota Order of the Blessed Virgin  Mary of Mercy; mereka dibunuh sebagai martir di Spanol tahun 1936 and 1937.

C.      Menunjukkan keutaman luhur

  1. Donato Giannotti, imam prajo Itali dan pendiri Kongregasi Suster-suster  Handmaidens of the Immaculate Conception (1828-1914).
  2. Marie-Eugene of the Child Jesus (terlahir dengan nama Henri Grialou), imam Karmelit Perancis dan pendiri Institute of Notre-Dame de Vie (1894-1967).
  3. Alphonse-Marie (terlahir Elisabeth Eppinger), pendiri Kongregasi Suster-suster Blessed Saviour (1814-1867).
  4. Marguerite Lucia Szewczyk asal Polandia dan pendiri  Kongregasi  Sorrowful Mother of God – Seraphic Sisters (1828-1905).
  5. Assunta Marchetti, salah satu pendiri Kongregasi Suster-suster St. Charles (1871-1948).
  6. Maria Julitta (terlahir Teresa Eleonora Ritz), pendiri  Kongregasi Suster-suster Redeemer (1882-1966).
  7. Maria Anna Amico Roxas, suster Italia dan pendiri  Society of St. Ursula (1883-1947).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here