Berbagi Sukacita kepada Sesama

0
109 views
Ilustrasi (Ist)

TIDAK mudah berbagi hidup dengan orang lain. Mengapa? Karena orang takut kehilangan diri.

Suatu hari, seorang sopir turun dari mobil mewah di depan tempat pemakaman umum. Ia berjalan menuju pos penjaga kuburan. Setelah berjumpa dengan penjaga kuburan, ia berkata, “Pak, tolong temui nyonya di mobil itu, karena tak lama lagi ia akan meninggal!”

Dengan tergesa-gesa, penjaga kuburan itu berjalan menghampiri sang nyonya. Seorang perempuan lemah, berwajah sedih membuka pintu mobilnya. Ia berusaha tersenyum kepada penjaga kubur itu.

“Saya… Ibu yang selama ini mengirim uang tiap dua minggu sekali, agar Anda dapat membeli seikat bunga dan menaruhnya di atas makam anak saya. Saya datang untuk berterima kasih atas kesediaan dan kebaikan hati Anda,” kata ibu tua itu.

“Ohhhhh… Jadi Nyonya yang selalu mengirim uang itu? Maaf Nyonya, memang uang yang dikirimkan itu selalu saya belikan bunga. Tetapi saya tidak pernah menaruh bunga itu di pusara anak Nyonya,” kata pria penjaga kuburan itu.

Perempuan tua itu kaget. Ia bertanya, “Apa? Mengapa kamu lakukan itu terhadap saya? Saya sangat mencintai anak saya, maka saya kirim uang itu untuk beli bunga.”

“Ya… saya mengerti, Nyonya. Tetapi menurut saya, orang yang sudah meninggal tidak akan pernah melihat keindahan bunga tersebut. Karena itu, setiap bunga yang saya beli, saya berikan kepada mereka yang ada di rumah sakit, orang miskin yang saya jumpai. Atau saya berikan kepada mereka yang sedang bersedih. Orang-orang yang masih hiduplah yang dapat menikmati keindahan dan keharuman bunga-bunga itu.”

Perempuan itu terdiam. Tiga bulan kemudian, seorang perempuan tua namun terlihat cantik dan semangat turun dari mobilnya. Ia berjalan ke pos penjaga kuburan.

Ia menyapa penjaga kuburan, “Selamat pagi, apakah masih ingat saya? Saya ibu yang tiga bulan lalu datang menemui Anda. Saya berterima kasih atas nasihat yang Anda berikan saat itu. Anda benar bahwa memperhatikan dan membahagiakan mereka yang masih hidup jauh lebih berguna daripada meratapi yang sudah meninggal. Ketika saya secara langsung mengantarkan bunga-bunga itu ke rumah sakit atau panti jompo, orang-orang yang sedang susah, bunga-bunga itu tidak hanya membuat mereka bahagia. Tetapi saya juga turut bahagia.”

Perempuan itu mengaku bahwa segala penyakitnya telah hilang, karena kebahagiaan yang menyelimuti dirinya. Semua itu berkat bunga-bunga yang ia persembahkan untuk orang-orang sakit dan tua.

Bahagia berbagi

Sering kita cemas akan hari-hari hidup kita. Kita takut bahwa kita tidak akan bahagia menjalani hidup ini. Karena itu, berbagai cara kita lakukan untuk mengamankan hidup kita.

Kisah di atas memberi kita insprasi untuk memiliki semangat berbagi dalam hidup ini. Wanita kaya itu akhirnya sadar bahwa dengan memiliki semangat berbagi, ia dapat sembuh dari penyakitnya.

Yang ia bagikan bukan hal-hal yang sangat besar. Bukan pula hartanya yang melimpah. Namun yang ia bagikan adalah sukacita. Yang ia bagikan adalah senyum kepada orang-orang yang ia jumpai.

Mari kita membangun semangat untuk berbagi kasih kepada sesama yang kita jumpai.

Dengan membagikan kebahagiaan yang kita miliki, kita pun mampu berbahagia. Karena itu, yang diminta dari kita adalah ketulusan hati dalam berbagi kasih dan sukacita kepada mereka yang sangat membutuhkan.

Tuhan memberkati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here