Berkorban dengan Hati Yang Tulus Itu Membahagiakan

0
119 views
Phoa Keng Hek, salah satu perintis berdirinya ITB. (Ist)

TIDAK mudah mengorbankan hal-hal yang begitu berharga bagi kemajuan orang lain.

Nama-nama besar pahlawan bangsa seperti Ki Hajar Dewantara, Raden Ajeng Kartini, Rahmah El Yunusiah, Dewi Sartika, KH Hasyim Asy’ari, KH Ahmad Dahlan sering kita dengar dan kiprah mereka disebut. Namun, adakah yang pernah mendengar nama Phoa Keng Hek?

Nama ini nyaris dilupakan bangsa Indonesia, bahkan oleh kalangan etnis Tionghoa sendiri.

Padahal beliau adalah perintis pendidikan modern pertama di Indonesia, yaitu Sekolah Tiong Hoa Hwee Koan (THHK) pada tahun 1901, jauh lebih awal dari sekolah besutan Muhammadiyah, NU maupun Taman Siswa.

Sekolah THHK menyebar hampir ke seluruh pelosok Indonesia, jumlahnya mencapai sekitar 130-an sekolah. Phoa Keng Hek sangat dihormati oleh kalangan etnis Tionghoa dan etnis lainnya, termasuk pihak kolonial Belanda.

Phoa termasuk orang yang berjasa besar dalam mendirikan ITB, bersama dua tokoh lainnya dari kalangan Tionghoa yakni H.H Kan dan Nio Hoey Oen. Mereka berjasa besar dalam mengumpulkan uang sebesar 500 ribu gulden, guna menyiapkan segala kebutuhan berdirinya ITB. Satu hal yang tidak sanggup dilakukan penjajah Belanda waktu itu.

Sekolah Tiong Hoa Hwee Koan (THHK) — Ist.

Lahir di Bogor tahun 1857, beliau adalah anak dari seorang kaya bernama Phoa Tjong Tjay, yang juga pemimpin kalangan Tionghoa (Letnan) di Jatinegara, Batavia. Selain digunakan untuk mengembangkan dunia pendidikan, kekayaannya juga dipakai untuk kegiatan-kegiatan sosial.

Di antara tindakannya yang sangat fenomenal adalah meminta pemerintah Belanda untuk menutup kasino atau tempat perjudian.

Mengapa? Karena Phoa prihatin betapa membahayakannya tempat perjudian bagi masyarakat luas. Banyak orang miskin yang memerlukan uang, menjadikan perjudian sebagai cara cepat untuk menyelesaikan masalah.

Tetapi hal tersebut justru semakin menyengsarakan mereka.

Yang tak masuk akal adalah Phoa bersedia mengganti uang ke kas pemerintah Belanda akibat ditutupnya kasino tersebut. Bayangkan, berapa banyak uang yang harus disetor atau dibayar Phoa Keng Hek.

Orang ini memang sosok langka, jabatan pemimpin Tionghoa (Kapiten) juga ditolaknya. Padahal jabatan itu diperebutkan bahkan diimpikan banyak orang.

Airmata bahagia

Sebuah usaha yang dilakukan dengan hati yang tulus sering dibarengi dengan pengorbanan yang besar pula. Tidak ada keberhasilan yang gilang-gemilang tidak disertai dengan airmata. Artinya, selalu saja ada derita yang mesti dilewati namun terasa indah, karena semuanya dilakukan dengan hati yang tulus.

Kisah di atas memberi kita inspirasi untuk senantiasa berjuang bagi kehidupan banyak orang. Phoa Keng Hek tidak peduli terhadap dirinya sendiri.

Yang ia peduli adalah pendidikan anak-anak bangsa. Yang ia peduli adalah keselamatan sebuah bangsa yang besar. Karena itu, ia rela membayar penutupan kasino kepada pemerintah penjajah Belanda.

Semua itu ia lakukan demi bangsanya yang bahkan belum merdeka.

Bagi banyak orang, berkorban mungkin menjadi sesuatu yang berat dan merugikan dirinya. Namun korban seperti ini biasanya dilakukan dengan terpaksa. Artinya, sebenarnya orang tidak mau melepaskan sesuatu yang berharga bagi dirinya untuk orang lain, namun ia terpaksa melepaskannya.

Berkorban seperti ini terasa sakit dan rugi.

Namun ketika orang melakukannya dengan setulus hati, orang akan mengalaminya sebagai sebuah kebahagiaan.

Orang merasakan bahwa sesuatu yang dilepaskanya tidak hilang dari dirinya. Justru yang dilepaskan itu memberi suatu kebahagiaan. Orang merasa menemukan sesuatu yang baik dan berguna bagi orang lain.

Karena itu, kita diajak untuk berkorban dengan hati yang tulus. Kita memberi sesuatu yang berguna bagi orang lain secara tulus, sehingga kita tidak merasa kehilangan saat melepaskan sesuatu yang berharga bagi kita.

Mari kita terus-menerus berkorban bagi sesama. Dengan demikian, hidup ini semakin memberi makna bagi diri dan sesama. Tuhan memberkati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here