Bersama Komunitas Lain, Kami Bicara Pelayanan Iman di LP

0
130 views
Pertemuan komunitas pemikat KAJ. (Ist)

BARU saja muncul imbauan dari Vikep Kategorial KAJ Romo Andang Listya Binawan SJ tentang hal-ikhwal misi pelayanan iman di balik tembok Lembaga Pemasyarakatan (LP). Intinya, diharapkan pelayanan iman itu bisa dilakukan oleh beberapa komunitas katolik yang punya kepedulian sama.

Beberapa hari lalu, tepatnya hari Sabtu (12/5/18) dan bertempat di Gedung Pastoral KAJ baru saja diselenggarakan pertemuan gugus spiritualitas kelompok/komunitas katolik.

Pertemuan Panko Pemikat dengan Gugus anak muda selama dua jam pk 10.00-12.00 dimulai dengan perkenalan dari masing masing komunitas dan kendala yang dihadapi saat ini. Rata-rata setiap komunitas tantangannya adalah SDM, regenerasi dan dana.

Pertemuan yang dipimpin oleh Pak Riki Fadjar sebagai Koordinator Panko didampingi Ibu Maria dan Niko. Mereka  mengajak seluruh komunitas untuk bersinergi BETASAPA yang prioritas tahun ini ke pelayanan LP.

Pada kesempatan ini dari FPP KAJ diwakili oleh Windy dan Londry memperkenalkan program pelayanan LP.

Suasana pertemuan.

Penulis mempresentasikan:

  • Latar belakang terbentuknya FPP KAJ tanggal 30 Agustus 2008.
  • Data LP yang dilayani oleh paroki/komunitas di KAJ.
  • Apa saja yang bisa dilakukan dalam kunjungan tersebut.

Pak Riki menutup pertemuan dengan imbauan kepada komunitas untuk mengambil jadwal dari FPP KAJ.

Pertemuan sesi ke-2 dimulai pk 13.00-15.00 dengan Gugus Spiritual. Sebanyak 15 Komkat hadir dengan beberapa wakil dari masing-masing komunitas.

Acara dimulai dengan perkenalan dan ciri khas serta karya dari masing masing komkat, tantangan dan kesulitan yang dihadapi, ajakan untuk bersinergi dalam Betasapa keLP di bawah KAJ.

Pada prinsipnya sama seperti Gugus Orang Muda tantangan adalah SDM dan dana. Ada beberapa komkat yang mengatakan kegiatannya malah dicurigai, tidak didukung paroki,  ada komunitas yang baru berdiri.

FPP KAJ kembali diberikan kesempatan untuk memperkenalkan pelayanan LP.

PUKAT KAJ yg diwakili oleh Charles  yang mempromosikan acara besar tahun ini yaitu RUN4U. Pertemuan ditutup dengan info mengenai YOUFEST oleh Niko dari St. Egidio pada tanggal 11 September di ICE BSD.

Tanya-jawab peserta dan fasilitator.

Q&A

Di situ muncul banyak  pertanyaan berkaitan dengan kegiatan tersebut. Misalnya, apa yang dapat dilakukan? Bagaimana caranya?

Lalu dijawab: Mari masing-masing komunitas membuat  kegiatan rohani komunitas di dalam program kerjanya; setidak-tidaknya ada sekali kegiatan selama aktivitas melakukan  kunjungan ke LP dalam setahunnya. Hari dan LP mana yang akan  dikunjungi bisa  dilihat di database pelayanan LP.

Ada tim khusus pelayanan ke LP yang sudah biasa mengurusi administrasi birokrasi untuk dimintakan izin. Mereka menyediakan diri bisa membantu request tersebut.

Pertanyaan lain menyangkut jumlah orang yang boleh masuk LP setiap kali berlangsung pelayanan iman. Dijawab hanya 10-15 orang per kegiatan.

Lalu apa saja yang mesti disiapkan?

  • Kesediaan imam untuk bisa melaksanakan Perayaan Ekaristi.
  • Petugas liturgi (pengantar, lektor/lektris, pemain kibor, kelompok koor kecil).
  • Nasi kotak yang jumlahnya berbeda-beda di setiap LP.
  • Optional: Rosario, buku doa, gambar rohani, aneka peralatan MCK (handuk, sabun, sikat gigi, odol).

Bagaimana bentuk acaranya? Dijawab demikian:

  • 30 menit pertama adalah kegiatan puji-pujian, berdoa rosario/koronka atau penjelasan singkat tentang komunitas atau pengajaran singkat.
  • Jika memungkinkan, imam bisa memberikan Sakramen Tobat.
  • 60 menit: Misa.
  • 15 menit: games, perayaan ulang tahun warga binaan.
  • 30 menit : makan siang bersama

Lagu-lagu apa yang dipakai di Misa? Lagu-lagu diambil dari buku Puji Syukur.

Apakah Sahabat Forum Pelayanan LP akan mendampingi selama kunjungan tersebut? Dijawab: ya.

Selain misa, apakah ada kegiatan lainnya? Misa Kudus adalah kegiatan utama di dalam kunjungan ke LP. Namun ada juga kegiatan insidentil seperti berbuka puasa bersama, layanan kesehatan, seminar, dan baksos.

Apakah boleh mengikuti atau berpartisipasi juga di kegiatan insidentil tersebut? Tentu boleh.

Akhirnya, marilah kita bersemangat melayani.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here