Bijaksana Menanggapi Penilaian Orang Lain

0
151 views
Indonesia ada karena perbedaan -- kata mutiara Gus Dur

GWEN Renée Stefani, penyanyi dan vokalis band No Doubt, berkata tentang gosip yang sering ia terima, “Saya tidak pernah terpengaruh oleh apa yang orang lain katakan tentang saya. Orang-orang yang saya perhitungan hanyalah orang-orang yang saya cintai.”

Seorang bapak mengalami kesulitan keuangan. Ia terpaksa menjual keledainya ke pasar bersama anak lelakinya.

Dalam perjalanan, mereka mendengar komentar dari beberapa orang yang berkumpul. Mereka berkata, “Lihat betapa bodohnya. Masak bapak dan anak menuntun keledai, padahal bisa dinaiki.”

Bapak dan anak itu pun menaiki keledai itu. Tidak lama, ada serombongan ibu melihat keduanya. Ibu-ibu itu berkata, “Ya ampun, kasihan benar keledai itu ditunggangi dua orang. Harusnya satu saja.”

Mendengar hal itu, bapak itu turun. Ia berjalan kaki. Sedangkan anaknya tetap di atas punggung keledai. Belum jauh berjalan, terdengar komentar lain, “Yang benar saja, masa bapaknya jalan kaki, anaknya enak-enak di atas punggung keledai?”

Mendengar komentar seperti itu, keduanya bertukar posisi. Sang bapak menaiki keledai, sedangkan sang anak berjalan kaki. Tak lama sekelompok anak muda lewat. Melihat situasi itu, mereka berteriak, “Ih, bapak tidak tahu malu. Masak anaknya dibiarkan berjalan kaki dan ia enak-enak naik keledai?”

Apa yang terjadi kemudian adalah sangat konyol. Bapak dan anak itu turun dari keledai. Mereka pun menggendong keledai itu sampai di pasar.

Sering berat sebelah

Mendengarkan pendapat orang lain tentang diri kita memang penting. Namun ketika menanggapinya dibutuhkan sikap bijaksana.

Mana penilaian yang berbobot dan mana yang tidak. Kalau kita menanggapi pendapat yang tidak berbobot, kita hanya menghabiskan waktu dan energi. Tidak ada hal-hal baik dan berguna yang dapat kita petik untuk hidup kita.

Kisah di atas memberi kita inspirasi untuk tidak selalu menanggapi komentar orang terhadap diri kita.

Sering penilaian orang terhadap diri kita berat sebelah. Mengapa? Karena orang hanya mengetahui diri dan apa yang kita buat itu sepotong-sepotong saja. Padahal kita adalah manusia yang multidimensi. Tentu saja ada juga penilaian yang perlu kita dengarkan.

Salah seorang terkaya dunia bernama Warren Buffett berkata, “Anda akan menderita bila Anda memiliki reaksi emosional terhadap semua yang orang katakan pada Anda.”

Karena itu, yang dibutuhkan dari kita adalah berpikir logis, karena bila kata-kata bisa mengontrol kita, berarti setiap orang bisa mengontrol kita. Tetap semangat, sahabat-sahabat. **

Frans de Sales SCJ

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here