Blusukan Tri Hari Suci 2018: Mengalami Keramahan Umat Stasi St. Faustina Asam Merah (6)

0
162 views
Perayaan Vigili Paskah di Stasi St. Faustina Asam Merah.

HARI Sabtu (31/3/18) bulan lalu itu sungguh jadi hari yang cukup santai bagi saya. Setelah mandi, saya dan Rina diajak Romo Frans untuk sarapan.

Di ruang makan, para romo sudah berkumpul, saling bercerita pengalaman selama melakukan pelayanan sakramental di stasi-stasi dua hari sebelumnya. Romo Vinsensius Setiawan Triatmojo Pr sangat terkesan dengan pengalaman kami  di Stasi HPH, maka tak berhenti ‘menggoda’ saya.

“Mau ke HPH lagi, Maria?” tanya romo yang akrab disapa Romo Avien ini.

Saya hanya tertawa. Memang, stasi yang satu ini menancapkan memori yang cukup dalam di otak saya. Kapan lagi saya bisa melihat seorang romo dengan kemeja batik mencangkul dan menimbun jalan dengan tanah merah?

Tampaknya pengalaman ini juga akan selalu diingat oleh Romo Avien.

Blusukan Tri Hari Suci 2018: Medan Berat di Pedalaman Jambi, Semangat Pantang Mundur (5)

Usai sarapan, kami bersantai dan disibukkan dengan kegiatan masing-masing.

Pukul 15.30 WIB, Romo Avien harus berangkat ke Stasi Santa Faustina Asam Merah. Karena saya ditugaskan untuk kembali ikut beliau dan malam ini harus menginap lagi, saya pun mempersiapkan barang-barang yang perlu dibawa.

Jika hari sebelumnya, kami berangkat bersama Mas Yusuf sebagai sopir, hari ini kami berangkat bersama Mas Sarjito, umat yang selalu membantu mengantar romo-romo ke stasi-stasi. Sedangkan Mas Yusuf mengantar Romo Frans dan Rina ke Stasi Santo Petrus Sitiung II E.

Perayaan Vigili Paskah sederhana bersama umat Katoli di Stasi St. Faustina Asam Merah, Jambi.

Perjalanan kali ini cukup mulus, berbanding terbalik dengan perjalanan kemarin. Meski jalanan yang kami lalui tidak benar-benar mulus seperti jalan tol, perjalanan dapat ditempuh selama 2 jam.

Kami beristirahat sejenak di rumah salah seotang prodiakon di stasi tersebut, Bapak Pani.

Setelah cukup beristirahat dan mengobrol dengan keluarga Bapak Pani, kami segera berangkat ke gereja. Beberapa anak yang juga akan berangkat ke gereja menumpang dan duduk di bak belakang mobil. Seperti anak-anak pada umumnya, mereka sangat senang bisa naik mobil, meski hanya duduk di bak belakang.

Misa Vigili Paskah dimulai pukul 19.00 WIB. Lilin Paskah yang diarak dari luar gereja menjadi sumber terang malam itu, seperti Kristus.

Romo Avien Pr mengangkat Lilin Paskah saat Misa Vigili Paskah 2018 bersama umat Katolik di Stasi St. Faustina Asam Merah, Jambi.

Ketika Sabtu Suci datang pada Masa Prapaskah, kita bisa menggunakan sebagian waktu di hari tersebut untuk merenung dan bersyukur kepada-Nya untuk pengorbanan yang telah dilakukanNya untuk menebus dosa-dosa kita. Saat kita menemui kesulitan atau cobaan, kita bisa saja berpikir bahwa Tuhan telah meninggalkan kita atau Tuhan tidak mau menolong kita lagi. Tetapi kita harus terus berdoa, agar Tuhan menyertai dan menguatkan kita dalam setiap cobaan yang kita alami.

Usai Misa Vigili Paskah, umat makan bersama di halaman gereja. Kesempatan ini pun saya gunakan untuk mengobrol dengan umat.

Pukul 22.00 WIB kami pun pamit, undur diri dan menuju ke rumah Bapak Pani, tempat kami menginap. Di sini kami mengalami keramahan umat Katolik.

Keramahan umat Katolik Stasi St. Faustina Asam Merah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here