Buku Spiritualitas Ignasian: “Awas! Si Jahat Berwajah Malaikat”, Pembedaan Roh tentang Hiburan Rohani (2)

0
315 views
Buku "Awas Si Jahat Berwajah Malaikat" by Cafe Puna.

BUKU ini merupakan buku kedua dalam satu rangkaian tiga buku saku tentang Spiritualitas Ignasian. Artikel-artikel dalam buku saku ini dikerjakan oleh para Frater Skolastik Jesuit dari Unit Residensial Pulo Nangka, Pulomas, Jaktim.

Tulisan-tulisan tersebut merupakan presentasi para frater Unit Pulo Nangka –karenanya lalu disebut Puna alias Pulo Nangka- dalam kegiatan Café Puna. Ini adalah serangkaian seminar Spiritualitas Ignasian yang didesain bagi umat lingkungan sekitarnya.

Para frater Jesuit tersebut awalnya mendapat tugas dari Pater Unitnya untuk menyadur buku-buku spiritualitas Ignatian karya Pastor Timothy Gallagher OMV.

Tulisan dalam buku setebal 129 halaman tersebut bersumber pada buku Pastor Timothy Gallagher OMV berjudul The Spiritual Consolation: An Ignatian Guide for the Greater Discernment of Spirits, terbitan tahun 2007.

Buku Pedoman Pembedaan Roh pertama ini berjudul Roh Tuhan Ada Padaku: Pedoman Pembedaan Roh Minggu Pertama dalam Latihan Rohani Santo Ignasius Loyola.

Pedoman Pertama dimaksudkan untuk mendukung orang dalam pilihannya, yaitu agar bisa mengikuti bimbingan Roh Baik.

Pedoman Pertama dan Kedua

Romo Leo Agung Sardi SJ –kini Rektor Seminari Menengah Mertoyudan – menjelaskan seperti ini.

  • Pedoman Pertama lebih bermanfaat bagi orang yang sedang mulai mengolah diri dengan warna pertobatan dan purifikasi.
  • Pedoman Kedua dibutuhkan oleh orang yang selangkah lebih maju dalam berhadapan dengan persoalan hiburan rohani yakni untuk memilah-milah apakah hiburan rohani tersebut itu benar-benar sejati ataukah semu.

Kalau tidak berurutan membacanya, rasanya tidak masalah.

Alur penulisan buku ini diawali dengan pengantar oleh Romo LA Sardi SJ, ahli Spiritualitas Ignasian yang secara khusus belajar di Spanyol, negara asal St. Ignasius Loyola.

Lalu, teks Pedoman Pembedaan Roh Minggu Kedua dalam Latihan Rohani St. Ignasius Loyola. Berlanjut ke penjabaran tiap pedoman yang terdiri dari 8 panduan.

Ini lebih sedikit dari Pedoman Minggu Pertama yang berjumlah 14 panduan.

Tiap pedoman ditulis oleh seorang frater. Maka, total ada sebanyak 8 frater yang berperan sebagai penulis buku ini, plus Fr. Frederick Ray Popo SJ sebagai editornya.

Menerapkan dalam keseharian

Buku saku ini bertujuan memandu pembaca untuk lebih paham maksud Pedoman Latihan Rohani St. Ignatius Loyola dan bagaimana penerapan dalam kehidupan sehari-hari.

Hebatnya, ada penulis buku yang memberikan contoh pengalaman dirinya sendiri dalam menerapkan pembedaan Roh ini.

  • Fr. Paulus Bagus Sugiyono SJ menceritakan pengalamannya, ketika menjalani pengutusan melayani di suatu pondok sosial bersama dua frater lain.
  •  Fr. Paulus mengalami konsolasi di Minggu ketiga pelayanannya, tetapi lalu mulai mengabaikan relasi dengan komunitasnya.
  • Setelah direfleksikan Fr. Paulus menyadari adaan godaan Roh jahat yang menyamar di balik kedok ‘pelayanan’.

Pengalaman seperti itu banyak terjadi di sekeliling kita.

Misalnya, ada aktivis Gereja terlihat super semangat dan aktif melayani serta mencurahkan waktu begitu banyak sampai-sampai mengabaikan “Gereja Kecilnya” alias keluarganya.

Sayang, para penulis lain tidak memberikan contoh dari pengalaman sendiri, karena lebih taat azas hanya memaparkan contoh yang diberikan oleh Pastor Gallagher di buku aslinya.

Mudah dicerna

Buku ini termasuk mudah dibaca, apalagi banyak pengulangan di setiap babnya.

Hal yang mungkin agak aneh pada awalnya, tetapi setelah dilanjutkan ternyata membantu dalam memahami paparan tiap pedoman tersebut. Karena, setiap pedoman menjadi terhubung dengan baik dengan pedoman berikutnya.

Bahasa yang digunakan juga enak dibaca.

Seperti harapan Romo LA Sardi SJ di bagian Pengantar, semoga buku ini membantu kita untuk bersikap kritis terhadap pengalaman rohani dan terus lebih teliti dalam berdiskresi.

Selamat membaca.

Ad Maiorem Dei Gloriam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here