Bunda Maria di Sendang Pawitra Sinar Surya Menangis (2)

5
10,209 views

PEMENGGALAN kepala patung Bunda Maria di Gua Maria Sendang Pawitra Sinar Surya –atau populer dengan nama Sendang Pawitra—tentu saja mengusik rasa keimanan kita. Bagi orang katolik yang punya tradisi devosi kepada Bunda Maria dan kemudian menghayati imannya dengan cara berziarah, kasus dipenggalnya kepala (patung) Bunda Maria di Sendang Pawitra ini menyisakan duka mendalam.

Tentu tidak hanya bagi umat katolik. Melainkan juga Bunda Maria sendiri. Tak hanya kepalanya yang dipenggal orang, namun juga sejumlah patung malaikat, simbol-simbol religius umat kristiani seperti salib dan kotak air suci pun tak luput dari aksi vandalisme ini.

Di Tawamangu

Dimana persisnya letak Gua Maria Sendang Pawitra Sinar Surya ini? Kalau dari arah atas, maka posisi Gua Maria ini ada di sebelah kanan. Lokasinya kurang lebih 2 km dari Pasar Sayur Tawangmangu atau sekitar 3 km ke bawah dari Terminal Parkir Grojogan Sewu Tawangmangu.

Terletak masuk di sebuah gang sempit yang nyempil di tepi jalan besar, persis beberapa meter sebelum jalan utama itu menjadi 2 cabang: jalan sebelah kiri menuju arah Mangadeg –tempat pekamanan Pak Harto dan Ibu Tien Soeharto—sementar jalan sebelah kanan menuju Karangpandan.

Tawangmangu sendiri berlokasi kurang lebih 60 km ke timur dari arah Solo (Surakarta). Dari Tawangmangu, peziarah bisa melanjutkan ziarah wisata menuju Telaga Sarangan yang secara administratif sudah masuk wilayah Jawa Timur.

Menurut buku Ziarah Gua Maria di Jawa karya RL Soemijantoro, nama Sendang Pawitra Sinar Surya  in terkait erat dengan sejarah munculnya tempat ziarah devosi kepada Bunda Maria ini. Nama “Sendang” yang berarti mata air didapat, lantara tak jauh dari situ terdapat sendang.

Zaman dulu, tulis buku itu, lokasi tak jauh dari sendang itu merupakan tempat dimana para empu (ahli keris) biasa menempa baja yang kemudia dia ukir menjadi keris bermutu tinggi.

Lazimnya kebanyakan orang Jawa yang suka melakukan tirakatan (berkanjang dalam doa dari malam hingga menjelang subuh), maka lokasi itu pun juga sering dipakai untuk tempat tirakatan. Tradisi itu sudah terjadi sejak tahun 1960-an.

Baru tahun 1984, ada semacam “penampakan” berupa cahaya datang dari langit di atas Gunung Tempurung yang menyorot ke bawah hingga mengenai sebuah pohon. Lokasi dimana pohon itu berdiri akhirnya atas kesepakatan warga setempat kemudian dijadikan tempat peziarahan.

Tanah kosong seluar 200 m2 itu kemudian dibeli oleh warga katolik setempat secara patungan.  Tahun 1986, Romo AY Harjasudarma SJ  melakukan peletakan batu pertama di lokasi ini.

Nama “Pawitra” diambil dari bahasa Sansekerta yang berarti tempat untuk menyucikan diri. Kata “Sinar Surya” digagas karena di lokasi itulah sebuah sinar terang datang dari langit menyinari bumi. (Bersambung)

 

 

5 COMMENTS

  1. Semoga orang2 yg melakukan perusakan Gua Maria Sendang Pawitra suatu saat mendapat panggilan kasih dari Kristus sendiri seperti Paulus yg sebelum bertobat bahkan membunuh banyak umat yg mengimani ajaran Kristus namun akhirnya berubah menjadi pejuang iman sejati bagi perkembangan Gereja Katolik

  2. Serahkan sepenuhnya pada polisi untuk mengurusnya, semoga polisi profesional, ti tengah terpaan rendahnya penilaian masyarakat pada lembaga ini. semoga dalam kasus ini mpolisi mengangkat citranya. tetap aktif memantau kerja polisi setelah secara resmi melaporkan kejadiannya. Kita harus punya catatan telah melaporkan kejadian yg menciderai kebhinekaan dan negara pancasila. Berkah Dalem

  3. dengan adanya kejadian yg sangat menyedihkan ini, marilah kita sebagai umat katholik untuk meningkatkan iman, harapan dan kasih agar kita dapat menjadi contoh bagi agama2 lainnya. Tuhan memberkati

  4. Prihatin atas sikap para pelaku yang meninggalkan rasa persaudaraan sesama manusia.Kasih itu sabar,kasih itu tidak menyimpan kesalahan orang lain….semoga kita sebagai hambaNya senantiasa mengampuni dan mendoakan para pelaku suatu saat mendapatkan pencerahan iman…setiap manusia yang berdosa akan mendapatkan sentuhan kasihNya untuk bertobat.Tuhan Memberkati

  5. saya sudah tidak percaya kepada aparat untuk menangani masalah ini dengan tuntas soalnya mereka menangani hanya setengah hati saya hanya percaya pada pengadilan Tuhan semoga mereka diampuni karena mereka tidak tahu apa yang dilakukan

Leave a Reply to eddy Cancel reply

Please enter your comment!
Please enter your name here