Calon DPD RI DKI Jakarta Susana Suryani Sarumaha Menjawab Tudingan 

2
21,416 views
Susana Suryani Sarumaha.


BERIKUT
ini, klarifikasi sekaligus pernyataan terbuka dari Susana Suryani Sarumaha, calon anggota DPD RI dari DKI Jakarta No 44.

Klarifikasi dan pernyataan ini dirilis oleh Susana Suryani Sarumaha, isteri Direktur Jenderal Bimas Katolik Kemenag Eusabius Binsasi, guna bisa menangkis berbagai tuduhan “liar” dan komentar tidak pada tempatnya yang dianggapnya bisa merugikan kredibilitasnya sebagai calon DPD RI dari daerah pemilihan DKI Jakarta bernomor urut 44.

Redaksi Sesawi.Net menghubungi Susana Suryani Sarumaha pada hari Senin malam tanggal 8 April 2019 guna minta klarifikasi atas validitas sebaran informasi yang sepanjang malam ini beredar di jalur medos.

Susana Suryani Sarumaha adalah satu-satunya calon Katolik untuk mengisi pos di DPD RI dari daerah pemilihan DKI Jakarta .

Berikut ini adalah beberapa poin penting klarifikasi sekaligus pernyataan perempuan berdarah Nias.

Tidak berafiliasi pada parpol mana pun

Tidak benar bahwa Susana Suryani Sarumaha itu secara politik adalah pendukung nomor capres 02.

Ini dia tegaskan, karena ada tudingan yang mengatakan bahwa dia telah disponsori oleh Saraswati, anak kandung Hasyim Djojohadikusumo yang tidak lain keponakan capres nomor 02: Prabowo Subianto.

Perlu diketahui oleh semua kalangan, kata dia, bahwa setiap calon anggota DPD RI adalah politisi non partisan yang tidak berafiliasi pada partai politik mana pun.

“Karena itu, saya pun juga tidak berafiliasi dengan partai politik mana pun, termasuk yang dituduhkan dalam sebaran hoaks tersebut,” ungkapnya.

“Dalam mengemban misi untuk menjalankan politik praktis sebagai umat Katolik,” ungkapnya kemudian, “saya selalu dan senantiasa berpegang dan berpedoman pada imbauan Bapak Uskup Keuskupan Agung Jakarta tentang bagaimana seharusnya berpolitik secara sehat dan bertanggung jawab.”

Calon independen

Sebagai calon anggota DPD RI yang independen, demikian penegasan Susana Suryani Sarumaha, maka dia selalu mau bergaul dan bersosialisasi dengan semua lapisan masyarakat dari berbagai kelompok dan golongan serta berbagai suku, etnis dan pemeluk agama mana pun.

“Hal itu saya lalukan,  tanpa harus menghilangkan identitas saya sebagai politisi Katolik yang independen,” tulisnya.

Ia mengakui bahwa sekali waktu dia memang pernah diundang datang oleh Inggard Josua, seorang politisi Partai Gerindra, saat berlangsung perayaan HUT yang bersangkutan.

“Saya memang diundang dan bersedia hadir sebagai sesama teman Pengurus DPN Organisasi Vox Point Indonesia. Di organisani ini, saya duduk sebagai salah satu Wakil Ketua Umum,” terangnya.

Susana juga menjelaskan bahwa saat berlangsung acara peringatan HUT tersebut, banyak teman-teman Katolik lain yang juga hadir.

“Saat hadir di acara itu, semula saya duduk di deretan kursi bagian tengah-belakang. Besar kemungkinan, karena panitia ingin menghargai saya sebagai isteri Dirjen Bimas Katolik, maka saya lalu diminta duduk di deretan kursi bagian depan bersama dengan para tamu undangan lainnya,” tegasnya.

Kehadiran Susana dan kemudian duduk di deretan kursi depan itu tidak bisa serta merta menjadi pembenaran atas “kesan umum” dan itu juga salah bahwa dia adalah pendukung Partai Gerindra dan pendukung pasangan calon 02 Prabowo Subianto.

Juga tidak benar, katanya lagi, bahwa dia pernah diundang datang oleh Saraswati Djojohadikusumo dan juga tidak benar pula bahwa dirinya mendapat dukungan finansial darinya.

“Dalam semua proses pencalonan diri saya sebagai calon anggota DPD RI dari sejak semula sampai saat ini, meskipun sangat terbatas, tetapi saya berjuang dengan menggunakan dana pribadi,” tegasnya.

Butuh dukungan

Untuk dapat menang dan duduk di Kursi DPD RI mewakili DKI Jakarta, kata dia, dibutuhkan dukungan sebanyak 700 ribu suara.

Jumlah suara Umat Katolik di DKI Jakarta kurang lebih 260 ribu suara. 

“Oleh karena itu, saya masih membutuhkan banyak jumlah suara, supaya dapat menggapai kemenangan yang dapat diperoleh dari suara pemilih lintas agama, etnis dan golongan,” demikian harapnya.  

2 COMMENTS

  1. Di KAJ ada kira2 440.000 umat katolik.
    Kalau saja 60% nya mau memilih nya sbg Wakil dari Masyarakat katolik. Maka umat katolik punya sedikitnya 1 Wakil nya di DPR. Kita doakan.

  2. Suami anda jelas membuat simbol kampanye paslon 02.
    Apa komentar anda.
    Buat saya itu sdh jelas suami dan bisa jadi anda pendukung capres 02.
    Yg jelas2 didukung kaum HTI dan radikal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here