KONSILI Trente mengajarkan bahwa jiwa-jiwa di Api Penyucian bisa dibantu agar beban penderitaan mereka berkurang. Kata para Bapa Konsili tentang ini: ”Tertolong dengan doa-doa umat beriman dan secara khusus dengan kurban misa’ . Pernyataan/ajaran ini berdasarkan dogma Gereja Katolik mengenai ‘persekutuan Para Kudus‘ yang berarti bahwa umat beriman yang masih hidup di dunia dipersatukan dengan [...]
Continue reading …HANYA saja, dua jam setelah pemeriksaan, saya tak juga diapa-apakan. Belakangan saya baru sadar, ketika setelah dua jam diperiksa tensi, ternyata juga tidak ada tindakan medis yang signifikan dilakukan oleh para awak kesehatan rumah sakit ini. Rupanya karena belum ada tandatangan dan pemberian down payment, maka RS ini belum bergeming terhadap saya. Money talks. Tindakan [...]
Continue reading …Google TENTANG disalip sukses, saya teringat akan suatu masa ketika teman-teman seangkatan sudah banyak yang meraih sukses. Jadi bos, punya mobil, rumah atau bahkan berkeluarga dengan sekian anak.
Continue reading …SAYA amat-amat paham, ngantuk menjadi kendala paling serius bagi siapa pun yang ingin menikmati suasana berada di hadiratNya, menikmati kehadiranNya dalam keheningan dan menunjukkan niat dan tekad kuat ingin berkomunikasi dengan Allah. Namun, bila kehendak kuat sudah “mendidih”, maka rasa kantuk pun akan sirna. Yang ada hanyalah keinginan untuk menikmati suasana hati yang hening, damai, [...]
Continue reading …INDONESIA tidak mengenal Biara dan Rahib Benediktin di Indonesia. Kalau harus bicara tentang keberadaan biara monastik dan rahib (kaum religius pertapa), maka kita hanya bisa menyebut Biara Trappist alias OCSO (Ordo Cisterciensis Strictioris Obsevantiae atawa Kongregasi Religius untuk Hidup Bakti dengan Pengawasan Ketat). Tempatnya berada di Pertapaan Trappist di Rowoseneng, Temanggung, Jawa Tengah yang menjadi [...]
Continue reading …MINGGU tanggal 5 Juni 2011 sungguh merupakan sebuah ”perputaran hidup” untuk tak mau mengatakan sebagai datangya Hari Kelabu dalam sejarah hidup saya. Sehari sebelumnya, saya masih asyik mahsyuk dalam sebuah kegiatan sosial di Panti Asuhan Santo Yusuf di Sindanglaya. Saya mengendarai mobil bersama seorang teman. Misi kedatangan kami berdua ke Sindanglaya adalah demi menyelesaikan tugas [...]
Continue reading …”Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah padaKu” Matius 11:29a HIDUP menjadi duda alias menduda adalah babak baru dalam sejarah hidupku. Babak baru ini terjadi, ketika istri pemberian Tuhan dalam hidupku meninggalkan saya dan kedua anakku untuk kembali ke hadirat Tuhan pada tanggal 24 Februari 1997. Sampai sekarang, berarti jalan hidupku sebagai dua beranak dua sudah [...]
Continue reading …DALAM kegalauan “tawar-menawar” itu, saya selalu kembali kepada motivasiku bertolak ke Palangkaraya untuk menemukan “tempat yang lebih dalam”. Dalam hati, saya berharap bisa segera kembali mendapati semangat baik, yakni berbagi lima roti dan dua ikan kepada sesama. Yang dibutuhkan hanyalah kemauan untuk berbagi. That’s it! Hanya itu! Tidak lebih. Dengan membagi milik kita, maka akan [...]
Continue reading …SEBAGAI warga pendatang di Melbourne, saya bisa merasakan betapa ibadat jalan salib ekumenis itu mampu membangun atmosfir suasana khusuk dan khitmad dalam berdoa. Suasana hati ini terasa kental, sejak perhentian pertama di Gereja St. Francis pada Jumat Agung hingga perhentian ke-13: The Death of Jesus dan kemudian bersambung lagi di perhentian ke-14: The Resurrection, tepat [...]
Continue reading …