Credit Union Selamatkan Orang Susah

0
464 views

MASIH ditemani pagi, dengan berkaos hijau yang bertuliskan CU Immaculata Atambua yang menempel di bagian dada kiri, sambil menenteng tas dan jaket mereka akhirnya saling menyapa dan memberikan salam. Dari bibir-bibir mungil itulah mereka saling mempersilakan satu per satu dan saling bertanya asal kampung masing-masing.

Tepat pukul 08.30 wita, sebanyak tiga ratus lima puluh-an orangtua, orang dewasa dan anak-anak dipersilakan panitia untuk memasuki gedung Aula Sekolah Menengah Atas Katolik (SMAK) Suria Atambua sekaligus melakukan check in dan membubuhi tanda tangan yang telah disediakan panitia. Sehabis membubuhi tanda tangan, panitia kembali mempersilakan mereka untuk menempati kursi yang telah disediakan pula. Satu per satu kursi pun akhirnya penuh.

Lalu itu, sekitar pukul 10.00 wita, panitia melakukan penggalungan selendang terhadap Hasan Mukin Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Belu guna untuk membuka dan memulai diadakannya Rapat Anggota Tahunan (RAT) XXVI Credit Union Immaculata Atambua Tahun Buku 2014 yang berlangsung di Aula SMAK Suria Atambua, Kamis pagi (19/2/2015).

Dalam sambutannya, Hasan Mukin menyatakan bahwa dengan ber-CU sebenarnya masyarakat miskin telah terbantu perekonomian rumah tangganya. Karena dengan menjadi anggota CU, masyarakat dilatih untuk mengelola keuangannya secara baik. Sekaligus menabung hasil jerih payahnya untuk masa depan anak-anak dan rumah tangganya.

“Kelemahan kita masyarakat Nusa Tenggara Timur dan masyarakat Kabupaten Belu adalah sukanya hidup berfoya-foya dengan membuat pesta nikah dan pesta adat yang hanya menghabiskan uang untuk hal-hal yang tidak berguna sama sekali. Sebenarnya uang yang dikasih Tuhan Allah itu adalah dipergunakan untuk kehidupan rumah tangganya yakni suami, isteri dan anak-anak. Bukannya menghabiskan di adat dan pesta. Akhirnya anak-anaknya tidak dapat melanjutkan pendidikan diakibatkan uang tidak ada. Kenapa uang tidak ada? Ya, karena uang tidak dipergunakan dengan sebaik mungkin. Di saat anak-anaknya memiliki masa depan yang gelap, orangtua dan keluarga besar beramai-ramai mempersalahkan anaknya. Seolah-olah mereka tidak bersalah sama sekali. Saya mau katakana bahwa adat dan pesta itu baik adanya. Cuman tolong hargai uang itu demi pendidikan anak-anak kalian. Kita NTT selalu terbelakang karena adat dan pesta yang melumpuhkan kita. Simpan uang di CU Immaculata jangan diambil. Dibiarkan saja uang itu berbunga di atas bunga demi masa depan anak-anak kalian dan kesejahteraan rumah tangga kalian”, nasihat Hasan Mukin di hadapan anggota dan pengurus serta pengawas CU Immaculata Atambua dalam acara RAT XXVI Tahun Buku 2014.

Ketua Credit Union Immaculata Atambua Theresia Noeman dalam arahannya menyatakan bahwa kesetia kawanan dalam CU menuai sukses bersama. Milikilah CU Immaculata Atambua sebagai orangtuamu. Sebab, ketika memegang prinsip yang teguh di situlah perekonomian rumah tangga anggota diselamatkan.

“Kebanyakan dari kita masih melihat dari jauh seperti apa itu CU Immaculata Atambua. Kita selalu melihat lembaga keuangan yang ada dengan sebelah mata. Padahal kehadiran CU ini sangat bermanfaat. Buktinya, banyak anggota CU yang rumah tangganya sudah diselamatkan dengan melakukan kredit dan menabung di CU ini. Kita harus punya konsep bahwa dengan bekerja keras, uang itu harus ditabung. Bukannya dihabiskan dengan adat dan pesta. Kita mempunyai anggota yang sudah tersebar di luar kabupaten Belu yakni ada di Kefamenanu, Kupang, SoE, Bali, Alor, Sumba, Lombok- NTB, Maluku, Sumatra, Kalimantan dan Papua. Memang banyak CU di Atambua, tetapi sistem bunga perkreditannya dan sistem administrasinya sangat berbeda jauh dengan CU-CU yang lain. Dan di RAT ke XXVI Tahun Buku 2014 kali ini kita memiliki aset delapan miliar sembilan ratus tujuh puluh empat juta delapan ratus dua puluh rupiah. Dan kita akan menaikan platform kredit mencapai seratus juta rupiah. Itu tekad dan janji kita. Silakan kredit dan pinjam uang, karena uang sudah begitu banyak. Kita mau apakan dengan uang yang banyak ini, jika kita tidak kredit??” tantang Theresia Noeman dalam sambutannya di hadapan anggota CU.

Salah satu anggota CU Immaculata Atambua RD Agustinus Berek yang hadir disaat itu memberikan kesaksian bahwa umatnya yang berada di Paroki Noemuti, Kefamenanu kehidupan perekonomiannya sudah membaik setelah bergabung di CU tersebut.

“Terbukti bahwa banyak rumah tangga Katolik yang rusak dan hancur berantakan adalah masalah ekonomi. Jangan sepelekan masalah ekonomi. Haruslah segera cari solusinya. Saya mau katakan kepada Anda sekalian bahwa CU ini benar-benar menolong dan membantu kita di saat kita ditimpa kesulitan. Dulunya kehidupan perekonomian umat saya sangat memprihatinkan. Sekarang mereka sudah menikmati kebahagiaan. Anak-anak mereka sudah kuliah semua. Tabunglah uang Anda sebelum terlambat. Dan CU benar-benar menyelamatkan orang-orang susah,” pesan RD Agustinus Berek yang disambut dengan aplaus meriah dari semua peserta RAT.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here