Dari Pra Sinode menuju Sebaran Informasi Digital: Undangan ke Thailand dan Vatikan (2)

0
159 views
Pertemuan Bishops' Association for Lay Apostolate di Pattaya Thailand. (Ist)

DUA orang muda asal Indonesia telah diundang datang ke Vatikan mengikuti ajang Pra Sinode yang berlangsung di bulan Maret 2018.

Mereka adalah Anne Priskila mewakili KomKep KWI dan sudah pasti  Katolik. Satu lainnya adalah Kartika Dewi, seorang Muslim, dari Komunitas Gerakan Lintas Iman GusDurian Semarang.

Ketika kedua utusan orang muda  Indonesia di Pra Sinode di Vatikan itu sudah tiba di Tanahair, jelas Stacy, mereka bertiga lantas bertemu dan berdiskusi.

Hasilnya adalah dibentuknya sebuah tim kecil bernama “Sinode Indonesia” dan anggotanya kemudian diperlebar dengan mengajak sejumlah OMK lain. Kami berupaya menyebarkan hal-ikhwal informasi mengenai Sinode yang berkaitan dengan orang muda ini melalui media digital, media khas orang muda,” terang Stacy.

Pertemuan di Pattaya

Bersama Anne Priskila dan Romo Antonius Haryanto Pr dalam kapasitasnya sebagai Sekretaris Komisi Kepemudaan KWI, mereka bertiga pergi ke Pattaya, Thailand, untuk mengikuti pertemuan berlabel “Bishops’ Association for Lay Apostolate” ke-4.

Ini adalah forum untuk mengumpulkan Uskup dan pendamping, aktivis orang muda dari Regio Asia 2 sebagai upaya persiapan Sinode.

BILA IV Meeting berkaitan dengan “Orang Muda, Iman dan Diskresi Panggilan” di Pattaya, Thailand.

Pertemuan itu menghasilkan sebuah pernyataan bersama Regio Asia 2 tentang pesan yang ingin disampaikan di Sinode yang kemudian di terjemahkan dan disebarkan di Indonesia.

Sekembalinya dari Thailand, tim itu mendapat berita bahwa Indonesia mendapat undangan untuk satu orang muda, selain telah ikut Pra Sinode, untuk menjadi observer pada Sinode tanggal 3-28 Oktober.

“Nah, undangan tersebut ditawarkan ke saya. Tentu saja, saya menerimanya dengan penuh sukacita,” kata Stacy dengan riang.

Komisi Kepemudaan KWI: Pembekalan peziarahan ke Korea Pilgrimage Week.

FGD bersama Ketua KomKep Keuskupan

Agar mampu membuat persiapan lebih matang,  tim “Sinode Indonesia” itu lalu  mengadakan survei sekali lagi yang spesifik untuk OMK dan membentuk Focus Group Discussion (FGD)  bekerjasama dengan para Ketua  Komisi Kepemudaan Keuskupan.

Tujuannya adalah agar informasi yang kami dapat mengenai suara orang muda itu bisa semakin lebih “tajam.”

Itu pula yang menjadi usulan Mgr. Pius Riana Prapdi, Ketua Komisi Kepemudaan KWI.

Suara OMK Indonesia di Sinode Orang Muda Vatikan: “Orang Muda, Iman dan Diskresi Panggilan” (1)

Berikutnya adalah tugas tim mengolah semua data yang diterima sembari mempelajari dokumen kerja Sinode yang disebut “Instrumentum Laboris” yang nanti akan menjadi panduan Sinode.

“Semua materi yang telah kami kerjakan itu nantinya dibawa di Seminar Sinode ‘Orang Muda, Iman dan Diskresi Panggilan’ pada tanggal 29 September 2018 di Aula Unika Atma Jaya,” terang Stacy.

Sebagian besar dokumen Sinode yang sudah diterjemahkan bisa diakses di  laman www.orangmudakatolik.net milik KomKep KWI.

Bersama anggota muda delegasi BILA IV Meeting: Indonesia, Brunei, Indonesia, dan Taiwan.

“Kami sangat bersemangat  mengikuti Sinode khusus berkaitan orang muda ini yang mungkin baru pertama kalinya secara khusus menyorot orang muda,” begitu harap Stacy.

“Kami mengajak seluruh Gereja Katolik  Indonesia turut mengambil bagian dengan berdoa bagi  OMK, bagi Gereja,  dan bagi para uskup dan Bapa Suci  Paus Fransiskus yang menggelar Sinode,” pungkas Stacy menutup pembicaraan ‘jarak jauh’ dengan Sesawi.Net.

Ini semua penting, kata dia, agar bisa memberi sukacita bai peziarahan hidup kita semua. (Berlanjut)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here