Demi Promosi Panggilan, Canis Choir Seminari Mertoyudan Pentas Bernyanyi 8-11 Juni 2018 (1)

0
746 views
Canis Choir Seminari Mertoyudan. (Ist)

KAMI datang untuk bernyanyi dan bergembira.Itulah yang selalu dikatakan Rektor Seminari Menengah Mertoyudan Romo TB Gandhi SJ dalam sambutannya selama melakukan Konser dan Aksi Panggilan dengan membawa kelompok paduan suara bernama Canis Choir.

Penampilan pertama Canis Choir di Gereja Katedral Jakarta, 8 Juni 2018 malam, telah mendapat sambutan hangat dari para pengunjung dan sebagian umat di Jakarta. Selanjutnya, Canis Choir melakukan pelayanan tugas koor dalam misa di beberapa Gereja Katolik di Keuskupan Agung Jakarta: Gereja Santo Thomas Rasul Bojong Indah, Santo Stefanus Cilandak, dan Santo Yohanes Penginjil Blok B.

Tugas koor ini sekaligus menjadi satu besutan untuk melakukan Promosi Panggilan kepada kaum muda sekaligus memperkenalkan profil Seminari Menengah Mertoyudan yang merupakan salah satu tempat persemaian tertua calon imam (kini sudah berumur 104 tahun) di tahapan seminari menengah (SMA) di bawah Keuskupan Agung Semarang.

Mengapa Canis Choir?

Mengapa melakukan konser? Ide pertama ini muncul dari  para alumni Seminari yang ingin berbuat sesuatu bagi alma mater-nya, ketika mereka berkumpul pada kesempatan reuni 100 Tahun Seminari. “Kami ingin berbuat sesuatu yang benar-benar dibutuhkan oleh seminari itu sendiri,” ujar Kris Daryadi, Ketua Pelaksana Konser, alumnus Seminari Mertoyudan angkatan 81.

Akhirnya, timbul gagasan mau melakukan konser sekaligus promosi panggilan di Jakarta sekaligus kegiatan melakukan penggalangan dana untuk pendidikan seminari.

Koor bagi para calon pastor atau imam adalah sesuatu kegiatan yang biasa dan lumrah karena hal itu memang ada dan terjadi dalam setiap upacara liturgis Katolik. Jadi, menyanyi lagu gerejani merupakan suatu kewajiban yang tak terelakkan.

Namun dari sebagian alumni melihat kegiatan olah vokal ini lama-kelamaan kurang mendapat porsi yang utama, jika dibandingkan dengan kegiatan orkestra meski peralatan musik (piano, biola) juga sudah tua semua.

Atas dasar itulah, alumnus 81 Jay “Jagger” Wijayanto yang juga sangat peduli dengan olah vokal ini lantas melakukan “serangan kilat”. Ia lalu mendapuk kelompok koor baru. Itu pun terjadi dengan hanya persiapan 7 bulan latihan sebelum pentas

“Saya harus memulainya dari awal lagi,” ujar Jay yang mendapat ‘anggota pasukan’ sebanyak 51 seminaris dari Romo Pamong untuk segera menggeber Canis Choir.

Jangan menduga bahwa ke-51 anggota paduan suara Seminari Mertoyudan produk dadakan ini bernama Canis Choir sudah taken for granted. Artinya sudah pandai bernyanyi dan paham dengan teknik vokal. Kata Jau, sebagian dari mereka malah ada yang belum mampu membaca not angka dengan sempurna.

Akhirnya dengan dukungan dari staf seminari, kelompok Canis Choir bisa percaya diri sebagai choir dengan format tenor bass (male choir) bukan sopran, alto, tenor, bass seperti koor pada umumnya.

Selain mendapatkan teknik vokal yang mumpuni, para anggota Canis Choir juga  mendapatkan nilai-nilai formatio (nilai-nilai pembentukan karakter untuk kelompok) seperti etika dasar, sikap-sikap positif terhadap orang lain dan membangun kedisiplinan diri dan kesigapan dan mau bekerjasama dalam tim atau kelompok.

”Kami sangat senang karena kami mendapatkan pengetahuan daasar tentang kehidupan dari kelompok ini selain pengetahuan yang di dapat di dalam asrama,” ujar Valen, anggota Canis Choir.

Antusiasme dan sambutan besar

Animo umat dan penggemar paduan suara ini ternyata sangat menggembirakan, ketika Canis Choir ini tampil pertama di Auditorium Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, 5  Juni lalu. Tempat duduk dengan kapasitas 1.200 orang terisi semua.

Sambutan luar biasa ini juga  terjadi di Jakarta dengan terjualnya habis tiket untuk Konser tanggal 11 Juni 2018 hari Senin malam ini di Usmar Ismail Concert Hall, Kuningan, Jakarta. Jalur promosi penjualan tiket melalui media sosial ternyata sangat ampuh dan malah membuat panitia pelaksana kewalahan, broadcast  tentang Canis Choir ini viral di berbagai kelompok grup WA selama dua pekan terakhir.

Pada puncak acara Konser tanggal 11 Juni malam ini, Canis Choir  makin pede untuk tampil di depan publik. Apalagi, Canis Choir dibesut oleh Jay Wijayanto, mantan anggota Paduan Suara Vocalista Sonora dan pendiri The Indonesian Children Choir.

Jay yang sudah beberapa kali mengikuti lomba koor internasional di Vietnam, Hongkong, dan Spanyol ini akan menyanyikan lagu Gereja tradisional, pop Barat dan pop Indonesia.

Canis Choir akan melantunkan Ave Verum-nya Mozart, The Long Winding Road– nya Beatles, hingga Jangan Menyerah dari the Massiv serta masih banyak lagi. Sebagian besar akan dinyanyikan secara accapela (tanpa iringan alat musik) dan ditampilkan dengan konsep pertunjukan yang sesuai dengan tren kekinian.

Konser Canis Choir ini direncanakan akan menjadi annual event  Seminari Mertoyudan, sehingga dampak positif kelompok paduan suara ini akan terus berlanjut di setiap angkatan di Seminari Menengah Mertoyudan.

Jakarta, 10 Juni 2018

Sie Komunikasi Pelaksana Konser Aksi Panggilan Canis Choir
Setyo Hutomo Merto 81

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here