“Der Hauptmann”, Kekuasaan Jadi Koruptif di Tangan yang Salah

0
88 views
Resensi film "The Captain". (Ist)

JANGAN pernah main-main dengan kekuasaan dan apalagi dengan senjata api. Kalau berada dalam genggaman “tangan” yang salah, maka kekuasaan itu mendadak bisa menjadi sangat koruptif dan bengis.

Film dengan narasi bahasa Jerman bertitel Der Hauptmann alias The Captain (2017) dengan amat impulsif menjelaskan hal itu. Ini terjadi pada sosok prajurit rendahan bernama Willi Herold (Max Hubacher).

Serdadu ecek-ecek ini sebenarnya masuk kategori “tidak baik” karena ia meninggalkan dinas militer tanpa izin alias desersi. Karenanya, ia diburu tentara Nazi dari mana kesatuannya berasal dan bahkan kalau perlu ditembak mati lantaran tidak setia pada Wehrmacht (baca: Negara).

Menemukan seraga perwira AU Jerman dan kemudian memakai seragam dan identitas itu sebagai namamya.

Nasih baik membawanya ke puncak kekuasaan, hanya karena secara tak sengaja dia menemukan seragam perwira pasukan udara Jerman Luftwaffe dan kemudian mengenakannya sembari “menyusupkan” nama “Kapten Herod” sebagai identitas barunya.

Kepada semua tentara Jerman yang dia temui, ia mengaku diri menerima tugas khusus dari Der Fuhrer (baca: Adolf Hitler) untuk memantau semangat juang para tentara Nazi di garis depan pertahanan Jerman melawan Sekutu.

Padahal, klaim di atas itu hanya dalih untuk bisa mengelabuhi identitas aslinya yang nota bene hanya serdadu kroco alias ecek-ecek.

Dengan kekuasaan dan pistol di tangan, Willy Herod menjadi penguasa bengis dan tiran memainkan kekuasaannya.

Puncak “penyelewengan” kekuasaan itu terjadi di Kamp Emslandlager di mana ditawan para tahanan perang dan para serdadu disertir seperti yang dia lakoni. Dengan gayanya yang super songong, ia memerintahan semua tahanan itu dieksekusi tanpa proses peradilan sah sesuai aturan Konvensi Jenewa mengenai prisoners of war (PoWs).

Film drama Der Hauptmann dengan latar belakang Perang Dunia II ini sungguh ciamik dalam menyuguhkan kecenderunga manusia bila di tangannya ada kekuasaan untuk memerintah dan bedil untuk menciderai orang lain.

Sutradara Robert Schwentke yang membesut film ini berhasil membawa pertunjukan gambar sorot ini di pentas Film International Toronto tahun 2017.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here