Go Green Camp, Cara Kerabat Muda MSF Cintai Alam dan Sesama (2)

0
206 views
Para peserta Go Green Camp MSF berfoto bersama di depan Benteng Portugis di Pati, Jateng. (Dok. Panitia)

KERABAT Muda MSF sukses menyelenggarakan Go Green Camp MSF di Tayu, Pati. Acara ini berlangsung pada 8-10 Juni 2018.

Tak kurang dari 300-an orang terlibat sebagai peserta dan panitia acara ini.

Peserta yang ikut berasal dari Paroki St. Jusup Pati, Paroki Juwana, Paroki St. Mikael Semarang Indah, Paroki St. Paulus Miki Salatiga, Paroki Kristus Raja Tegalrejo, Paroki St. Petrus dan Paulus Temanggung, Paroki Keluarga Kudus Parakan, Paroki St. Paulus Kleca, Paroki St. Petrus Rasul Purwosari, Paroki Ratu Rosari Jagakarsa, Paroki Keluarga Kudus Rawamangun, Paroki Hati Yesus Mahakudus Purwodadi, Paroki Stella Maris Jepara, Paroki Keluarga Kudus Banteng, Komisi Kepemudaan Kevikepan Semarang dan Yogyakarta.

Go Green Camp MSF mengambil tema “Muda, Bersaudara, Cinta Alam Semesta.”

Sesuai dengan tema, kegiatannya pun diisi dengan berbagai acara yang mengingatkan kembali kepada para peserta untuk mencintai sesama dan lingkungan. Dalam kesempatan ini dilakukan penanaman 3.000-an  bibit mangrove di Pantai Maranata, Tegalombo.

Go Green Camp bersama Kerabat Muda MSF di Gereja St. Theresia Tayu, Pati

Dialog lintas iman

Selain menanam mangrove, ada pula dialog lintas iman yang memberikan perspektif Islam dan Gereja Katolik tentang alam. Dialog ini menghadirkan Kyai Happy Irianto Setiawan dan Romo Yohanes Risdiyanto,MSF sebagai narasumber.

Dalam dialog ini para peserta diajak untuk sadar dan peduli akan lingkungan. Selain para peserta Go Green Camp MSF, hadir pula para santri dari Pondok Pesantren Pati.

Ketua Panitia, Yohanes Bonar Novi Priatmoko, mengungkapkan bahwa Kerabat Muda MSF harus bisa memperluas pergaulan dan makin terbuka pada siapa pun, makin inklusif dalam dinamika dan sadar serta peduli lingkungan.

Dengan adanya acara Go Green Camp MSF ini diharapkan peserta bisa menularkan dan memberi contoh di masyarakat dan di kalangan Gereja.

Acara pentas seni.

Acara ini juga mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari umat di Tayu.

“Kegiatan ini sungguh sangat relevan untuk mengajak kawula muda lebih mencintai alam. Gereja memberikan contoh nyata serta keteladanan melalui kegiatan menanam mangrove serta meminimalisir limbah/sampah plastik,” ujar Ketua Wilayah Gereja St. Theresia Tayu, Vinsensius Djoko Setianto.

Dihubungi secara terpisah, Romo Kepala Paroki St. Jusup Pati, Romo Aloysius Kriswinarto MSF mengungkapkan bahwa Go Green Camp MSF menjadi bukti nyata bahwa kaum muda Gereja memiliki hal yang patut dibanggakan di tengah arus zaman yang cenderung bersifat individualistis dan egois, ternyata masih ada semangat bersosialisasi, cinta kasih pada sesama tanpa memandang agama/kepercayaannya, dan kepedulian pada lingkungan.

Para peserta Go Green MSF membentuk formasi tulisan “MSF”. (Dok. Panitia)

“Harapannya semangat bersosialisasi, cinta kasih pada sesama, dan peduli pada lingkungan bisa direalisasikan oleh kaum muda dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya dalam peristiwa-peristiwa seremonial saja. Juga semakin banyak kaum muda dengan sukacita memasukkan diri menjadi anggota Kerabat Muda MSF, serta semua imam, bruder, dan frater MSF mendukung dengan sepenuh hati hadirnya Kerabat Muda MSF,” kata Romo Kriswinarto MSF.

Tidak hanya itu, kegiatan selama tiga hari ini diisi pula dengan kegiatan pentas seni yang menampilkan kreativitas para peserta. Tarian, nyanyian, serta drama yang ditampilkan para peserta makin mencairkan suasana demi terwujudnya persaudaraan antarsesama.

Go Green Camp MSF ditutup dengan misa dan pemberian plakat kepada paroki yang ikut serta dalam acara ini.

Selesai misa, peserta diajak berekreasi ke Gua Manik dan Benteng Portugis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here