Gua Maria Bitauni, Timor barat

3
4,645 views

Gua Maria Bitauni ini terletak di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Propinsi Nusa tenggara Timur.  Tepatnya di Bitauni, Paroki Kiupukan, Kecamatan Insana, sekitar 30 km dari Kefamenanu, ibukota TTU ke arah Atambua. Paroki ini berada di bawah Keuskupan Atambua.

Bagaimana mencapai Bitauni? Dari Kupang, ibukota provinsi NTT, kita perlu waktu perjalanan  sekitar 5 jam melalui jalur  darat menuju arah Utara (Atambua).  Jarak Kupang–Soe yang menjadi ibukota Timor Tengah Selatan biasa ditempuh selama 2 jam perjalanan. Sementara, jarak Soe– Kefa juga ditempuh selama 2 jam. Barulah, jarak Kefa–Bitauni makan waktu sekitar 1 jam.

Bosan dengan 5 jam perjalanan panjang tersebut? Sebaiknya janga. Jika ada sedikit waktu longgar, kita bisa mengombinasi perjalanan panjang ini dengan kegiatan “wisata rohani”. Nah, destinasi kegiatan wisata rohani ini terdapat di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).  Di situ ada pantai Kolbano yang terkenal dengan batu berwarnanya. Juga menarik dikunjungi tempat wisata Air Terjun Oehala. Tak kalah menariknya adalah Cagar Alam Gunung Mutis yang boleh dibilang  merupakan gunung tertinggi di Pulau Timor.

Jika kita datang dari arah Atambua di Kabupaten Belu –jangan takut, karena sekarang sudah ada rute penerbangan Kupang–Atambua), maka kita hanya butuh waktu sekitar  1,5-2 jam perjalanan menuju  TTU (arah selatan).

Selain menyimpan tempat wisata tohani seperti  Gua Maria Bitauni yang masih alami, di situ juga tersedia sarana ibadat  jalan salib. Prosesi via dolorosa ini benar-benar menantang, karena kita diajak jalan menyusuri lorong berbatu dengan kontur badan jalan yang sangat  menanjak menuju ke bukit tersebut. Namun, jangan buru-buru cemas, karena akses menuju gua maria ini telah ditata rapi dengan batu alami. Untuk masuk ke Gua Maria ini, orang dewasa harus  rela  membungkuk, menekuk badan. Kita benar-benar “masuk” gua, sebuah terowongan gelap gulitia dimana kelelawar akan datang menyambut tetamu, para peziarah!

Drama penyaliban Yesus biasanya dilakukan setiap tahun di tempat ini. Tempat ziarah ini sudah diabadikan melalui sebuah lagu rohani karya almarhum Pater  Piet Verharren, SVD dan almarhum Alo de Rosari yang diberi judul Siti Bitauni.

Jika kebetulan kita sekali waktu sampai menginjakkan kaki di Pulau Timor, terutama Timor Barat (Kupang, TTS, TTU dan Belu), ada baiknya kita berziarah mengunjugi tempat ziarah ini.

 

(Mispan Indarjo, pernah bertugas di Timor Barat, NTT)

3 COMMENTS

  1. Untuk NTT, lebih bijaksana kalau diterapkan upaya memperbarui kegiatan bertani secara tradisional. Mohon diacu: agricoltura sinergica (Emilia Hazelip), revolusi sebatang jerami (Masanobu Fukuoka), Permakultur (IDEP Foundation), temuan dari alm Pater Henri de Laulanie tt intensifikasi penanaman serealia spt padi, jagung, sorghum, dll.

  2. Wisata adalah salah satu hobi yang saya sukai. Dengan berwisata pikiran penat yang saya miliki hilang dalam sekejap. Pemandanga yang indah disekeliling tempat wisata juga membuat kita selalu bersyukur akan keindahan yang tuhan berikan. Tantangan yang diberikan alam juga adalah suatu pengalaman pribadi yang sangat menarik. Saya juga memiliki artikel tentang pariwisata yang anda bisa kunjungi di Pariwisata Menarik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here