Harian Jerman “Die Bildzeitung”: 12 Tesis Gereja Katolik di bawah Paus Fransiskus

0
818 views
Paus Fransiskus memberi atensi kepada peserta audiensi yang memiiki disabilitas. (Ist)

Pengantar Redaksi

Koran harian berbahasa Jerman Die Bildzeitung belum lama ini merilis artikel dengan judul menantang “12 tesis” tentang Gereja Katolik di bawah kepemimpinan Paus Fransiskus.

Romo Franz Magnis-Suseno SJ menerjemahkan artikel opini koran Jerman yang bertiras 1,5 juta dengan jumlah pembaca setianya kurang lebih 10 juta orang ini.

Artikel itu menyoroti 12 masalah yang dijadikan model pembahasan dengan memakai paparan memperbandingkan antara dua hal yakni tesis dan fakta.

Redaksi Sesawi.Net mendapatkan izin dari Romo Magnis SJ untuk bisa menerbitkan artikel terjemahan ini.

—————-

Domradio Koeln: “Kami melakukan pemeriksaan fakta”

TRANSPARANSI

Tesis 1: Bukalah file dan arsip

Suatu awal hanya mungkin, kalau ada kredibilitas. Selama Vatikan menutup laporan investigasi pada ribuan kasus penyalahgunaan Gereja Katolik di arsip rahasia, maka hal itu tidak mungkin.

Karena itu, Paus Fransiskus harus membuka semua akta di semua komunitas dunia baik penyelidikan dan penelitian.

Fakta:

Para uskup di Jerman saat ini sedang memeriksa bentuk di mana file pelecehan seksual dapat dibuka.

Namun tetap harus diperhatikan perlindungan data, karena barangkali ada nama-nama orang dalam suatu file yang sama sekali tidak terlibat.

Keuskupan-keuskupan tertentu -seperti Keuskupan Agung Cologne – sudah bekerjasama dengan jaksa dan telah menugaskan suatu law firm independen untuk melakukan pemeriksaan yang lengkap dan keras.

Kardinal Marx juga mempertanyakan “misteri kepausan” dalam kasus-kasus pelecehan di Roma – suatu hal yang dikritik oleh para pengkritik dihubungkan dengan banyak hal yang ditutup-tutupi.

KONTROL

Tesis 2: Izinkan kontrol

Kelompok-kelompok pria yang suram, kriminalitas terorganisir, kawanan konco yang gelap: Dalam kehidupan nyata, situasi macam ini adalah urusan polisi dan jaksa.

Gereja tidak boleh lagi melarikan diri dari (pemeriksaan) aparat hukum dengan mengatasnamakan hukum dan peraturannya sendiri. Tidak hanya di hadapan Tuhan, melainkan di hadapan pengadilan semua adalah sama.

Fakta:

Di Jerman sudah berlaku aturan bahwa semua kejahatan yang barangkali ada kaitan dengan pelecehan secara konsisten dilaporkan ke kejaksaan.

Tidak hanya dalam kasus pelanggaran aktual, melainkan sudah kalau ada tuduhan, tuduhan itu diperiksa dan dilaporkan.

Satu-satunya pengecualian: Kalau para korban (sendiri) secara tegas tidak menghendaki hal itu. Di negara lain, yang harus dilaporkan hanya kejahatan berat.

Di Vatikan, pengetatan peraturan sedang dipersiapkan.

TOLERANSI NOL

Tesis 3: Jadikan zero tolerance menjadi nyata

Sudah terlalu lama, Gereja Katolik dianggap menjadi tempat perlindungan bagi para peleceh terhadap mereka yang ada di bawah pengayomannya.

Di manakah ada kasus pelecehan yang secara terbuka dikecam, di manakah mereka yang (sebenarnya) mengetahuinya, tetapi mendiamkannya, dikeluarkan?

Tunjukkan pada kami seberapa serius Anda dalam hal janji Paus tentang zero tolerance.

Fakta:

Di Jerman, semua uskup telah menetapkan skema zero tolerance itu sendiri.

Paus telah memberhentikan pejabat senior seperti Kardinal McCarrick (mantan Uskup Agung Washington) dan Kardinal Pell (dari Australia) menjelang konperensi pelecehan seksual (di Vatikan) baru-baru ini.

HAPUS KONGREGASI IMAN

Tesis 4: Bubarkan Kongregasi Iman (Congregatio Fidei)

Gereja tidak mentoleransi bantahan terhadap ajaran imannya. Gereja menekan dan menindasnya melalui Kongregasi Iman.

300 tahun setelah Masa Pencerahan, lembaga super-kuasa ini tidak sesuai lagi dengan suatu Gereja yang bebas, dengan iman terbuka. Jadi, bubarkan saja.

Fakta:

Meskipun kadang-kadang ada masalah pribadi dengan Kongregasi Iman di Gereja universal, penghapusan Kongregasi Iman saat ini tidak dapat dibahas.

KEMUNAFIKAN

Tesis 5: Akhiri kemunafikan

Sebelum dan sesudah ditahbiskan imam tetap manusia. Jiwa manusia membutuhkan cinta, tubuh manusia membutuhkan seksualitas.

Tidak ada yang mempercayai Gereja Katolik bahwa mayoritas imamnya setia pada selibat. Oleh karena itu akan jujur kalau aturan-aturan dibuka, dilonggarkan, dan dimodernisasi – dan pada saat yang sama kecaman terlalu banyak terhadap homoseksualitas diakhiri.

Fakta:

Pelbagai uskup telah menyatakan diri terbuka untuk melonggarkan selibat dan ingin menguji jkembali alur akses ke imamat. Uskup-uskup lain lagi mutlak menolak penghapusan selibat.

Karena selama berabad-abad dalam sejarah Gereja, memang  ada imam yang  menikah. Dan begitu pula yang terjadi di dalam Gereja-gereja Ortodoks yang bersatu dengan Roma.

Peraturan gerejawi ini dapat diadaptasi dengan lebih mudah, apalagi di banyak negara barat ada kekurangan imam.

Apakah akan ada konferensi-konferensi uskup yang akan maju sendirian? Jalan keluar setidaknya terbuka.

Sudah banyak yang bergerak dalam Gereja Katolik dalam hal-hal yang menyangkut sikap terhadap homoseksualitas.

Semakin banyak uskup Jerman berharap adanya adaptasi dan perhatian terhadap penemuan-penemuan ilmiah sudah lebih baik.

Namun secara global masih ada perbedaan besar di antara para penanggung-jawab Gereja dalam melihat dan menyikapi homoseksualitas.

KEKUASAAN PEREMPUAN

Tesis 6: Beri izin kepada perempuan

Perempuan memiliki hak untuk berbicara di setiap tempat di Eropa, tetapi tidak di Gereja. Imamat masih tertutup bagi mereka.

Gereja Katolik adalah sebuah klub laki-laki. Dengan demikian Gereja menyangkal persamaan hak antara laki-laki dan perempuan.

Jalan ini menuju ke masa lalu, bukan ke masa depan.

Fakta:

Para uskup telah bertahun-tahun menuntut agar perempuan ditempatkan di lebih banyak posisi kepemimpinan. Di makin banyak keuskupan Jerman dan juga di Vatikan, sekarang banyak perempuan sudah ada yang menempati  posisi pemimpin.

Namun secara keseluruhan, yang mendominasi di mana-mana dan di semua tingkatan jelas masih laki-laki.

(Di Jerman) sudah ada tuntutan dari Asosiasi Wanita Katolik dan ZDK (Perwakilan Awam) agar perempuan diizinkan ditahbiskan. Namun implementasi yang cepat belum terlihat dalam gereja  mondial.

Paling akhir,  Paus Johannes Paulus  II “membuat keputusan yang mengikat” bahwa tidak mungkin ada perubahan dalam hal ini. Bahkan Paus Fransiskus  mengatakan di sini “pintu tertutup”.

KESEDERHANAAN

Tesis 7: Jadilah sederhana

Cincin-cincin yang Anda pakai, tempat-tempat ibadah di mana Anda berkhotbah, istana-istana di mana Anda tinggal: semua itu adalah milik para anggota Gereja.

Mereka mengabdi kepada kemuliaan Tuhan, bukan pada kemuliaannya sendiri. Kami tahu bahwa Tuhan juga mendengarkan kami tanpa Anda.

Apakah Anda juga tahu itu?

Fakta:

Paus Fransiskus sejak awal pengabdiannya menyatakan pertang terhadap segala bentuk klerikalisme, keangkuhan dan kesombongan.

Ia tidak mau tinggal di  apartemen kepausan melainkan memilih  menetap di wisma tamu, karena ia tidak ingin hidup sendirian.

Ia juga memberi tanda simbolik dengan melepaskan mobil mewah.

Setidaknya di puncak (Gereja), Paus secara konsisten memberikan contoh yang baik dan ingin mengikuti Yesus seperti itu.

DEMOKRASI

Tesis 8: Beranilah lebih banyak demokrasi

Siapa yang membayar pajak juga memiliki hak suara, begitulah dalam masyarakat demokratis. Tetapi itu bukan ada di Gereja.

Gereja harus memutuskan: apakah Gereja akan menghapuskan pajak Gereja, atau ia mengizinkan para anggotanya ikut menentukan siapa yang di masa depan diangkat ke posisi-posisi penting seperti uskup, kardinal.

Fakta: Gereja tidak memahami diri sebagai sebuah demokrasi

Sulit mengadakan voting tentang kebenaran iman. Awam sudah ikut bersuara di banyak bidang saat ini. Namun, di Jerman, misalnya partisipasi dalam pilihan personalia masih sangat kecil. Memberi suara dan kontrol kekuasaan lebih banyak saat ini sedang dibahas di Vatikan.

 LEBIH BANYAK PEMUDA

Tesis 9: Gereja harus menjadi lebih muda

Sampai berusia 80, para kardinal masih dapat memberikan suara dalam pemilihan paus – itu Konklave para lelaki sepuh.

Jika Gereja ingin menjadi modern, maka ia harus meremajakan kepemimpinannya. Sebuah perkumpulan yang didominasi oleh para lelaki tua yang tidak lagi memiliki kontak dengan realitas kehidupan orang normal.

Fakta:

Dalam Gereja, hanya ada sedikit posisi di mana ditetapkan suatu umur minimum. Tetapi dalam kenyataan, banyak jabatan tinggi di Gereja Katolik diberikan hanya setelah orangnya mencapai usia tertentu.

Dibandingkan dengan institusi dan perusahaan lain, Gereja ketinggalan- tetapi sebetulnya bisa diremajakan tanpa ada masalah hukum.

 ANAK-ANAK

Tesis 10: Anak-anak perlu ada dalam Gereja

Berulang kali Tuhan menempatkan masadepan dunia ke tangan anak-anak kita. Di mana Gereja menunjukkan bahwa ia telah menginternalisasikan hal itu?

Sebuah gereja yang tidak mengayomi mereka yang dilecehkan, yang bahkan tidak memberi pencerahan yang menyembunyikan anak-anak keturunan imam yang tidak sah serta merampas masa kecil mereka, melindungi dirinya sendiri dengan mengorbankan mereka yang  paling lemah.

Fakta:

Sejak zaman Yesus telah ada program Gereja: “Biarkan anak-anak datang kepadaku.”

Sebenarnya itu sudah diterapkan di mana-mana. Apakah di taman kanak-kanak atau di pelajaran Komuni atau Penguatan – tempat Gereja adalah baik dalam hal ini.

 SISA KONTAMINASI DARI ARGENTINA?

Tesis 11: Buka kebenaran tentang Argentina

Paus harus berjalan di depan dengan kepala terangkat dan teladan yang baik.   Karena itu, akhirnya ia harus menjelaskan:

  • Apa yang dia ketahui tentang kekejaman kediktatoran militer di negara asalnya: Argentina?
  • Apa yang diketahui oleh para uskup militer, para pastor, para imam?

Semua arsip tentang hal itu harus dibuka.

Fakta:

Paus sendiri telah berulang kali menjelaskan peranannya di masa kediktatoran militer Argentina.

Di Buenos Aires, orang-orang pinggiran menyebutnya “Kardinal Orang Miskin”. Apakah dia masih memiliki bintik-bintik hitam di rompi putihnya, akhirnya hanya ia sendiri yang tahu.

BIARKAN BENEDICTUS

Tesis 12: Bicaralah Benediktus

Paus Benediktus XVI, mantan Kardinal Joseph Ratzinger, tahu rahasia-rahasia paling gelap dari akhir sejarah Gereja ini. Sebagai Praefek Kongregasi Iman, melindungi  Vatikan adalah tugasnya.

  • Apa yang terjadi di Bank Vatikan?
  • Berapa banyak kasus pelecehan yang diketahui, sudah berapa lama?
  • Apa yang mendorongnya untuk mengundurkan diri?

Benediktus,  bicaralah kepada umat beriman, karena mereka memiliki hak (untuk tahu atas) atas itu.

Fakta:

Paus Emeritus telah menetapkan dirinya untuk jauh dari dunia. Hanya kadang-kadang ia masih ikut dalam suatu debat aktual, biasanya dalam bentuk tertulis.

Paus Fransiskus juga bertemu dengannya secara teratur dan berterimakasih atas nasihatnya. Kecil kemungkinan Paus Benediktus akan bersedia bicara dalam debat pelecehan saat ini.

Apakah ada alasan lain untuk pengunduran diri, selain alasan yang diberikan olehnya sendiri adalah tetap terbuka.

Pada akhir Tahun Imam, Paus  Benediktus XVI berkata: “Hari ini, kita melihat dengan cara yang benar-benar menakutkan bahwa ancaman terbesar terhadap Gereja tidak datang dari musuh-musuh luar, melainkan dari dosa di dalam Gereja.”

Kesimpulan Romo Magnis SJ setelah mengulik artikel tersebut

  • Beberapa tesis Bild di atas itu telah lama menjadi program Katolik. Masalah-masalah lain sedang dikerjakan di Jerman dan Vatikan.
  • Beberapa tesis telah diperdebatkan selama bertahun-tahun – tesis-tesis lain saat ini sulit dibayangkan (terlaksanaannya) bagi Gereja Universal.
  • Tetapi ketika Bild, sebuah harian rakyat (biasa) dengan 1,5 juta kopi dan lebih dari 10 juta pembaca, telah sengaja menjadikan tesis-tesis ini sebagai judul berita, maka menjadi sangat jelas (betapa besar) tantangan yang dihadapi Gereja Katolik saat ini.
  • Itu kalau Gereja memang ingin mempermaklumkan kabar baik kepada seluruh rakyat.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here