Hidup Selaras antara Iman dan Perbuatan

0
128 views
Ilustrasi: Beriman (Ist)

SEORANG bijaksana berkata, “Bukan setiap orang yang berseru, Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam surga, melainkan yang melakukan kehendak Tuhan.” (Mat 7:21).

Di sebuah bis, dua orang lelaki sedang ngobrol tentang hidup religius. Lalu seorang nenek masuk bis. Salah seorang dari dua lelaki itu langsung mempersilakan nenek itu duduk.

Lalu, salah seorang berkata, “Lha katanya mau ngobrol. Kok jadinya diam-diaman.”

Temannya menjawab, “Nanti saja, kasihan nenek itu mau duduk.”

Setelah nenek itu turun, salah seorang lelaki itu berkata, ”Mengapa saya merasa hidup ini tidak damai, padahal saya sudah berdoa terus, mewartakan kebaikan Tuhan ke mana-mana?”

Temannya bertanya, ”Apakah kamu sudah melakukan perintah Tuhan? Seperti mengasihi sesama? Membantu orang miskin? Berkorban bagi sesama?”

Yang ditanya terdiam membisu. Beberapa saat kemudian dia berkata, ”Hmm… agak susah ya. Saya tinggi hati orangnya. Hanya sama Tuhan saja saya takut, sama yang lain saya tidak takut.”

Temannya itu berkata, “Coba berdoalah kepada Tuhan, mohon Roh Kerendahan Hati, sehingga kamu bisa melakukan segala perintah Tuhan.”

Tidak hanya ungkapan iman

Sering gengsi dan kesombongan hati menguasai diri manusia. Manusia merasa bahwa hidupnya sudah baik. Orang tidak perlu melakukan hal-hal yang dianggapnya aneh.

Akibatnya, manusia hidup hanya untuk dirinya sendiri. Manusia tidak peduli terhadap situasi di sekitarnya.

Kisah di atas mengingatkan kita untuk senantiasa merendahkan hati di hadapan Tuhan dan sesama. Orang mesti hidup selaras antara kata dan perbuatan. Ketika apa yang dilakukan itu selaras dengan kata-katanya, orang berhasil mewujudkan imannya dalam hidup yang nyata.

Tentu setiap dari kita ingin mewujudkan iman kita secara nyata. Kita tidak hanya ingin mengungkapkan iman kita, tetapi kita juga mesti mewujudkan iman itu dalam hidup sehari-hari.

Mengapa? Karena iman tanpa perbuatan pada hakekatnya adalah mati. Iman tanpa perbuatan bagai tong kosong yang nyaring bunyinya.

Tidak mudah manusia hidup dalam keselarasan antara kata dan perbuatan. Ada berbagai godaan yang sering mengganggu hidup manusia.

Namun manusia mesti berjuang terus untuk menjadikan imannya itu membumi. Artinya, iman itu menjadi sesuatu yang nyata, bukan hanya di bibir.

Mari kita terus-menerus berjuang untuk hidup selaras antara kata dan perbuatan. Dengan demikian, hidup ini menjadi kesempatan untuk membahagiakan diri dan sesama. Tuhan memberkati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here