Ignatius Ajari Kita Belajar Mencintai Diri (9)

0
1,179 views

BERBARENGAN dengan pembebasan dari rasa skrupel sebagai anugerah rohani yang dialami Ignatius, Allah juga mengajari dia untuk mulai mencintai dirinya seperti halnya Allah telah mencintainya.
Selain berdoa tujuh jam setiap harinya, Ignatius juga menolong orang-orang yang datang kepadanya untuk minta nasehat rohani. Sisa waktunya ia habiskan untuk memikirkan hal-hal illahi yang selama itu dia meditasikan ataubaca pada hari itu.

Saat hendak berangkat tidur, ia mulai mengalami hiburan-hiburan rohani yang membahagiakan sehingga terkadang larut dalam lamunan. Akibatnya, waktu tidurnya yang sudah sangat sedikit itu semakin terkurangi. Sadar bahwa ia membutuhkan waktu tidur lebih banyak, ia memutuskan untuk tidak menuruti lamunan-lamunan itu dan menggunakan waktu tidur yang sudah ia tetapkan.

Hidup berpantang
Seperti telah disebutkan di atas, Ignatius telah membuat keputusan untuk tidak makan daging dan ia tidak mau mengubah keputusan itu dengan alasan apa pun. Namun, berdasarkan sebuah penglihatan, ia memutuskan mulai makan daging.

Ignatius juga mengubah kebiasaan eksentriknya. Yang semula tidak mau merawat rambut dan kukunya hingga dibiarkan panjang, gimbal, dan kotor, kini dia mulai memotong rambut maupun kuku, merawat, dan merapikannya.

Ini semua dia lakukan, karena ia merasa dan yakin bahwa Allah sendiri, berdasarkan kasihNya telah mengajarinya bagaikan seorang guru telah mengajari muridnya. (Bersambung)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here